FIP UNESA Perkuat Budaya Integritas Melalui Penerapan Zona Integritas di Lingkungan Kampus

fip.unesa.ac.id Surabaya — Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus menggalakkan pembangunan Zona Integritas sebagai upaya menciptakan birokrasi kampus yang bersih, transparan, dan profesional. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus membangun budaya kerja berintegritas di lingkungan civitas akademika.

Wakil 2 Tim Zona Integritas FIP UNESA, Dr. Kartika Rinakit Adhe, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa Zona Integritas berkaitan dengan upaya mewujudkan birokrasi yang bersih dan memberikan dampak bagi seluruh warga kampus. Ia menyampaikan, “Kalau kita ingin mengenal zona integritas, maka kita akan berbicara mengenai wilayah birokrasi yang bersih dan berdampak pada civitas akademika secara keseluruhan.”

Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya berkaitan dengan sistem birokrasi, tetapi juga mencakup sikap dan perilaku dalam lingkungan akademik, seperti hubungan antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Oleh karena itu, pembangunan Zona Integritas menjadi hal penting untuk diterapkan di lingkungan universitas.

Dr. Kartika yang telah bergabung di UNESA sejak tahun 2015 juga membagikan pengalamannya terkait perkembangan pelayanan di FIP. Menurutnya, sebelumnya proses pelayanan administrasi yang lama sering dianggap sebagai hal yang wajar karena masih menggunakan sistem berbasis kertas. Namun kini, pelayanan mulai beralih ke sistem digital sehingga lebih transparan. “Ketika diubah menjadi bentuk digital dan penggaungan ZI di flyer dan baliho, alhamdulillah di FIP UNESA pelayanan terhadap mahasiswa sudah terasa transparan, terkait jam kerja dan juga antrian,” jelasnya.

Dalam membangun budaya integritas, FIP UNESA juga berpedoman pada nilai-nilai yang terangkum dalam akronim HANDAL, yaitu harmonis, amanah, nasionalis, disiplin, dan adaptif. Nilai amanah menjadi salah satu prinsip utama yang dipegang dalam kehidupan kampus.

Meski demikian, penerapan Zona Integritas tidak terlepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala yang dihadapi adalah mengubah pola kerja lama menuju sistem pelayanan yang lebih transparan dan akurat. “Budaya kerja dengan Zona Integritas sudah berubah secara drastis, karena menanamkan pola pikir baru untuk menangani mahasiswa dalam waktu yang transparan dan informasi yang akurat,” ungkapnya.

Dengan adanya penerapan Zona Integritas yang konsisten, diharapkan seluruh civitas akademika dapat menjalankan perannya masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Kesadaran individu untuk menjunjung nilai integritas menjadi kunci utama agar budaya ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar terwujud dalam kehidupan kampus sehari-hari.

Penulis: Zahira Auliya (PGSD)