fip.unesa.ac.id Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan kampus yang lebih berkelanjutan. Sejumlah upaya mulai dilakukan, mulai dari revitalisasi taman di area fakultas, penyediaan fasilitas water station, hingga penerapan pembelajaran yang semakin berbasis digital. Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari aksi nyata sivitas akademika FIP dalam mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Salah satu perubahan yang cukup terlihat di lingkungan FIP adalah penataan kembali taman dan ruang hijau di sekitar fakultas. Revitalisasi taman dilakukan dengan menambah berbagai tanaman serta menata area agar lebih rapi dan nyaman. Selain memperindah lingkungan fakultas, beberapa titik taman juga dilengkapi dengan tempat duduk yang dapat dimanfaatkan mahasiswa sebagai ruang belajar alternatif di luar kelas. Keberadaan ruang terbuka tersebut menjadi tempat yang cukup diminati mahasiswa untuk berdiskusi maupun mengerjakan tugas.
Di sisi lain, penyediaan fasilitas water station juga menjadi langkah sederhana namun berdampak dalam mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Fasilitas ini memungkinkan mahasiswa untuk mengisi ulang air minum dengan lebih mudah sehingga mendorong kebiasaan membawa tumbler atau botol minum pribadi. Kebiasaan tersebut perlahan membentuk budaya baru di kalangan mahasiswa yang lebih peduli terhadap pengurangan sampah plastik di lingkungan kampus.
Upaya menjaga lingkungan juga terlihat dari pengelolaan sampah yang mulai dilakukan dengan sistem pemilahan. Beberapa titik di lingkungan fakultas kini dilengkapi tempat sampah terpisah untuk memudahkan mahasiswa membedakan jenis sampah. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sivitas akademika dalam menjaga kebersihan sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Selain itu, praktik keberlanjutan juga didukung melalui proses pembelajaran yang semakin memanfaatkan media digital. Penggunaan platform pembelajaran daring serta pengumpulan tugas secara digital turut membantu mengurangi penggunaan kertas di lingkungan akademik. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong budaya paperless di lingkungan fakultas.
Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa upaya menciptakan kampus yang berkelanjutan dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari di lingkungan akademik. Melalui penataan ruang hijau, penggunaan tumbler, pemilahan sampah, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, sivitas akademika FIP secara bertahap membangun budaya yang lebih peduli terhadap lingkungan. Diharapkan, kebiasaan positif ini dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan kampus yang lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan program SDGs.
Penulis: Moh. Danar Zila S. (BK)