fip.unesa.ac.id, SURABAYA – Untuk memperkuat pemahaman mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (PLS) mengenai mata kuliah Non-Formal Education Comparison, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA) mengadakan kuliah tamu hybrid bertajuk “Cross-Cultural Perspectives on Non-Formal Education: Case Studies from Uganda and Indonesia”. Acara ini menghadirkan pembicara asal Uganda, Angella Denis, dan diikuti oleh mahasiswa PLS angkatan 2023 melalui Zoom Meeting serta angkatan 2024 secara luring di Auditorium O1 lantai 2 pada Jumat, 21 Maret 2025.
Denis, yang juga merupakan mahasiswa S2 Pendidikan Luar Sekolah UNESA, memperkenalkan pendidikan non-formal di Uganda. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pendidikan non-formal memiliki peran krusial bagi masyarakat di sana. “Banyak anak di Uganda putus sekolah, sehingga pendidikan non-formal yang mencakup keterampilan vokasional sangat diminati untuk meningkatkan keterampilan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi,” ungkapnya.

Pendidikan vokasional di Uganda tidak memiliki persyaratan kualifikasi tertentu, sehingga terbuka bagi siapa saja. Beberapa bentuk pendidikan vokasional yang tersedia antara lain pelatihan pertukangan, tata rambut, mekanik, kerajinan manik-manik, literasi, keterampilan komputer, budidaya lebah, peternakan unggas, menjahit, agrikultural, hingga instalasi elektronik.
Pendidikan non-formal di Uganda juga mencakup program berbasis komunitas, kelas keaksaraan dewasa, pelatihan kejuruan, dan lokakarya keterampilan hidup. Model pendidikan ini menekankan pendekatan berpusat pada peserta didik dengan fokus pada keterampilan praktis dan penerapan di dunia nyata. Program ini bertujuan mengatasi kesenjangan literasi, meningkatkan keterampilan kerja, serta membuka peluang ekonomi. “Selain itu, keterampilan vokasional juga berkontribusi dalam mendukung komunitas rentan, mendorong pembelajaran seumur hidup, serta membekali individu untuk menghadapi tantangan lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Denis.
Melalui program beasiswa dari pemerintah Indonesia, Denis berharap dapat menerapkan wawasan dan keterampilan profesional yang diperolehnya selama studi di Indonesia untuk mengembangkan pendidikan di Uganda setelah menyelesaikan studinya.
Penulis: Nadea Diva Nurfin Afriilia (BK), Chantika Toti Yuliandani (PGSD).