Memuat halaman...

FIP UNESA

Matnasir Raih Gelar Doktor FIP UNESA, Kembangkan Model Implementasi Manajemen Mutu Sekolah Berbasis Pesantren

Senin, 15 Juni 2026

Matnasir Raih Gelar Doktor FIP UNESA, Kembangkan Model Implementasi Manajemen Mutu Sekolah Berbasis Pesantren

fip.unesa.ac.id, SURABAYA – S3 Manajemen Pendidikan (MP) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menggelar Sidang Terbuka Disertasi yang dilaksanakan pada Senin, 15 Juni 2026 di Auditorium Gedung O1 Lantai 2 FIP UNESA Kampus Lidah Wetan. Pada kesempatan tersebut, Matnasir selaku promovendus resmi meraih gelar doktor dengan disertasinya yang berjudul “Implementasi Manajemen Mutu Sekolah Berbasis Pesantren (Studi Kasus Multisitus di SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang dan MAN 3 Jombang.”

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih beragamnya kualitas layanan pendidikan di Indonesia. Melalui riset yang dilakukan di dua sekolah berbasis pesantren di Kabupaten Jombang, Mat Nasir mengkaji implementasi manajemen mutu menggunakan perspektif Trilogi Juran yang meliputi quality planning, quality control, dan quality improvement, dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya pesantren sebagai fondasi pembentukan quality culture.

Sidang dipimpin langsung oleh Dekan FIP Prof. Dr. Mochamad Nursalim, M.Si. selaku Ketua Sidang, Prof. Amirul Mukminin, S.Pd., M.Sc.,Ed., Ph.D. selaku Penguji Eksternal, Prof. Dr. Yatim Riyanto, M.Pd., Dr. Amrozi Khamidi, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Muhamad Sholeh, S.Pd., M.Pd., selaku Penguji. Keberhasilan Matnasir dalam menyelesaikan studi doktoral juga tidak terlepas dari pendampingan Prof Dr. Sujarwanto, M.Pd., selaku Promotor dan Dr. Nunuk Hariyati, S.Pd., M.Pd., selaku Co-Promotor.

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa budaya pesantren berperan penting dalam memperkuat implementasi manajemen mutu melalui internalisasi nilai religius, kedisiplinan, tanggung jawab, dan budaya belajar. Temuan tersebut melahirkan model konseptual yang menempatkan budaya pesantren sebagai dasar pembentukan budaya mutu sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, religius, dan kompetitif.

Dalam sesi tanya jawab, Mat Nasir menjelaskan bahwa hasil penelitiannya diharapkan dapat menjadi acuan bagi kepala sekolah maupun pemangku kebijakan dalam mengembangkan budaya mutu di sekolah berbasis pesantren. 

"Budaya pesantren menjadi fondasi budaya mutu (quality culture) yang memperkuat quality planning, quality control, dan quality improvement, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, religius, dan kompetitif," jelasnya.

Dalam sidang tersebut, Matnasir dinyatakan lulus dengan predikat A yaitu sangat memuaskan dan resmi menyandang gelar Doktor Manajemen Pendidikan. Ia juga tercatat sebagai doktor ke-121 Program Studi S3 Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Penulis: Evelyn Salsabila Asmara

Editor: Lina Nur Laili

Kategori: Uncategorized

Share