fip.unesa.ac.id., Surabaya, 28 Januari 2026 – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan webinar bertajuk “Smart Research Revolution: Metode Penelitian Berbasis AI di Era Digital” dalam rangkaian Webinar Series FIP. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan terbuka untuk umum, dengan tujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pengembangan metode penelitian di era digital.
Acara diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Wakil Dekan II Dr. Andi Kristanto, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kemampuan sivitas akademika dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya pemanfaatan AI dalam kegiatan penelitian. Selain itu, penguasaan metode penelitian berbasis AI menjadi salah satu kompetensi penting di era digital agar penelitian yang dihasilkan lebih efektif, relevan, dan berdaya saing. Ia berharap melalui webinar ini, dosen dan mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi AI secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam proses penelitian ilmiah.
Webinar ini menghadirkan Prof. Dr. Sugiyono, M.Pd., Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai pemateri eksklusif. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa perkembangan AI telah membawa perubahan signifikan dalam praktik penelitian, terutama dalam meningkatkan efisiensi, ketepatan, dan kualitas hasil riset. Namun demikian, ia, menegaskan bahwa AI harus diposisikan sebagai alat bantu peneliti, bukan sebagai pengganti peran berpikir ilmiah dan pengambilan keputusan metodologis.
Prof. Dr. Sugiyono memaparkan materi mengenai penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan menekankan pada tingkat kesulitan R&D yang ditentukan oleh kompleksitas dan keutuhan produk yang dikembangkan. Beliau mengklasifikasikan R&D ke dalam empat kategori, yaitu produk utuh dan kompleks, produk komponen yang kompleks, produk komponen sederhana, serta produk utuh sederhana. Klasifikasi ini bertujuan membantu peneliti dalam menentukan desain penelitian, strategi pengembangan, serta tingkat pemanfaatan teknologi, termasuk AI, yang sesuai dengan karakteristik produk penelitian.
Dalam konteks pemanfaatan AI, Guru besar UNY tersebut menekankan bahwa semakin kompleks produk yang dikembangkan, maka semakin dibutuhkan dukungan teknologi untuk membantu analisis data, pemodelan, dan pengambilan keputusan penelitian. Namun, pada setiap tingkat R&D, peneliti tetap harus menjaga validitas, kejelasan prosedur, serta etika penelitian agar hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Kegiatan webinar berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi yang diikuti secara antusias oleh peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, dosen, guru, hingga praktisi pendidikan. Berbagai pertanyaan diajukan terkait penerapan AI dalam penelitian, khususnya dalam penelitian pengembangan, serta tantangan yang dihadapi peneliti dalam menyesuaikan metode penelitian dengan perkembangan teknologi digital.
Melalui terselenggaranya webinar “Smart Research Revolution: Metode Penelitian Berbasis AI di Era Digital”, FIP UNESA berharap kegiatan ini dapat meningkatkan literasi riset sivitas akademika serta mendorong lahirnya penelitian yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Webinar ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun budaya riset yang berkualitas dan berdaya saing di era digital.