Memuat halaman...

FIP UNESA

Mokhammad Syamsudin Raih Gelar Doktor FIP UNESA, Teliti Evaluasi Strategi Penanganan Anak Putus Sekolah untuk Meningkatkan IPM Kabupaten Pasuruan

Selasa, 7 Juli 2026

Mokhammad Syamsudin Raih Gelar Doktor FIP UNESA, Teliti Evaluasi Strategi Penanganan Anak Putus Sekolah untuk Meningkatkan IPM Kabupaten Pasuruan

fip.unesa.ac., SURABAYA – Program Studi S3 Manajemen Pendidikan (MP) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA) kembali menggelar Sidang Terbuka Disertasi pada Selasa, 7 Juli 2026 di Auditorium Lantai 2 Gedung O1 Kampus Lidah Wetan. Pada kesempatan tersebut, promovenda resmi meraih gelar doktor dengan disertasinya yang berjudul “Evaluasi Strategi Penanganan Anak Putus Sekolah Dinas Pendidikan untuk Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Pasuruan.”

Sidang terbuka dihadiri oleh jajaran tim promotor dan penguji, sidang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Mochamad Nursalim, M.Si., Dr. Muhamad Sholeh, S.Pd., M.Pd., Dr. Supriyanto, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Nunuk Hariyati, S.Pd., M.Pd., sebagai penguji. Prof. Dr. Hj. Warih Handayaningrum, M.Pd. sebagai promotor dan Dr. Sri Setyowati, M.Pd. sebagai Co-Promotor.

Disertasi tersebut mengkaji efektivitas strategi penanganan anak putus sekolah yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan melalui Program Gerbang Kembar menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh Daniel L. Stufflebeam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka anak putus sekolah di Kabupaten Pasuruan, yang menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Promotor

Program Gerbang Kembar telah membawa perubahan positif dalam tata kelola penanganan anak putus sekolah melalui pendekatan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berbasis data. Program ini didukung oleh kebijakan nasional maupun daerah, seperti Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah serta berbagai keputusan kepala daerah yang memperkuat implementasi program di Kabupaten Pasuruan.

Penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan yang masih dibenahi, antara lain keterbatasan kualitas sumber daya manusia, anggaran, pemerataan sarana dan prasarana pendidikan, efektivitas koordinasi lintas sektor, serta sistem monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Keberhasilan penanganan anak putus sekolah tidak dapat dilakukan hanya oleh Dinas Pendidikan, tetapi membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, sekolah, dunia usaha, pondok pesantren, hingga masyarakat.

Mokhammad Syamsudin menjelaskan bahwa strategi penanganan anak putus sekolah akan memberikan kontribusi yang optimal terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia apabila didukung oleh program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sumber daya yang memadai, implementasi kolaboratif berbasis by name by address, serta monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan. 

Dalam sidang tersebut, Mokhammad Syamsudin dinyatakan lulus dengan predikat A dan resmi menyandang gelar Doktor Manajemen Pendidikan. Ia juga tercatat sebagai doktor ke-132 Program Studi S3 MP FIP UNESA.

Penulis: Evelyn Salsabila Asmara 

Editor: Dede Rahayu Adiningtyas

Dokumentasi: PIF FIP

Share