fip.unesa.ac.id, SURABAYA — Sebagai upaya mewujudkan kampus yang inklusif, sejumlah perguruan tinggi di Malaysia telah melangkah lebih maju dengan menyediakan layanan ibadah ramah disabilitas, lengkap dengan alat bantu seperti Al-Qur’an Braille untuk mahasiswa tunanetra dan penerjemah bahasa isyarat untuk mahasiswa tunarungu. Inovasi ini dianggap praktik baik yang patut ditiru oleh kampus-kampus di Indonesia, termasuk Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Di Universiti Malaya (UM) Malaysia, menghadirkan fasilitas Al-Qur’an Braille dan kehadiran penerjemah bahasa isyarat untuk khutbah shalat Jumat dan ceramah keagamaan. Bahkan, dalam proyek kolaborasi penelitian pengembangan masjid ramah disabilitas, UM telah menerapkan standar fasilitas meliputi Al-Qur’an Braille, penerjemah bahasa isyarat, visualisasi video waktu shalat dan tata cara ibadah, serta kemudahan akses ruang shalat bagi seluruh penyandang disabilitas.
Sementara itu, Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) meluncurkan aplikasi i-Sign Ibadah yang memuat banyak istilah ibadah dalam bahasa isyarat mencakup tujuh bagian utama mulai dari Syahadah, Taharah, Salat, Puasa, Zakat, hingga Haji. Aplikasi ini dapat diunduh gratis di Google Play Store dan Apple App Store. USIM juga sudah memperkenalkan aplikasi Al-Qur’an Isyarat pertama di Malaysia yang memungkinkan penyandang tunarungu membaca Al-Qur’an menggunakan isyarat kode tangan.
Di sisi lain, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNESA selama ini telah menunjukkan komitmen kuat terhadap pendidikan inklusif. FIP UNESA dinobatkan sebagai kampus ramah disabilitas dan terus menggerakkan kerja sama dengan berbagai instansi untuk mewujudkan lingkungan kampus yang responsif terhadap penyandang disabilitas.
Tak hanya itu, FIP UNESA juga telah meresmikan fasilitas fisik baru seperti Auditorium O5, Outdoor Co-Working Space, dan lobi FIP yang semuanya dirancang untuk mendukung ekosistem akademik yang inklusif. Beberapa program unggulan juga telah berjalan, seperti Jobdis (platform digital untuk penyaluran kerja bagi disabilitas).
Dengan melihat inovasi dari Malaysia, FIP UNESA diharapkan segera melengkapi program layanan ibadah inklusif baik melalui pengadaan Al-Qur’an Braille secara permanen, penerjemah bahasa isyarat tetap di setiap shalat Jumat, hingga pengembangan aplikasi panduan ibadah digital seperti yang telah dilakukan USIM. Langkah kecil ini akan membawa kampus semakin mantap sebagai kampus inklusif yang tidak hanya setara dalam pendidikan, tetapi juga dalam ibadah.
Penulis : Rinjani Risna Arum (MP)
Editor : Dede Rahayu Adiningtyas (PGSD)
Dokumentasi : unsplash