fip.unesa.ac.id SURABAYA – Maraknya penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan karya ilmiah membuat sebagian orang lupa cara memanfaatkan teknologi dengan bijak di dunia pendidikan. Dengan itu, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA) menggelar kegiatan Workshop Penulisan Karya Ilmiah Internasional Bereputasi pada Selasa, 2 Juni 2026.
Kegiatan ini bertemakan “AI-Enhanced Scientific Writing: Effective Strategies for Producing High Impact Research and Contributing to Sustainable Development Goals”. Menghadirkan narasumber ahli, yaitu Prof. Dr. Nordin Mamat, yang merupakan Director, Centre of Pedagogical and Innovation dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia.
Kegiatan ini dibuka oleh sambutan Wakil Dekan Bidang I, Prof. Dr. Budi Purwoko, S.Pd., M.Pd. Ia menyampaikan tujuan kegiatan ini bukan hanya untuk publikasi jurnal semata, melainkan untuk membawa perubahan yang memberikan dampak sosial positif di dunia pendidikan. Workshop ini berfokus pada bagaimana memanfaatkan AI untuk mempermudah penyusunan karya ilmiah dengan tetap menjunjung tinggi integritas akademik.
Melalui forum ini, diharapkan dapat terbentuk komunitas akademik global yang bermanfaat bagi kemanusiaan. Selain itu, kolaborasi dengan Prof. Dr. Nordin Mamat diharapkan dapat menjadi jembatan agar karya-karya akademisi UNESA semakin dikenal luas, khususnya di Malaysia.
Dalam pemaparan materinya, Prof. Dr. Nordin Mamat menggarisbawahi maraknya penggunaan kecerdasan buatan AI di kalangan akademisi. Ia juga mengingatkan agar komunitas akademik khususnya para dosen muda dan mahasiswa tidak menelan mentah-mentah hasil AI tanpa dilakukannya pengecekan ulang.
Prof. Dr. Nordin Mamat juga mengaitkan pemanfaatan AI secara langsung dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 4 Pendidikan Bermutu. Ia menekankan bahwa transformasi digital melalui AI harus diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas luaran akademik, seperti tugas, jurnal, dan proyek riset.
Namun, Prof. Dr. Nordin Mamat memberikan catatan kritis bahwa AI wajib diposisikan sebagai asisten, bukan pengganti peran sentral manusia. Peneliti terutama generasi muda, diingatkan untuk tidak ketergantungan karena AI rentan mengalami “halusinasi” atau menyajikan data berbasis khayalan.
Selain mutu pendidikan, pemanfaatan tools AI pintar seperti NotebookLM untuk mempermudah penyusunan Systematic Literature Review (SLR) juga menjadi sorotan. Prof. Dr. Nordin Mamat menjelaskan bagaimana ekstraksi data dari 50 artikel jurnal yang biasanya memakan waktu lama, kini dapat dipetakan menjadi tebal siap pakai dalam waktu kurang dari 30 menit. Efisiensi berbasis teknologi ini membuka peluang besar untuk berkembang dalam memproduksi riset global yang bermutu.
Dalam rencananya, Prof. Dr. Nordin Mamat ingin membentuk komunitas akademisi global dan kolaborasi riset lanjutan secara daring antara UNESA dan UPSI Malaysia. Kegiatan ini dapat membuka aksesibilitas pengetahuan dan membantu mempromosikan karya-karya ilmiah civitas akademika UNESA agar diakui di ranah internasional khususnya Malaysia.
Penulis: Rinjani Risna Arum (MP)
Dokumentasi: Tim PIF
Editor: Dede Rahayu Adiningtyas (PGSD)