Memuat halaman...

FIP UNESA

Yudisium ke-95, Fakultas Ilmu Pendidikan Luluskan 252 Mahasiswa

Senin, 22 Juli 2019

Yudisium ke-95, Fakultas Ilmu Pendidikan Luluskan 252 Mahasiswa

fip.unesa.ac.id – Surabaya, “Selamat dan sukses kepada yudisiawan dan yudisiwati Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) angkatan 95”ujar Dekan FIP 2019. Acara Yudisium FIP yang diselenggarakan pada Senin, 8 Juli 2019 telah berhasil berjalan dengan sukses dan lancar serta berhasil melaporkan bahwa terdapat 252 mahasiswa dari 8 jurusan yang ada di FIP (PG-PAUD, PLB/Pendidikan Luar Biasa, MP/Manajemen Pendidikan, KTP/Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, BK/Bimbingan dan Konseling, Psikologi, PGSD/Pendidikan Guru Sekolah Dasar, dan PLS/Pendidikan Luar Sekolah) yang lulus. Keberhasilan dan kesuksesan acara ini tidak luput atas kerjasama dari beberapa pihak yang telah bersedia menghadiri acara sakral ini di Auditorium O5 lantai 3. Adapun yang menghadiri acara ini ialah pihak birokrasi fakultas; Dekan FIP, Wakil Dekan Bidang Akademik, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni; Ketua dan Sekretaris Jurusan; Pendidik dan Tenaga Pendidik FIP; Wali Mahasiswa peraih IPK terbaik pertama setiap jurusan.

Acara Yudisium angkatan ke-95 yang dibuka oleh Dekan FIP, Dr. Nursalim, M.Pd ini pun berhasil menciptakan kesan spesial tersendiri bagi mahasiswa yang di-yudisiumkan. “Perasaan saya campur aduk, antara bahagia dan cemas. Bahagia karena bisa membanggakan orang tua. Di sisi lain cemas, karena semakin besar tanggung jawab yang akan diemban dengan gelar yang telah saya peroleh” ujar Trisya Maritaria, peserta Yudisium dari Jurusan PGSD yang juga merupakan peraih IPK terbaik se-FIP. Adapun nama-nama mahasiswa yang berhasil memperoleh predikat 3 besar peraih IPK terbaik se-FIP ialah Trisya Maritaria dengan IPK 3.84 dari jurusan PGSD, Mega Silviani dengan IPK 3.82dari jurusan MP, dan Laila Idfi Ulwawiyah dengan IPK 3.81 dari jurusan KTP. Ketiga mahasiswa peraih IPK terbaik tersebut di beri penghargaan uang pembinaan sebesar Rp 1.000.000,- (IPK terbaik pertama); Rp 750.000,- (IPK terbaik kedua); Rp 500.000,- (IPK terbaik ketiga).

“Ketika kuliah saya tergolong mahasiswa aktif, banyak kegiatan yang saya lakukan, diantaranya menjadi guru les, guru ekstra, pengurus HMJ, pengurus ekstrakurikuler tari. Saya benar-benar harus memanfaatkan waktu dengan baik. Saya pun pernah mendapati mata kuliah yang memang terasa sulit tapi segala cara untuk bisa dan mendapat nilai baik saya lakukan. Saya pernah mendapatkan IPS yang anjlok sehingga IPK saya turun drastis. Hal itu membuat saya kecewa dan saya selalu mengatakan dan menampilkan performa baik setiap saat.” Ujar Trisya Maritaria Trisya pun berpesan kepada adik-adik angkatannya bahwa memang IPK tinggi bukanlah jaminan untuk sukses, tetapi melalui IPK kita dapat membanggakan orang tua. Kuliah sebaik mungkin jangan menjadi mahasiswa pasif, jangan pernah bilang capek/mengeluh. Jangan menganggap IPK itu tidak penting, yang penting hanya lulus kuliah. Namun sangat perlu diingat bahwa orang tua yang membiayai perkuliahan kita itu sedang bekerja dengan bersusah payah diluar sana untuk demi membiayai dan menafkahi hidup kita di kota perantauan itu. Dalam sambutan yang disampaikan oleh Ketua Jurusan Manajemen Pendidikan pun terselip pesan penting kepada mahasiswanya bahwa agar setelah lulus nanti semoga kesuksesan selalu menyertainya dan selalu-lah menjadi pribadi yang bermanfaat. “Semoga untuk kedepannya dipermudah dalam menempuh pendidikan selanjutnya dan semoga menjadi orang yang bejo.” Pesan terakhir dari ibu Yayuk Sri Rahayu, walimahasiswa Trisya Maritaria.

Kategori: Berita

Share