Kegiatan ini merupakan tahapan akhir pendidikan doktor yang bertujuan menguji kualitas, kebaruan, serta kontribusi hasil penelitian terhadap pengembangan ilmu Manajemen Pendidikan. Selain menjadi syarat penyelesaian studi doktor, ujian disertasi terbuka juga menjadi forum akademik bagi promovendus untuk mempertahankan hasil penelitian di hadapan tim penguji sekaligus memperoleh berbagai masukan ilmiah yang dapat memperkuat manfaat penelitian bagi pengembangan pendidikan.
Dalam pemaparannya, Layu Marsiana menjelaskan bahwa penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter di tengah tantangan pendidikan abad ke-21. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memerlukan pembentukan karakter yang dilakukan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan. Meskipun berbagai kebijakan seperti Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) telah diterapkan, sekolah masih membutuhkan model implementasi yang mampu mengintegrasikan proses penanaman nilai ke dalam budaya sekolah secara utuh.
Melalui penelitian dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus di SMP Santo Paulus Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah, Layu Marsiana menemukan bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di kelas. Pembentukan karakter justru berlangsung melalui sinergi kepemimpinan sekolah, budaya organisasi, keteladanan, pembiasaan, refleksi, pelayanan, serta evaluasi yang dilakukan secara konsisten. Keterpaduan seluruh komponen tersebut mampu membangun budaya sekolah yang mendukung terwujudnya sekolah efektif.
Salah satu temuan utama dalam penelitian ini adalah lahirnya Model Pendidikan Karakter Berbasis Pauline Ethics sebagai inovasi dalam pengembangan manajemen pendidikan. Model tersebut mengintegrasikan tahapan pemahaman nilai, internalisasi nilai, evaluasi dan penguatan nilai hingga terbentuknya habitus yang menjadi fondasi sekolah efektif. Model ini dikembangkan berdasarkan tiga nilai utama Pauline Ethics, yaitu Regularity, Simplicity, dan Travail, yang diimplementasikan melalui strategi struktural, kultural, dan spiritual secara terpadu sehingga membentuk budaya karakter yang kuat di lingkungan sekolah.
Layu Marsiana menjelaskan bahwa pendidikan karakter tidak dapat dibangun melalui program yang bersifat sesaat. Menurutnya, proses pembentukan karakter harus diawali dengan pemahaman terhadap nilai, dilanjutkan dengan internalisasi melalui berbagai aktivitas sekolah, kemudian diperkuat melalui evaluasi secara berkelanjutan hingga akhirnya menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari seluruh warga sekolah.
Dalam sesi pendalaman materi, tim penguji memberikan apresiasi terhadap kontribusi penelitian yang dinilai mampu memperkaya kajian Manajemen Pendidikan. Penelitian ini tidak hanya menghasilkan model konseptual, tetapi juga menunjukkan bahwa strategi penguatan karakter dapat diterapkan secara sistematis melalui fungsi-fungsi manajemen pendidikan, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga evaluasi. Model yang dihasilkan juga dinilai memiliki peluang untuk diadaptasi oleh sekolah lain dengan tetap menyesuaikan karakteristik, budaya, dan nilai yang dimiliki masing-masing lembaga pendidikan.
Menanggapi hal tersebut, Layu Marsiana menjelaskan bahwa model yang dikembangkannya bukan bertujuan menyeragamkan nilai setiap sekolah. Menurutnya, yang dapat diadaptasi oleh sekolah lain adalah strategi implementasi, mekanisme internalisasi, dan sistem evaluasi, sedangkan nilai yang digunakan tetap disesuaikan dengan identitas, visi, dan budaya sekolah masing-masing. Dengan demikian, model tersebut memiliki fleksibilitas untuk diterapkan pada berbagai konteks satuan pendidikan tanpa menghilangkan kekhasan yang dimiliki setiap lembaga.
Hasil penelitian ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi dalam manajemen pendidikan dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah. Pengembangan Model Pendidikan Karakter Berbasis Pauline Ethics menjadi kontribusi ilmiah yang memperkaya pengembangan model pendidikan berbasis riset. Temuan tersebut selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya dalam mendorong lahirnya inovasi hasil penelitian yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan secara berkelanjutan.
Setelah melalui rangkaian pemaparan, pendalaman materi, dan musyawarah tim penguji, Layu Marsiana dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan. Disertasi yang dihasilkannya diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan Manajemen Pendidikan, tetapi juga menjadi referensi bagi yayasan pendidikan, kepala sekolah, guru, dan peneliti dalam mengembangkan model pendidikan karakter yang adaptif, inovatif, serta mampu mewujudkan sekolah efektif sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing satuan pendidikan.
Penulis: Moh. Danar Z.S (BK)
Editor: Florencya Agatha (MP)
Dokumentasi: Tim PIF
