PKKMB FIP UNESA Di Hari Kedua, Dorong Mahasiswa Cegah Kekerasan Seksual Dan Bullying

fip.unesa.ac.id, Surabaya 23 Agustus – Kejahatan kekerasan seksual dan perilaku bullying marak terjadi di lingkungan kampus. Kampus sebagai tempat untuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi, kerap dijadikan kesempatan bagi para oknum untuk memanfaatkan mahasiswa sebagai subjeknya.

 Untuk mencegah perilaku tersebut, Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA getol menyadarkan mahasiswa baru melalui pelaksanaan PKKMB di hari kedua, pada rabu, 23 Agustus 2023 di gelanggang olahraga (GOR) Tenis.

Pada kesempaan itu, Dr. Diana Rahmasari S.Psi.,M.Si., memaparkan terkait antikekerasan seksual dan perilaku bullying. Jenis-jenis bullying itu meliputi bentuk fisik, bentuk verbal, dan bersifat psikologis, sedangkan kekerasan seksual meliputi merendahkan, menghina, menyerang tubuh, melakukan perbuatan yang di luar norma tanpa persetujuan korban yang terjadi didepan umum maupun di dunia maya.

“Perilaku bullying sangatlah menyakiti fisik maupun psikologis para korban. Karena jika tidak, korban bullying akan mengalami trauma yang berkepanjangan hingga usia dewasa, begitu juga dengan kekerasan seksual” jelasnya

Dari hal itu, dosen psikologi itu menjelaskan terdapat hal-hal yang mesti dilakukan oleh mahasiswa. Pertama, ikuti kegiatan yang positif dan memberikan value untuk mengembangkan potensi. Kedua, bacalah buku yang positif dan selaras dengan minat dan bidang yang ingin digeluti. Ketiga, kembangkan pola pikir yang positif dan bentuklah mimpi diri dengan jelas.

Sementara itu, Dr. Ima Widiyanah M. Pd., memaparkan  materi tentang bela negara.  Ia menyampaikan bahwa upaya bela negara sangat penting dilakukan oleh seluruh warga negara Indonesia, terutama para mahasiswa sebagai insan pencetak generasi muda yang unggul. Seperti yang tertuang dalam Pasal 27 ayat (3) bahwa sejatinya setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara. Nah, bentuk dari implementasi yang dapat dilakukan dengan belajar sungguh-sungguh dan tidak melupakan kewajiban sebagai seorang pelajar.

“Contoh pelaksanaan bela negara dimulai dari hal kecil, seperti belajar dan mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga tidak hanya memperoleh input melainkan mahasiswa juga yang dapat mennghasilkan output yang berguna bagi kehidupan kedepannya,” jelasnya.

Tak hanya itu, PKKMB FIP juga melaksakan FGD guna meningkatkan critical thinhking mahasiswa setelah mendapatkan materi pada hari kedua ini. Sebelum mengakhiri kegiatan, para Garda Dewantara melakukan koreografi yakni berupa paper moop di halaman Gor Tenis UNESA.

Penulis: Dimas dan Alfina