fip.unesa.ac.id SURABAYA – Program Studi Magister (S2) Teknologi Pendidikan (TP) Universitas Sriwijaya (UNSRI) melaksanakan kunjungan strategis dalam rangka benchmarking ke Program Studi Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada Kamis, 2 April 2024.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk saling bertukar gagasan, memperkuat tata kelola program studi, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam ranah pendidikan dan teknologi antar sesama institusi eks-LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan). Pertemuan yang berlangsung produktif ini dihadiri langsung oleh jajaran dosen dan pimpinan dari kedua universitas, di antaranya Dr. Andi Mariono, M.Pd. selaku Koordinator Program Studi S2 Teknologi Pendidikan Unesa, serta Prof. Dr. Rusijono, M.Pd. selaku Koorprodi Pendidikan Jarak Jauh S2 dan S3 TP Unesa. Kehadiran para pakar dari kedua kampus pendidikan ini memperkuat jalannya forum diskusi yang berlangsung aktif dan interaktif terkait pengembangan perangkat tenaga akademik.
Dalam sesi wawancara, Dr. Andi Mariono menekankan bahwa S2 TP Unsri senantiasa mengadopsi sikap terbuka dalam menjalin hubungan kerja sama. Ia menjelaskan bahwa fokus utama kunjungan ini adalah untuk mempererat hubungan dengan fakultas yang secara historis memiliki akar yang sama sebagai mantan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) atau IKIP.
Menurutnya, rata-rata prodi Teknologi Pendidikan dinaungi oleh Fakultas Ilmu Pendidikan eks-LPTK, maka keterbukaan untuk saling belajar dan bekerja sama menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas institusi. Semangat kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, terutama pada peningkatan kompetensi di bidang teknologi pendidikan yang saat ini mahasiswanya sudah tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa sinergi ini harus mencakup tiga poin utama, yakni peningkatan kompetensi yang selaras dengan perkembangan keilmuan Teknologi Pendidikan,penguatan komunikasi melalui wadah asosiasi, serta dorongan nyata terhadap kolaborasi akademik. Melalui momentum benchmarking di Surabaya ini, diharapkan muncul aksi berkelanjutan yang tidak hanya berhenti pada pertemuan formal, melainkan berlanjut pada riset bersama dan publikasi ilmiah antar-institusi. Dengan adanya komunikasi yang dipermudah oleh asosiasi profesi, Dr. Andi berharap kolaborasi penelitian dan penulisan dapat segera terealisasikan. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen S2 TP Unsri dan FIP Unesa dalam bersinergi demi meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan tinggi di tingkat nasional.
Penulis: Dyah Ayu (TP)
Editor: Chantika Toti Yuliandani (PGSD)