fip.unesa.ac.id, 16 April 2025 — Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong terwujudnya tata kelola organisasi yang bersih, transparan, dan akuntabel melalui penguatan implementasi Zona Integritas (ZI). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Zona Integritas yang dilaksanakan pada Rabu (16/4) di Ruang Sidang FIP UNESA. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, tim penggerak Zona Integritas, koordinator program studi, kepala laboratorium, serta tenaga kependidikan sebagai bentuk sinergi bersama dalam membangun budaya kerja berintegritas di lingkungan fakultas.
Dalam sambutannya, Dekan FIP UNESA, Prof. Dr. Mochamad Nursalim, M.Si., menegaskan bahwa Zona Integritas bukan sekadar program administratif, melainkan gerakan perubahan budaya kerja yang harus diimplementasikan secara konsisten dalam setiap lini pelayanan. Ia menekankan bahwa tata kelola bersih hanya dapat terwujud apabila seluruh unsur organisasi memiliki komitmen yang sama dalam menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Menurutnya, penguatan Zona Integritas harus dimulai dari pembenahan sistem kerja, peningkatan disiplin layanan, serta penguatan integritas individu sebagai fondasi utama organisasi yang sehat.
Pada sesi pemaparan, tim Zona Integritas FIP UNESA menjelaskan berbagai langkah strategis yang telah dan akan dilakukan dalam mendukung tata kelola bersih. Langkah tersebut meliputi penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP), optimalisasi layanan berbasis digital, peningkatan keterbukaan informasi publik, serta penguatan mekanisme pengaduan masyarakat. Selain itu, disampaikan pula pentingnya monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan setiap kebijakan dan layanan berjalan sesuai dengan regulasi dan prinsip good governance. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan sistem kerja yang lebih efektif, efisien, dan terukur.
Kegiatan penguatan ini juga menjadi forum refleksi bersama bagi seluruh unit kerja untuk mengevaluasi capaian serta mengidentifikasi area perbaikan. Dalam sesi diskusi interaktif, masing-masing unit menyampaikan praktik baik yang telah diterapkan, seperti peningkatan kualitas layanan akademik, percepatan proses administrasi, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung transparansi layanan. Berbagai tantangan yang dihadapi pun dibahas secara terbuka, sehingga solusi yang dirumuskan bersifat kolaboratif dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, FIP UNESA menegaskan keseriusannya dalam mendukung pembangunan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) di lingkungan universitas. Fakultas meyakini bahwa keberhasilan Zona Integritas tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen pendukung, tetapi oleh konsistensi implementasi nilai-nilai integritas dalam praktik pelayanan sehari-hari. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen kolektif, FIP UNESA optimistis mampu menghadirkan tata kelola fakultas yang bersih, profesional, dan terpercaya, sekaligus memberikan layanan pendidikan yang bermutu dan berorientasi pada kepuasan pemangku kepentingan.
Penguatan Zona Integritas ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan yang terus dikawal dan dievaluasi secara sistematis. Dengan demikian, integritas tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap aktivitas akademik dan nonakademik di lingkungan FIP UNESA.