fip.unesa.ac.id SURABAYA — Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menerima kunjungan tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) dalam rangka asesmen lapangan Program Studi S3 Bimbingan dan Konseling (BK). Kegiatan ini merupakan bagian dari proses akreditasi yang berlangsung pada Jumat-Sabtu, 11–12 Juli 2026.
Asesmen dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Prof. Dr. Martadi, M.Sn., Wakil Rektor Bidang Hukum, Ketatalaksanaan, Keuangan, Sumber Daya, dan Usaha Prof. Dr. Bachtiar Syaiful Bachri, M.Pd., serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Turut hadir pula jajaran pimpinan Fakultas, yaitu Prof. Dr. Mochamad Nursalim, M.Si., selaku Dekan, Prof. Dr. Andi Kristanto, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan, Sumber Daya, Umum, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi Komunikasi, serta Prof. Dr. Budi Purwoko, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni. Asesmen dilaksanakan oleh dua asesor, yaitu Prof. Dede Rahmat Hidayat, M.Psi., Ph.D. dari Universitas Negeri Jakarta, dan Prof. Dr. Kadek Suranata, M.Pd., Kons. dari Universitas Pendidikan Ganesha.
Dalam sambutan pembukanya, Prof. Dr. Martadi, M.Sn., menegaskan bahwa Program Studi S3 BK memiliki posisi strategis dalam menjawab kebutuhan di lapangan yang terus meningkat. "S3 BK adalah ujung tombak strategis kita. Kebutuhan di lapangan untuk BK sangat tinggi, apalagi ada isu pentingnya kesehatan mental dan Kurikulum Merdeka yang menuntut diferensiasi secara lebih spesifik," ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa posisi strategis ini sudah terlihat sejak jenjang pendidikan menengah, di mana peran guru BK menjadi sangat sibuk, terutama pada masa penerimaan siswa baru di jenjang SMA. "Kami menemukan posisi strategis ini terlihat ketika siswa mau masuk SMA — yang paling sibuk itu justru guru BK," tambahnya.
Ia berharap keberadaan Program Studi S3 BK dapat semakin memperkuat peran strategis Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). "Kami berharap ini bisa memperkuat peran strategis LPTK sekaligus mendukung program pemerintah," pungkasnya.
Verifikasi Dokumen dan Peninjauan Langsung Sarana Prasarana
Dalam pelaksanaan asesmen, tim asesor melakukan pengecekan dan pencocokan terhadap sejumlah komponen penyelenggaraan Program Studi S3 BK, meliputi aspek tata kelola, penerapan sistem penjaminan mutu, pengelolaan keuangan, ketersediaan dan kualitas sumber daya manusia, layanan kemahasiswaan, serta sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran.
Setelah proses verifikasi dokumen selesai, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lapangan. Tim asesor didampingi pimpinan fakultas berkeliling meninjau secara langsung sarana dan prasarana (sarpras) yang dimiliki program studi, seperti ruang kelas, ruang mikro konseling, toilet, serta fasilitas penunjang akademik lainnya.
Kegiatan verifikasi dan peninjauan langsung ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa dokumen yang diajukan benar-benar sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Temuan dari proses konfirmasi ini selanjutnya menjadi salah satu dasar utama dalam penilaian akreditasi, sehingga dapat memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai mutu penyelenggaraan pendidikan di program studi tersebut.
Penulis: Lina Nur Laili (PLB)
