fip.unesa.ac.id SURABAYA – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan Seminar Pembelajaran Mendalam menuju pendidikan bermutu yang ditujukan untuk mahasiswa PGSD angkatan 2026. Acara ini dilaksanakan pada Jumat, 9 Oktober 2026 yang bertempat di Auditorium O5 Lantai 3 FIP UNESA.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Prof. Suyanto, M.Ed., Ph.D sebagai pemateri, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Prof. Dr. Mochammad Nursalim, M.Si., Koorprodi S1 PGSD Dr. Putri Rachmadyanti, S.Pd., M.Pd., serta jajaran dosen PGSD FIP UNESA.
Langkah ini diambil guna merespon tantangan mutakhir dunia pendidikan nasional berdasarkan data PISA 2022 dan 2025, keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), serta literasi dan numerasi siswa Indonesia yang masih berada pada kualifikasi relatif rendah. Sebagian besar peserta didik tingkat sekolah dasar hingga menengah masih berada pada tingkat pemahaman dasar (LOTS).
Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan pembelajaran yang memuliakan peserta didik. Pendekatan ini berfokus pada penciptaan suasana belajar yang berkesadaran (Mindful), bermakna (Meaningful), dan menggembirakan (Joyful) melalui integrasi secara holistik.
Dalam paparannya, Prof. Suyanto menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya materi, melainkan juga terintegrasi oleh empat olah yakni: Olah Pikir untuk mengasah akal budi, kognitif, serta analisis pemecahan masalah, Olah Hati untuk membentuk budi pekerti, nilai moral, dan spiritualitas, Olah Rasa untuk mengembangkan empati, kepekaan estetika, dan hubungan antar sesama, dan Olah Raga untuk menjaga kesehatan fisik dan kebugaran.
Penerapan pembelajaran mendalam di jenjang sekolah dasar menitikberatkan pada pengembangan pemahaman konsep anak secara kritis, kreatif, analitis, dan aplikatif dalam lingkungan yang aman serta menyenangkan. Oleh karena itu, mahasiswa PGSD dituntut untuk memahami 3 tahapan pengalaman belajar utama yakni memahami, mengaplikasikan, dan merefleksi.
Guna mendukung implementasi pendekatan ini, mahasiswa PGSD wajib menguasai keterampilan mendasar, mulai dari penerapan teknik bertanya tingkat tinggi (HOTS), desain pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan sekitar, hingga integrasi teknologi digital interaktif.
Dengan hadirnya arah kebijakan pembelajaran mendalam ini, calon lulusan PGSD diharapkan tidak hanya siap mengajar di depan kelas, tetapi mampu membentuk generasi SD yang berkarakter, mandiri, berdaya nalar tinggi, dan siap menghadapi masa depan.
Penulis: Keisha Meizi Afdarista (PGSD)
Editor: Florencya Agatha (MP)
Dokumentasi: Tim PIF
