Tak Sekadar Kompetisi, Mawapres Jadi Ruang Tumbuh bagi Mahasiswa FIP UNESA

fip.unesa.ac.id, SURABAYA—Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya kembali menunjukkan partisipasi aktifnya dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) tingkat universitas tahun 2026. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas diri, menampilkan capaian unggulan, serta mengasah kemampuan komunikasi dan berpikir kritis di hadapan dewan juri.

Dalam ajang tersebut, Irfan Alifulmuna, mahasiswa program studi S1 Teknologi Pendidikan, sebagai perwakilan Fakultas Ilmu Pendidikan turut ambil bagian dengan menunjukkan berbagai potensi yang dimilikinya. Keikutsertaannya tidak hanya sebagai representasi program studi, tetapi juga sebagai upaya untuk mengukur sekaligus mengembangkan kapasitas diri melalui proses yang kompetitif dan reflektif. Ia menegaskan bahwa Mawapres bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang belajar untuk mengenali potensi diri, meningkatkan kualitas, serta membawa nama baik fakultas secara positif.

Proses seleksi Mawapres yang dijalani dimulai dari tingkat fakultas, di mana peserta menyiapkan portofolio capaian unggulan, menyusun gagasan kreatif, serta membuat poster diri dan poster gagasan. Pada tahap berikutnya, peserta mengikuti presentasi dan wawancara yang mencakup pemaparan gagasan, capaian unggulan, serta penyampaian materi berbahasa Inggris terkait isu Sustainable Development Goals (SDGs). Setelah melalui tahap fakultas, Irfan melanjutkan ke tingkat universitas sebagai delegasi FIP dan bersaing bersama perwakilan dari 12 fakultas serta 3 vokasi.

Di tingkat universitas, rangkaian seleksi berlangsung lebih kompleks dan menantang, meliputi diskusi kelompok (LGD) menggunakan bahasa Inggris, presentasi poster diri, wawancara capaian unggulan, hingga presentasi gagasan kreatif dan speech branding. Proses ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga melatih kepercayaan diri, kesiapan, serta kemampuan komunikasi.

Tahap final kegiatan ini dilaksanakan di Gedung FIKK U3 lantai 3 pada tanggal 31 Maret hingga 1 April 2026, dengan Grand Final berlangsung pada 1 April 2026. Momen ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian seleksi yang telah dijalani para peserta.

Selama mengikuti Mawapres, Irfan mengaku memperoleh banyak pembelajaran, terutama dalam mengenali potensi diri dan memperbaiki kekurangan. Ia juga mendapatkan perspektif baru melalui interaksi dengan mahasiswa dari berbagai fakultas yang memiliki capaian luar biasa. Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah ketika memasuki tahap universitas dan bertemu dengan para delegasi yang beragam, yang memunculkan rasa kagum sekaligus motivasi untuk terus berkembang.

Meski menghadapi berbagai tantangan, seperti rasa minder di awal, penggunaan bahasa Inggris dalam berbagai tahapan, serta manajemen waktu antara seleksi dan akademik, Irfan mampu menjadikan hal tersebut sebagai proses pembelajaran. Ia belajar untuk lebih disiplin, berani keluar dari zona nyaman, serta meningkatkan kepercayaan diri.

Dalam ajang tersebut, Irfan berhasil meraih penghargaan Mawapres Persahabatan, yang menurutnya memiliki makna tersendiri. Penghargaan tersebut mencerminkan pentingnya sikap, kolaborasi, serta kemampuan membangun relasi yang positif di samping capaian akademik. Hal ini menunjukkan bahwa menjadi mahasiswa berprestasi tidak hanya diukur dari hasil, tetapi juga dari karakter dan interaksi sosial.

Ia pun menyampaikan pesan kepada mahasiswa, khususnya di lingkungan FIP, untuk tidak ragu mencoba dan mengembangkan diri.

“Jangan takut untuk mencoba. Kadang kita merasa belum cukup siap, padahal justru lewat proses itulah kita berkembang. Jangan tunggu sempurna untuk mulai,” ujarnya.

Capaian ini sekaligus mencerminkan kontribusi Fakultas Ilmu Pendidikan dalam mendukung pengembangan mahasiswa yang adaptif dan inovatif. Sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk mengembangkan gagasan kreatif, kemampuan komunikasi, serta kesiapan menghadapi tantangan global melalui inovasi dan penguatan kapasitas diri.

Penulis : Mohammad Danar (BK)

Editor : Florencya Agatha (MP)