Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Bawa Mahasiswa FIP UNESA ke Sekolah Indonesia di Jeddah 

fip.unesa.ac.id, SURABAYA – Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melaksanakan program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi, sebagai bagian dari pengalaman pembelajaran internasional pada 11 Maret hingga 11 April 2026.

Hilma, mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan (TP) angkatan 2023, menjalankan berbagai peran selama kegiatan berlangsung, Ia mengajar pada  mata pelajaran Informatika di jenjang SMP didampingi bimbingan guru pamong, sekaligus membantu pembelajaran pada mata pelajaran lain. Selain itu, ia juga mendampingi kegiatan tahfidz di jenjang TK serta terlibat dalam tim dokumentasi dan publikasi sekolah.

Sebelum mengikuti program tersebut, ia melalui beberapa tahapan seleksi di tingkat universitas, mulai dari seleksi berkas hingga pembekalan teknis. Ia juga menghadapi tantangan administratif menjelang keberangkatan, seperti pengurusan visa dan paspor dalam waktu singkat. Selain itu, persiapan tempat tinggal secara mandiri di Jeddah turut menjadi bagian dari proses yang harus dihadapi.

Selama menjalani PLP, ia tidak hanya terlibat dalam kegiatan akademik, tetapi juga membangun relasi internasional. Ia berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi serta masyarakat lokal di Jeddah. Selain itu, ia turut berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh KJRI Jeddah.

Perjalanan menuju lokasi PLP menjadi tantangan tersendiri. Hilma yang dijadwalkan berangkat pada 28 Februari harus melakukan pendaratan darurat di Muscat, Oman, akibat situasi konflik di negara transit dan tertahan hingga 9 Maret tanpa kepastian penerbangan lanjutan. Dalam kondisi tersebut, ia memutuskan untuk membeli tiket secara mandiri agar dapat melanjutkan perjalanan ke Jeddah.

Setibanya di Jeddah, ia menghadapi proses adaptasi di lingkungan sekolah yang multikultural. Siswa di SIJ memiliki latar belakang beragam dengan penggunaan bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab dalam pembelajaran sehari-hari. Hal ini menuntut kemampuan komunikasi serta penyesuaian metode pembelajaran yang lebih fleksibel.

Dari pengalaman tersebut, Hilma memperoleh berbagai pembelajaran penting. Ia mengembangkan kemandirian, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan dalam mengambil keputusan di situasi yang tidak terduga. Pengalaman ini juga meningkatkan kepercayaan dirinya dalam menghadapi tantangan ke depan.

Sebagai penutup, ia mengajak mahasiswa lain untuk berani mencoba pengalaman serupa. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental, kemampuan bahasa, serta keberanian untuk keluar dari zona nyaman. “Pengalaman ini mengajarkan saya untuk lebih mandiri dan berani mengambil keputusan di situasi yang tidak terduga,” ujarnya. 

Penulis: M. Danar Zila (BK)

Editor: Khesya Dyanza (TP) 

Dokumentasi: Hilma (TP)