Mimbar Ilmiah S2 Dikdas UNESA Bahas Sinergi Kebijakan dan Pendidikan

fip.unesa.ac.id SURABAYA – Program Studi S2-Pendidikan Dasar (Dikdas) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA) sukses menyelenggarakan kegiatan akademik Mimbar Ilmiah. Acara yang berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026 ini digelar secara hybrid di Ruang Sidang Gedung O1 Lantai 1.

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi ilmiah yang mempertemukan akademisi, praktisi pendidikan, mahasiswa, hingga pemangku kebijakan dalam membahas isu-isu strategis pendidikan dasar. Mimbar Ilmiah kali ini menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febriana Kusumawati, S.Si., M.M., sebagai narasumber utama yang membahas arah kebijakan pendidikan serta tantangan pengembangan kualitas guru di Kota Surabaya.

Acara turut dihadiri Wakil Dekan II FIP UNESA, Prof. Dr. Andi Kristanto, M.Pd., jajaran dosen, tim pengelola Prodi S2 Dikdas FIP UNESA, serta mahasiswa yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun melalui Zoom Meeting.

Dalam sambutannya, Koordinator Prodi S2 Dikdas FIP UNESA menyampaikan bahwa Mimbar Ilmiah merupakan agenda rutin yang terus dijaga keberlangsungannya sebagai bagian dari upaya membangun budaya akademik di tengah aktivitas perkuliahan dan penelitian mahasiswa.

“Kegiatan mimbar ilmiah ini kami laksanakan secara berkala. Di tengah berbagai aktivitas program studi, kami tetap berusaha menghadirkan ruang akademik yang dapat mempertemukan mahasiswa dengan praktisi maupun pengambil kebijakan pendidikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Mimbar Ilmiah tidak hanya menjadi wadah berbagi ilmu pengetahuan, tetapi juga sarana memperluas jejaring dan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia pendidikan di lapangan.

Menurutnya, tema yang diangkat kali ini menjadi sangat spesial karena berupaya menghadirkan sinkronisasi antara kebijakan pendidikan, praktik pembelajaran di sekolah, dan kajian akademik yang berkembang di perguruan tinggi.

“Kami ingin tidak ada jarak antara policy, praktisi, dan akademisi. Ketiganya harus saling terhubung agar kebijakan pendidikan benar-benar relevan dengan kondisi nyata di sekolah,” tambahnya.

Dalam pemaparan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febriana Kusumawati menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru sebagai fondasi utama pembangunan pendidikan yang berkualitas. Ia juga mengapresiasi antusiasme para mahasiswa yang sebagian besar merupakan guru aktif dan tetap berjuang menyelesaikan studi di tengah kesibukan mengajar.

“Guru adalah kunci utama pendidikan. Ketika guru terus belajar dan meningkatkan kompetensinya, maka kualitas pendidikan juga akan ikut meningkat,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Tidak hanya mahasiswa yang hadir secara langsung, peserta dari berbagai daerah juga mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan terkait tantangan pendidikan dasar, implementasi kebijakan, hingga penguatan profesionalisme guru.

Penulis: Nabila Robina (PLB)

Dokumentasi: Tim FIP

Editor: Dede Rahayu Adiningtyas (PGSD)