Ungkap Peran FC-SVI dalam Pembelajaran Automata, Tjatursari Widiartin Resmi Menjadi Doktor

fip.unesa.ac.id Surabaya — Program Studi S-3 Teknologi Pendidikan (TP) , Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), menggelar Ujian Disertasi Terbuka pada Kamis, 29 Januari 2026. Dalam sidang tersebut, Tjatursari Widiartin, S.Kom., M.Kom., resmi menyandang gelar doktor setelah dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude, meraih nilai akhir 87,58 dan IPK 3,98.

Dalam ujian terbuka tersebut, Tjatursari mempresentasikan disertasi yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Flipped Classroom Terintegrasi Simulator dan Video Interaktif serta Kapasitas Working Memory terhadap Motivasi dan Hasil Belajar pada Mata Kuliah Automata bagi Mahasiswa Informatika Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar mahasiswa, khususnya pada kemampuan analisis dan perancangan automata, yang diperkuat oleh perbedaan kapasitas working memory mahasiswa.

Model “FC-SVI” dirancang untuk mendorong pembelajaran mandiri dan aktif. Pada tahap pre-class, mahasiswa mempelajari materi melalui video interaktif, sementara pada tahap in-class mahasiswa menggunakan simulator automata untuk berdiskusi, berlatih, dan menyelesaikan masalah. Seluruh proses pembelajaran difasilitasi melalui Learning Management System (LMS).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan “FC-SVI” berpengaruh signifikan terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar mahasiswa. Model ini terbukti sangat membantu mahasiswa dengan kapasitas working memory rendah karena video interaktif dan simulator mampu mengurangi beban kognitif dan mempermudah pemahaman konsep, sehingga kesenjangan hasil belajar dapat ditekan.

Sebagai tindak lanjut, Tjatursari menyampaikan komitmennya untuk mengembangkan model ini di tingkat kelembagaan. Pengembangan tersebut meliputi dukungan terhadap penerbitan Program Studi Pendidikan Informatika, mendorong transformasi digital pembelajaran, melakukan sosialisasi model FC-SVI kepada dosen, serta mentransfer hasil penelitian untuk diterapkan pada mata kuliah lain yang memiliki karakteristik materi kompleks.

Menutup sidang, Prof. Dr. Andi Kristanto, M.Pd., berpesan agar hasil riset ini terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara luas. “Ilmu yang diperoleh hendaknya tidak hanya berhenti pada disertasi, tetapi juga dibagikan dan digunakan untuk menyelesaikan persoalan pendidikan di masyarakat,” ujarnya.

Penulis: Zahira (PGSD)
Editor: Fadilla (PGSD)