fip.unesa.ac.id SURABAYA – Semangat mewujudkan pendidikan berkualitas dan inklusif sebagaimana tercantum dalam Sustainable Development Goals (SDG 4) terus digaungkan oleh generasi muda Indonesia. Salah satu sosok inspiratif tersebut adalah Moch. Fadillah Akbar, mahasiswa tuli Program studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yang berhasil meraih juara 1 Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Disabilitas tahun 2026.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa dedikasi, kerja keras, dan konsistensi mampu membawa seseorang meraih pencapaian besar sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya di bidang akademik, Akbar juga dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam mengembangkan inovasi, komunitas, dan gerakan inklusi pendidikan bagi penyandang disabilitas.
Berbagai prestasi berhasil ia raih, mulai dari ajang tingkat provinsi, nasional, hingga internasional di bidang kreativitas, inovasi, dan pengembangan komunitas. Selain aktif meraih penghargaan, ia juga terlibat dalam berbagai gerakan dan program yang mendukung pendidikan inklusif serta pemberdayaan komunitas disabilitas. Beragam pencapaian tersebut menjadi bukti dedikasi dan konsistensinya dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa motivasi terbesarnya adalah menjadi penggerak inklusi yang mampu memberikan dampak nyata bagi komunitas disabilitas. Baginya, pendidikan harus menjadi ruang yang setara bagi semua orang tanpa memandang keterbatasan yang dimiliki.
“Saya ingin menjadi penggerak inklusi yang berdampak nyata bagi komunitas disabilitas. Melalui inovasi pendidikan dan kreativitas visual, saya ingin mendedikasikan diri tanpa batas demi menciptakan kesetaraan,” ujarnya.
Perjalanan menuju gelar Juara 1 Mapres tentu tidak mudah. Ia mengaku harus membagi waktu antara perkuliahan, organisasi, dan persiapan lomba dalam waktu yang cukup singkat. Persiapan dilakukan mulai dari mendata capaian unggulan, menyiapkan ide inovasi, hingga berlatih presentasi agar dapat menyampaikan gagasan dengan maksimal.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan terletak pada banyaknya aktivitas, melainkan sempitnya waktu persiapan untuk menghadapi proses seleksi yang besar. Meski demikian, ia berhasil menyelesaikan seluruh persiapan dengan kerja keras dan konsistensi.
Dukungan keluarga, teman seperjuangan, dan pihak kampus menjadi faktor penting dalam perjalanan prestasinya. Ia menilai lingkungan kampus, khususnya FIP UNESA, mulai menunjukkan dukungan terhadap pendidikan inklusif melalui kurikulum dan fasilitas yang ramah bagi mahasiswa.
“Lingkungan kampus memberikan ruang bagi saya untuk membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk meraih prestasi tinggi,” pungkasnya.
Di tengah berbagai aktivitas, ia menerapkan skala prioritas dan jadwal harian yang disiplin agar kegiatan akademik, organisasi, dan pengembangan diri dapat berjalan beriringan tanpa ada yang terabaikan.
Pencapaian yang diraih membuat dirinya semakin percaya diri untuk terus berkarya dan memberikan dampak bagi masyarakat. Ke depan, ia berencana melanjutkan studi Magister PLB sekaligus memperbesar organisasi yang telah dibangunnya agar mampu menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas.
Melalui prestasi dan kontribusinya, Moch, Fadillah Akbar menjadi contoh nyata implementasi SDG 4 dalam kehidupan mahasiswa. Semangatnya dalam memperjuangkan pendidikan inklusif menunjukkan bahwa akses pendidikan yang setara dapat membuka peluang besar bagi setiap individu untuk berkembang dan berprestasi.
Ia membagikan pesan inspiratif kepada generasi muda agar terus percaya pada kemampuan diri sendiri.
“Jangan fokus pada apa yang tidak kita miliki, tetapi fokuslah pada potensi yang bisa kita asah, karena setiap orang punya jalur suksesnya masing-masing selama mau terus berusaha,” tutupnya.
Penulis: Evelyn Salsabila Asmara (MP)
Editor: Lina Nur Laili (PLB)
Dokumentasi: Humas UNESA