Memuat halaman...

FIP UNESA

Emanuel B S Kase Raih Gelar Doktor Teknologi Pendidikan melalui Pengembangan Model Discovery Collaborative Learning

Rabu, 1 Juli 2026

Emanuel B S Kase Raih Gelar Doktor Teknologi Pendidikan melalui Pengembangan Model Discovery Collaborative Learning

 

fip.unesa.ac.id SURABAYA - Program studi S3 Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan ujian disertasi terbuka dengan promovendus Dr. Emanuel B S Kase, S.Fil., M.M., pada Rabu, 1 Juli 2026 di Auditorium O1 Lantai 2 FIP UNESA. Dalam sidang tersebut, promovendus mempresentasikan disertasi berjudul “Pengembangan Model Discovery Collaborative Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VII SMPK Adisucipto Kupang.”

Ujian dipimpin oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Prof. Dr. Mochamad Nursalim, M.Si., selaku ketua penguji, dengan Prof. Dr. Rusijono, M.Pd., selaku Penguji/Promotor 1, Dr. H. Lamijan Hadi Susarno, M.Pd., selaku Penguji/Promotor 2, Prof. Dr. Mustaji, M.Pd., selaku Penguji, Dr. Andi Mariono, M.Pd., selaku penguji, Prof. Dr. H. Bachtiar Syaiful Bachri, M.Pd., selaku Penguji, serta Prof. Dr. I Punaji Setyosari, M.Ed, selaku Penguji.

Dalam presentasinya, promovendus menjelaskan bahwa penelitian berangkat dari temuan rendahnya kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik akibat pembelajaran yang masih berpusat pada pendidik. Kondisi tersebut membuat siswa cenderung pasif, belum terbiasa mengemukakan pendapat, menyusun argumen, maupun menghubungkan materi dengan situasi nyata. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tuntutan kurikulum dan praktik pembelajaran di kelas.

Sebagai solusi, promovendus mengembangkan model Discovery Collaborative Learning (DCL) yang memadukan proses penemuan dan kolaborasi dalam pembelajaran. Model ini menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran sehingga mereka terdorong aktif membangun pengetahuan secara mandiri maupun bersama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DCL layak diterapkan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti serta efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik kelas VII.

Pengembangan model DCL turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik mendorong terciptanya proses belajar yang lebih berkualitas dan partisipatif.

Setelah melalui rangkaian ujian dan sesi tanya jawab, tim penguji menetapkan promovendus lulus ujian disertasi terbuka. Keberhasilan tersebut mengantarkannya meraih gelar Doktor. Promovendus juga tercatat sebagai doktor ke-160 dalam bidang Teknologi Pendidikan.

Penulis: Florencya Agatha (MP)

Dokumentasi: TIM PIF

Share