Lilik Sulistyowati Raih Gelar Doktor FIP UNESA Lewat Disertasi tentang Kepemimpinan Sekolah Inklusif

fip.unesa.ac.id, SURABAYA – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali melahirkan doktor baru melalui ujian disertasi terbuka Program Studi S3 Manajemen Pendidikan (MP) yang dilaksanakan pada Senin, 11 Mei 2026 di Auditorium Gedung O1 Lantai 2 FIP UNESA Kampus Lidah Wetan. Pada kesempatan tersebut, Lilik Sulistyowati resmi meraih gelar doktor dengan judul disertasi “Kompetensi Profesional Kepala Sekolah dalam mengelola Sekolah Inklusi (Studi Multi Situs di SMP Negeri 2 Buduran dan SMP Negeri 6 Sidoarjo)”.

Lilik Sulistyowati menyoroti pentingnya kompetensi profesional kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, aman, dan ramah bagi seluruh peserta didik, termasuk peserta didik penyandang disabilitas. Menurutnya, peningkatan kualitas inklusi perlu dilakukan melalui pembelajaran yang lebih baik, sarana prasarana memadai, serta peningkatan kompetensi GTK.

Dalam pemaparannya, Lilik menekankan bahwa tantangan pendidikan inklusi pada saat ini masih berkaitan dengan pola pikir masyarakat terhadap peserta didik penyandang disabilitas.

“Terkait dengan hal-hal yang diubah dalam pengelolaan pendidikan inklusi di era digital ini adalah mengubah mindset kepala sekolah, mindset guru, dan seluruh masyarakat terkait peserta didik penyandang disabilitas,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa hingga kini masih terdapat stigma negatif terhadap peserta didik disabilitas. Karena itu, seluruh satuan pendidikan perlu membuka akses pendidikan yang setara bagi semua anak tanpa adanya diskriminasi. “Semuanya paling tidak memberikan penghargaan, menerima perbedaan, menerima keberadaan, dan memberikan kesempatan serta akses seluas-luasnya kepada seluruh peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan yang sama,” tambahnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kepemimpinan inklusif mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif dan berkeadilan. Selain meningkatkan layanan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus, pendekatan tersebut juga menumbuhkan budaya empati, toleransi, dan kolaborasi di lingkungan sekolah.

Dalam sidang tersebut, Lilik Sulistyowati dinyatakan lulus dengan nilai disertasi A dan resmi menyandang gelar doktor bidang Manajemen Pendidikan. Ia tercatat sebagai doktor ke-117 di program studi tersebut. 

Penulis: Evelyn Salsabila Asmara (MP)

Editor: Lina Nur Laili (PLB)