fip.unesa.ac.id SURABAYA – Program Studi S3 Manajemen Pendidikan (MP) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA) menggelar Ujian Disertasi Terbuka pada Selasa, 02 Juni 2026. Dwi Anggraini, S.Pd., M.Pd., resmi menyandang gelar Doktor Manajemen Pendidikan setelah berhasil menyelesaikan disertasinya.
Pada sidang terbuka tersebut, Dwi mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul pengembangan Model Inkubator Bisnis Inklusif Sekolah Menengah Kejuruan (IBSMK), sebuah model yang dirancang untuk mengintegrasikan teaching factory, inkubator bisnis, dan pendidikan inklusif dalam satu ekosistem pembelajaran kewirausahaan yang komprehensif.
Penelitian ini lahir dari kegelisahan terhadap tingginya angka lulusan SMK yang belum sepenuhnya siap menjadi wirausaha mandiri. Di sisi lain, implementasi teaching factory di sekolah masih cenderung berfokus pada aspek produksi, sementara inkubator bisnis lebih banyak berkembang di perguruan tinggi dan belum banyak diterapkan pada jenjang SMK secara inklusif.
“Model ini dikembangkan untuk memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta didik, termasuk siswa berkebutuhan khusus, agar mampu mengembangkan potensi kewirausahaan dan menjadi entrepreneur muda yang mandiri,” ujar Dwi dalam paparannya.
Melalui penelitian pengembangan yang dilakukan di SMK Negeri 1 Probolinggo, Dwi merancang model IBSMK yang melibatkan berbagai unsur pendukung, mulai dari sekolah, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), perguruan tinggi, alumni, hingga komunitas.
Model tersebut diawali dengan identifikasi kebutuhan peserta didik, pelatihan kewirausahaan, pembentukan kelompok usaha sekolah, pendampingan bisnis, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Seluruh proses dirancang dengan prinsip inklusif sehingga dapat diakses oleh seluruh siswa tanpa terkecuali.
Dalam pengujiannya, model IBSMK memperoleh hasil yang sangat memuaskan. Tingkat kelayakan model mencapai 89,6 persen, tingkat kepraktisan 86,98 persen, dan tingkat keefektifan 84,3 persen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model yang dikembangkan dinilai sangat layak, praktis, dan efektif untuk diterapkan di lingkungan SMK.
Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, hingga kompetensi kewirausahaan berbasis digital yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Penulis: Nabila Robina (PLB)
Dokumentasi: Tim FIP
Editor: Dede Rahayu Adiningtyas (PGSD)