fip.unesa.ac.id Surabaya — Program Studi S-3 Teknologi Pendidikan (TP), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), menggelar Ujian Disertasi Terbuka pada Kamis, 29 Januari 2026, pukul 11.00–13.00 WIB. Dalam sidang tersebut, Pujianti Catur Siwi, guru Sekolah Dasar, dinyatakan lulus dan resmi menyandang gelar Doktor Teknologi Pendidikan dengan predikat Sangat Memuaskan Cumlaude. Ia meraih nilai disertasi 87,26 dengan Indeks Prestasi 3,92, serta tercatat sebagai lulusan ke-153 Program S-3 Teknologi Pendidikan.
Sidang terbuka ini menjadi istimewa karena Pujianti menampilkan langsung hasil karya peserta didiknya dari SDN Sidotopo Wetan 1/255. Anak-anak tersebut mempersembahkan tarian ciptaan mereka sendiri yang dikembangkan melalui pembelajaran berbasis proyek. Penampilan tersebut menjadi sorotan utama karena menunjukkan hasil nyata penerapan pembelajaran seni tari yang kontekstual, kreatif, dan berpusat pada siswa.
Dalam ujian terbuka tersebut, Pujianti mempresentasikan disertasi berjudul “Pengaruh Project Based Learning dan Efikasi Diri terhadap Kemampuan Literasi dan Berkreasi dalam Pembelajaran Seni Tari di Sekolah Dasar.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi dan berkreasi siswa dalam pembelajaran seni tari, yang selama ini cenderung berorientasi pada guru dan menempatkan siswa hanya sebagai peniru gerak.
Menanggapi pertanyaan penguji Prof. Dr. Ali Ghufron, M.Pd., Pujianti menjelaskan bahwa literasi dan kreasi merupakan aspek penting dalam seni tari. “Melalui seni tari, anak-anak belajar bekerja dalam kelompok, menuangkan ide-ide cemerlang, dan tidak sekadar mengikuti gerakan pelatih, tetapi mencipta sesuai imajinasi mereka,” ujarnya. Literasi yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah “literasi budaya”, yang membantu siswa memahami sejarah serta makna simbol dalam tari.
Dr. Andi Mariono, M.Pd., menilai tarian yang ditampilkan siswa bersifat kontekstual karena menggambarkan lingkungan sekitar mereka. Sementara itu, Prof. Dr. Andi Kristanto, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan menyebut Pujianti sebagai inspirasi bagi guru-guru SD di Indonesia untuk terus melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral.
Menutup sidang, Pujianti menyampaikan harapannya agar hasil penelitiannya memberi dampak nyata. “Semoga ikhtiar ilmu yang saya tempuh dapat bermanfaat bagi pengembangan masyarakat,” ujarnya dengan haru.
Penulis: Zahira
Editor : Fadilla