Mahasiswa PGSD FIP UNESA Dorong Sustainability Awareness melalui Edukasi Coral Reef dan Microplastic Pollution di Mero Foundation, Bali

fip.unesa.ac.id., Surabaya – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjalani program magang di Mero Foundation Bali sebagai sarana memperluas pengalaman belajar di luar perkuliahan. Dede Rahayu Adiningtyas, mahasiswa PGSD angkatan 2023, mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap isu lingkungan menjadi alasan utama untuk bergabung dengan organisasi non-pemerintah (NGO) yang bergerak di bidang edukasi dan riset kelautan di wilayah Karangasem, Bali.

Selama masa perkuliahan, mahasiswa yang kerap disapa Dera sudah familier melakukan observasi dan praktik pembelajaran di sekolah dasar daerah kampus, Surabaya. Hal ini mendorongnya untuk mencari pengalaman baru dari program magangnya di semester 5, mulai bulan september hingga november. Ia menilai pendidikan lingkungan merupakan materi penting yang perlu dikenalkan sejak usia dini. Program magang di Mero Foundation memberikan kesempatan baginya untuk memahami sekaligus mengajarkan isu lingkungan secara langsung kepada peserta didik, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir.

Dalam pelaksanaan magang, Dera berkontribusi dalam merancang media pembelajaran dan mengimplementasikannya pada dua program utama, yaitu Science Education di sekolah dasar dan program Local Development melalui Bali Dive. Pada pembelajaran di sekolah dasar, Dera menekankan peningkatan kesadaran keberlanjutan (sustainability awareness), terutama terkait permasalahan mikroplastik dan pelestarian terumbu karang dengan menggunakan pendekatan inkuiri.

Program Bali Dive melibatkan peserta dengan rentang usia yang beragam, mulai dari siswa kelas 2 sekolah dasar hingga kelas 7 sekolah menengah pertama. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan ekosistem laut, pengelolaan sampah, serta pentingnya menjaga terumbu karang. Proses pembelajaran dikemas secara interaktif dan dilengkapi dengan kegiatan praktik langsung, seperti snorkeling dan scuba, sehingga anak-anak dapat belajar secara kontekstual dari lingkungan sekitarnya.

Untuk menunjang efektivitas pembelajaran, Dera mengembangkan berbagai media interaktif, antara lain puzzle biota laut, permainan ular tangga bertema ekosistem laut, serta flashcard yang mengangkat isu keberlanjutan terumbu karang dan mikroplastik.

“Isu mikroplastik sangat dekat dengan siswa di sana, apalagi mikroplastik sudah mengancam kelestarian terumbu karang. Perlu adanya edukasi sejak dini untuk membersamai mereka dalam menjaga lingkungan terumtama dekat dengan tempat tinggal mereka,” jelas Dera.

Selain kegiatan mengajar, Dera juga terlibat dalam berbagai aktivitas pendukung yang menjadi bagian dari program Mero Foundation, salah satunya kegiatan beach clean up yang rutin dilaksanakan setiap bulan. Mero Foundation turut menyelenggarakan pertemuan daring mingguan yang dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi, pelaporan perkembangan kegiatan magang, serta diskusi kajian literatur untuk mendukung progres program.

Pengalaman paling berkesan selama mengikuti program magang dirasakan ketika Dera terlibat langsung dalam kegiatan pembersihan pantai dan laut. Lingkungan sekitar Mero Foundation menunjukkan budaya kolektif yang kuat dalam menjaga ekosistem laut, terutama di kawasan yang dikenal memiliki terumbu karang dan aktivitas penyelaman yang intensif. Keterlibatan komunitas, akademisi, dan pelaku wisata dalam kegiatan konservasi memberikan pengalaman belajar serta memperluas wawasan mahasiswa tentang keberlanjutan lingkungan.

Ide dan media pembelajaran yang dikembangkan selama program magang memperoleh apresiasi dari pihak Mero Foundation dan diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Melalui pengalaman tersebut, Dera berharap kontribusi yang telah diberikan mampu menumbuhkan kesadaran dan kepedulian nyata peserta didik terhadap lingkungan laut, sekaligus memperkuat peran pendidikan dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan sejak usia dini.

Penulis: Lina Nur Laili (PLB)

Dokumentasi: Dede Rahayu Adiningtyas