fip.unesa.ac.id SURABAYA – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperluas jejaring internasional. Langkah strategis ini dibuktikan melalui peresmian kerja sama dengan School of Education and Social Work, University of Sydney, Australia, pada Selasa, 3 Februari 2026. Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) tersebut dihadiri langsung oleh jajaran Wakil Dekan FIP UNESA beserta delegasi terhormat dari University of Sydney, yakni Prof. David Evans dan Dr. Jia Ying Neoh.
Acara penandatanganan ini tidak sekedar menjadi seremoni formal, melainkan titik awal bagi kolaborasi jangka panjang yang komprehensif. Melalui kesepakatan tersebut, kedua institusi berkomitmen untuk memperkuat sinergi dalam bidang kolaborasi riset, program pertukaran mahasiswa, hingga pengembangan kurikulum bersama. Wakil Dekan FIP UNESA dalam sambutannya menegaskan bahwa kemitraan dengan salah satu universitas terbaik dunia ini merupakan langkah krusial untuk meningkatkan standar kualitas lulusan UNESA agar memiliki daya saing yang kuat di kancah global.
Agenda kemudian berlanjut dengan sesi pemaparan materi ilmiah yang menyoroti isu-isu pendidikan kewarganegaraan di tingkat internasional. Dr. Jia Ying Neoh mempresentasikan studi komparatif berjudul “Living Together in Diversity: A Comparative Study of Citizenship Education Curricula in Sri Lanka and Australia.” Dalam paparannya, beliau membedah perbedaan fundamental mengenai cara kurikulum di kedua negara tersebut dalam membentuk kapasitas generasi muda untuk hidup berdampingan di tengah keberagaman.

Dr. Jia Ying menjelaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan di Sri Lanka cenderung difokuskan pada penguatan harmoni moral dan persatuan nasional dalam masa transisi pascakonflik. Sementara itu, di Australia, fokus utamanya adalah mencetak warga negara yang aktif, terinformasi, serta mampu berpartisipasi dalam komunitas global melalui pemahaman mendalam terhadap sejarah migrasi. Sesi ini berlangsung sangat interaktif, di mana para peserta terlibat aktif dalam diskusi mengenai relevansi kurikulum tersebut terhadap tantangan sosial saat ini.
Kehadiran delegasi Australia ini memberikan dampak yang luas bagi sivitas akademika FIP UNESA, terlebih dengan adanya sesi paralel yang juga diisi oleh Prof. David Evans di lokasi yang berbeda. Melalui rangkaian kegiatan ini, FIP UNESA tidak hanya memperluas koneksi institusional, tetapi juga memperkaya perspektif akademik bagi dosen dan mahasiswa dalam memahami dinamika pendidikan di level internasional.
Penulis: Dyah Ayu (TP)
Dokumentasi: Ibad (MP)