fip.unesa.ac.id., Surabaya – Semangat berprestasi di kalangan mahasiswa terus menunjukkan geliat positif. Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Firginius Pieter Sawu, mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan (TP) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA) angkatan 2023. Di tengah kesibukan perkuliahan, Firginius memilih untuk tidak hanya menjadi mahasiswa yang sekadar hadir di ruang kelas, tetapi juga aktif mengukir prestasi melalui berbagai kompetisi akademik.
Ketertarikan Firginius terhadap dunia perlombaan tidak muncul begitu saja. Ia melihat bahwa berbagai kompetisi seperti micro teaching, fotografi, dan lomba esai memiliki keterkaitan erat dengan bidang yang dipelajari di program studinya. Dari situlah muncul keinginan untuk mencoba sekaligus mengasah kemampuan yang ia peroleh selama kuliah melalui ajang kompetitif.
“Motivasi saya sederhana. Saya tidak ingin hanya berkuliah saja, tetapi juga ingin mendapatkan prestasi yang bisa menjadi bukti dari apa yang saya pelajari,” ungkap Firginius.
Baginya, mengikuti perlombaan bukan sekadar mencoba peruntungan. Persiapan yang matang menjadi kunci utama sebelum terjun dalam sebuah kompetisi. Ia juga harus mampu mengatur waktu dengan baik agar tetap dapat menyeimbangkan antara perkuliahan dan aktivitas lomba yang diikuti.
Salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan prestasinya terjadi ketika timnya berhasil menjuarai lomba micro teaching di Universitas Negeri Makassar. Kemenangan tersebut terasa sangat berarti karena sebelumnya tim mereka sempat tidak direkomendasikan untuk mengikuti kompetisi tersebut karena beberapa alasan.
Namun keadaan justru berubah menjadi pembuktian. Dengan kerja sama yang kuat dan persiapan yang serius, tim Firginius mampu menunjukkan kemampuan mereka hingga akhirnya berhasil meraih gelar juara.
“Dari situ kami belajar bahwa kerja sama tim sangat penting. Ketika semua anggota kelompok saling mendukung, hasilnya bisa melampaui ekspektasi,” katanya.
Firginius juga dikenal sebagai pribadi yang selalu terbuka terhadap hal-hal baru. Setiap kali ingin mengikuti sebuah lomba, ia terlebih dahulu mempelajari bidang yang akan diikuti agar dapat mempersiapkan diri dengan maksimal. Kepercayaan diri pun ia bangun dari dalam diri.
“Saya selalu mengatakan kepada diri sendiri bahwa saya layak menjadi juara. Kalimat sederhana itu membuat saya lebih percaya diri saat berkompetisi,” ujarnya.
Selain usaha pribadi, dukungan dari lingkungan sekitar juga menjadi faktor penting dalam perjalanan prestasinya. Dukungan dari teman-teman membuatnya semakin termotivasi untuk terus mencoba berbagai peluang kompetisi yang ada.
Dari pengalaman mengikuti lomba, Firginius tidak hanya memperoleh prestasi, tetapi juga mendapatkan banyak relasi baru serta pengalaman kerja sama tim yang berharga. Pengalaman tersebut menurutnya turut membentuk kepercayaan diri serta membuka wawasan baru dalam berinteraksi dengan banyak orang.
Dalam perjalanan intelektualnya, Firginius mengaku sangat mengagumi pemikiran-pemikiran B.J. Habibie yang dikenal sebagai sosok visioner dalam bidang teknologi dan pendidikan. Inspirasi tersebut mendorongnya untuk terus berkembang dan berkontribusi melalui bidang yang ia tekuni.
Ke depan, Firginius memiliki target yang lebih besar. Ia tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti berbagai kompetisi bergengsi di tingkat nasional, seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM).
Bagi mahasiswa lain yang masih ragu untuk mencoba, Firginius memiliki pesan sederhana namun kuat.
“Jangan pernah merasa kalau kalian tidak bisa. Tanamkan dalam diri bahwa kalian mampu, karena keyakinan itu akan mendorong kita untuk terus berusaha,” pesannya.
Untuk menjaga konsistensi aktivitasnya, Firginius memiliki kebiasaan sederhana namun efektif, yakni dengan mencatat berbagai kegiatan yang ingin ia lakukan. Dengan cara itu, ia dapat mengatur prioritas serta menjalankan setiap rencana dengan lebih terarah.
Perjalanan Firginius Pieter Sawu menjadi contoh bahwa prestasi tidak datang secara instan. Dibutuhkan keberanian untuk mencoba, kedisiplinan dalam mempersiapkan diri, serta keyakinan bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi untuk berkembang dan meraih pencapaian yang lebih tinggi.
Penulis: Nabila Robina (PLB), Yesi Seha (TP)
Editor: Lina Nur Laili (PLB)