fip.unesa.ac.id, SURABAYA — Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA) terus memperkuat komitmennya dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), termasuk melalui penguatan tata kelola organisasi mahasiswa. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah memastikan keterbukaan informasi dalam proses rekrutmen pengurus organisasi mahasiswa periode 2026.
Informasi open recruitment diumumkan secara luas melalui saluran media sosial, seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok. Pemberitahuan informasi ini bertujuan memberikan akses yang setara kepada seluruh mahasiswa, sehingga kesempatan untuk terlibat dalam kepengurusan tidak terbatas pada kelompok tertentu.
Keterbukaan informasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya anti-nepotisme di lingkungan kemahasiswaan. Dengan akses yang terbuka, proses regenerasi kepemimpinan organisasi diharapkan berjalan lebih partisipatif, objektif, dan berbasis kompetensi.
Dalam kegiatan Pelantikan dan Upgrading Ormawa Periode 2026, Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni FIP, Prof. Budi Purwoko, S.Pd., M.Pd., menyampaikan harapannya agar organisasi mahasiswa tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menghadirkan program kerja yang inovatif, solutif, serta relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan zaman.
Ia menegaskan bahwa organisasi mahasiswa merupakan ruang strategis pembelajaran kepemimpinan, manajemen, dan kolaborasi yang berdampak nyata. Oleh karena itu, tata kelola yang transparan dan akuntabel menjadi pondasi penting dalam menjalankan setiap program kerja.
Melalui keterbukaan informasi dan penguatan sistem organisasi, FIP UNESA menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak hanya diterapkan pada layanan administrasi, tetapi juga pada pembinaan kemahasiswaan sebagai ruang strategis pembentukan karakter dan kepemimpinan yang bebas dari praktik nepotisme.
Penulis: M. Danar Z.S. (BK)
Editor: Lina Nur Laili (PLB)
Dokumentasi: BEM FIP UNESA