Memuat halaman...

FIP UNESA

FIP Media Bootcamp 2026: Level Up Your Journalism & Broadcasting Skills! 

Sabtu, 29 Agustus 2026

FIP Media Bootcamp 2026: Level Up Your Journalism & Broadcasting Skills! 


fip.unesa.ac.id SURABAYA - Pusat Informasi Fakultas (PIF) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar FIP Media Bootcamp 2026: Pelatihan Jurnalistik & Broadcasting pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Kegiatan ini mengusung tema “MEDIA-FORMASI: Level Up Your Journalism & Broadcasting Skills!”, kegiatan digelar di Auditorium O5 Lantai 3 dan diikuti peserta dari selingkung FIP UNESA, mulai dari jenjang S1, S2, hingga S3.

FIP Media Bootcamp 2026 menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan di bidang jurnalistik dan broadcasting. Pelatihan ini memberikan pembekalan mengenai kemampuan menulis, pemahaman etika informasi, alur produksi, pengelolaan peralatan dan kegiatan media, serta kesiapan menghadapi dunia media. 

Pada sesi materi pertama, peserta mendapatkan pembekalan jurnalistik dari Andreas Arisotya, SPT dari LPP TVRI Jawa Timur melalui materi “Memahami Kriteria dan Unsur Nilai Berita di Era Society 5.0”. Materi tersebut membahas perkembangan jurnalistik di tengah pemanfaatan teknologi digital, data, dan kecerdasan buatan dengan tetap memperhatikan kaidah jurnalistik serta kebutuhan masyarakat. Salah satu pembahasan utama adalah nilai berita (news values) yang menjadi pertimbangan dalam menentukan kelayakan sebuah peristiwa untuk diberitakan. Peserta dikenalkan dengan timeliness atau kebaruan, impact atau dampak, proximity atau kedekatan, prominence atau ketokohan, conflict, unusualness/novelty, human interest, currency, dan usefulness.

Di era digital, nilai berita juga berkaitan dengan kebutuhan audiens. Informasi tidak hanya disampaikan karena suatu peristiwa terjadi, tetapi perlu dilihat dari relevansi, dampak, dan manfaatnya bagi masyarakat. Berita diharapkan dapat membantu audiens memahami pentingnya suatu informasi sekaligus mengetahui hal yang dapat dilakukan setelah memperoleh informasi tersebut.

Materi juga menekankan pentingnya verifikasi informasi melalui prinsip “check and recheck”. Sebelum dipublikasikan, informasi perlu dipastikan kebenaran, akurasi, dan validitasnya melalui konfirmasi kepada pihak terkait, pencocokan dengan bukti pendukung, serta pengecekan kredibilitas sumber. Pada bagian akhir materi, peserta kembali diingatkan bahwa perkembangan teknologi membuat informasi dapat disebarkan dengan cepat. Namun, kecepatan tersebut tetap perlu diimbangi dengan proses verifikasi agar berita yang disampaikan tidak hanya cepat diketahui, tetapi juga dapat dipercaya.

Sebagai tindak lanjut materi jurnalistik, Andreas memberikan penugasan kepada peserta untuk menerapkan pemahaman yang telah diperoleh selama sesi. Pembekalan dalam FIP Media Bootcamp 2026 turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah informasi, menulis berita, serta melakukan verifikasi informasi. Keterampilan tersebut menjadi bekal bagi peserta untuk menghadapi perkembangan media dan teknologi di era Society 5.0.

Materi selanjutnya beralih ke ranah teknis produksi yang dipandu langsung oleh narasumber berpengalaman, Nanda Pudjo Kusumo, S.I.Kom., M.Pd., dari Kece Media by Unea. Materi ini membedah dibalik layar produksi acara. Dari pengoperasian perangkat lunak Open Broadcaster Software (OBS) hingga penataan tata letak siaran. 

Tidak hanya teori, peserta dibagi kedalam beberapa kelompok dan diminta untuk merancang tata letak siaran dalam kegiatan kampus. Dalam sesi ini peserta terlihat antusias dalam berdiskusi dan merancang strategi. PIF juga ikut andil dalam memberikan arahan serta masukan kepada peserta. sesi diskusi dilanjutkan dengan pemaparan hasil yang disampaikan oleh perwakilan kelompok.

Selanjutnya, Nanda Pudjo Kusumo, S.I.Kom., M.Pd., melanjutkan materinya seputar penggunaan perangkat lunak OBS. Dalam materi ini, peserta dikenalkan tentang aplikasi OBS dan diajak praktik dalam penggunaannya. 

​Melalui sesi ini, para peserta diajak memahami bahwa OBS merupakan portable yang memegang kendali penuh atas jalannya siaran. Peserta dipandu dari tahap paling dasar, mulai dari cara memasukan gambar, mengenal sumber suara, hingga cara menghubungkan tangkapan kamera eksternal ke dalam sistem komputer.

Sesi materi diakhiri dan dilanjut dengan pemberian cinderamata kepada narasumber. Dengan ini, mahasiswa FIP UNESA tidak hanya berbekal ilmu pengetahuan dalam kelas. Tetapi juga memiliki keterampilan yang aplikatif untuk siap terjun ke dunia media.

Penulis: Muhammad Danar (BK), Rinjani Risna (MP)

Editor: Lina Nur Laili

Share