fip.unesa.ac.id SURABAYA – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) resmi membuka rangkaian kegiatan National University Debating Championship (NUDC) dan Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2026 pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi ajang seleksi tingkat fakultas untuk menjaring delegasi terbaik yang akan mewakili FIP pada kompetisi tingkat universitas.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Prof. Dr. Budi Purwoko, S.Pd., M.Pd selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni. Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia, dewan juri, dosen pendamping, serta seluruh peserta yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi debat akademik tersebut. Ia pun berharap kegiatan ini dapat menghasilkan delegasi terbaik yang mampu membawa nama baik FIP UNESA hingga ke tingkat universitas maupun nasional.
Menurutnya, NUDC dan KDMI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi yang logis, serta menyampaikan gagasan secara akademis dan santun. Kompetisi ini sekaligus menjadi sarana pembinaan talenta mahasiswa dalam menghadapi berbagai isu strategis di bidang pendidikan dan pembangunan bangsa.
Adapun tema yang diusung tahun ini, yaitu "Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Transformatif: Membangun Generasi Emas 2045 Berlandaskan Agenda SDGs". Secara khusus, mosi-mosi yang diperdebatkan dirancang dengan menjunjung poin-poin penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Setiap program studi Sarjana lingkup FIP diwajibkan mengirimkan dua tim untuk masing-masing kategori, di mana setiap tim terdiri dari tiga orang mahasiswa aktif angkatan 2024 dan 2025. Pada hari pertama, peserta mengikuti babak seleksi dengan memperdebatkan berbagai mosi yang mengangkat isu pendidikan, pembangunan berkelanjutan, pengembangan keterampilan abad ke-21, pendidikan karakter, hingga persiapan menuju Indonesia Emas 2045.
Dibalik kegiatan ini, terdapat persiapan intensif yang dilakukan oleh para peserta sejak mosi diumumkan pada H-1 kompetisi. Hal ini diakui oleh Aliyah, mahasiswi Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) yang menjadi salah satu delegasi di kategori NUDC.
"Persiapan untuk debat mosinya sudah dibagi dari H-1. Jadi kita fokuskan ke pronunciation, grammar, dan strategi kita. Di situ kita bahas mosi-mosi yang akan keluar, gimana caranya kita ngasih POI (Point of Information) ke lawan," ujarnya saat diwawancarai setelah penampilannya.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari ini mencapai puncaknya pada Kamis, 11 Juni 2026. Setelah melalui tahapan seleksi dan adu argumen di babak final, dewan juri menetapkan para pemenang dari masing-masing kategori lomba.
Pada kategori National University Debating Championship (NUDC), tim MP 1 menjadi juara harapan 1, disusul oleh tim PLB 2 sebagai Juara 3, tim PLB 1 sebagai Juara 2, serta tim BK 1 yang menempati posisi juara 1. Kategori debat bahasa Inggris ini juga melahirkan para pembicara terbaik, di mana predikat Best Speaker pertama diraih oleh Indi Hikmatul dari BK 1, disusul oleh Nabila Eka Putri dari PLB 1 di posisi kedua, dan Agatha Larasati di posisi ketiga.
Sementara itu, kategori Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) berhasil dimenangkan oleh tim PGPAUD 1 sebagai harapan 1. Posisi Juara 3 diraih oleh tim PGSD 2, tim PGSD 1 sebagai Juara 2, dan tim PLB 1 yang menduduki juara 1. Untuk penghargaan pembicara terbaik kategori KDMI, diraih oleh Khoirun Anisa dari PGSD 1, diikuti oleh Baiq Juni dari PLB 1 sebagai pembicara terbaik kedua, dan Hafidz M. dari PGSD 2 sebagai pembicara terbaik ketiga.
Antusiasme dan dampak positif yang besar dari kompetisi ini memunculkan harapan dari para finalisnya, tak terkecuali Aliyah (mahasiswa PLB). "Semoga kegiatan ini tidak dilaksanakan setahun sekali saja, semoga bisa 6 bulan sekali diadakan karena ini bagus untuk mengasah critical thinking kita, logika kita, dan bagaimana kita mengeksplorasi strategi debat,” ujarnya.
Dengan berakhirnya babak final ini, FIP UNESA tidak hanya melahirkan juara, tetapi menjadikan delegasi-delegasi terbaik yang siap membawa perubahan nyata. Melalui ketajaman adu argumen yang telah ditunjukkan, para mahasiswa telah membuktikan perannya dalam mendukung pencapaian SDG 4 Pendidikan Berkualitas, dengan menjadi generasi yang kritis, adaptif, dan berwawasan luas.
Penulis : Rinjani Risna (MP)
Editor : Chantika Toti Yuliandani (PGSD)
