Memuat halaman...

FIP UNESA

Zuhrotul Mufidah Raih Gelar Doktor FIP UNESA, Angkat Budaya Sekolah "We are Family" untuk Mewujudkan Student Wellbeing

Senin, 29 Juni 2026

Zuhrotul Mufidah Raih Gelar Doktor FIP UNESA, Angkat Budaya Sekolah "We are Family" untuk Mewujudkan Student Wellbeing

 

fip.unesa.ac.id, SURABAYA – Program Studi S3 Manajemen Pendidikan (MP) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menggelar Sidang Terbuka Disertasi yang dilaksanakan pada Senin, 29 Juni 2026 di Auditorium Gedung O1 Lantai 2 FIP UNESA Kampus Lidah Wetan. Pada kesempatan tersebut, Zuhrotul Mufidah selaku promovenda resmi meraih gelar doktor dengan disertasinya yang berjudul “ Budaya Sekolah "We are Family" untuk mewujudkan kesejahteraan peserta didik (Student Wellbeing)." 

Sidang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Prof. Dr. Mochamad Nursalim, M.Si. selaku Ketua Sidang, Dr. Nunuk Hariyati, S.Pd., M.Pd., Dr. Amrozi Khamidi, S.Pd., M.Pd., Prof. Dr. Suryadi., selaku Penguji. Keberhasilan promovenda dalam menyelesaikan studi doktoral juga tidak terlepas dari pendampingan Prof. Dr. Erny Roesminingsih, M.Si., . selaku Promotor dan Dr. Karwanto, M.Pd., selaku Co-Promotor. Dalam disertasinya, ia mengkaji bagaimana menciptakan kesejahteraan peserta didik (Student Wellbeing) melalui budaya sekolah  We are Family. Menurutnya Student Wellbeing menjadi aspek penting dalam pendidikan karena berperan dalam mendukung keberhasilan belajar, perkembangan potensi peserta didik, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung. Dengan menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran, peningkatan student wellbeing diharapkan mampu membentuk generasi yang berkarakter, berprestasi, dan bahagia.

"Kesejahteraan peserta didik terwujud melalui budaya sekolah yang menciptakan lingkungan aman, nyaman, suportif, dan kekeluargaan dengan mengintegrasikan dukungan akademik, psikologis, sosial dan spiritual, sehingga meningkatkan motivasi belajar, kesejahteraan emosional, karakter positif, dan rasa memiliki terhadap komunitas sekolah," pungkasnya.

Ia juga memaparkan bahwa budaya sekolah yang berorientasi pada student wellbeing akan efektif apabila mengintegrasikan nilai religius, iklim inklusif, komunikasi terbuka, keteladanan guru, keadilan yang non-diskriminatif, serta kolaborasi dengan keluarga dan masyarakat sehingga menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, suportif, dan mendorong perkembangan peserta didik secara optimal secara akademik, psikologis, sosial, dan spiritual. Dalam sidang tersebut, promovenda dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dan berhak menyandang gelar doktor bidang Manajemen Pendidikan. Ia tercatat sebagai doktor ke-127 program studi S3 MP.

 

Penulis: Lina Nur Laili (PLB) 

Editor: Chantika Toti Yuliandani (PGSD) 

Share