fip.unesa.ac.id, SURABAYA - fip.unesa.ac.id, SURABAYA — Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA) menggelar Workshop One Lecturer One Scopus pada Kamis (23/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung O1 Lantai 2, Kampus Lidah Wetan, tersebut menjadi bagian dari upaya FIP UNESA mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah dosen pada jurnal bereputasi internasional.
Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang disampaikan oleh Wakil Dekan I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni FIP UNESA, Prof. Dr. Budi Purwoko, S.Pd., M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada para dosen yang terus berupaya mengembangkan penelitian serta mempublikasikan hasilnya pada jurnal yang terindeks Scopus.
“Semangat untuk Bapak dan Ibu dosen dalam melakukan penelitian dan mempublikasikan hasilnya pada jurnal bereputasi, perlu terus dijaga dan ditingkatkan. Semoga pelatihan ini dapat memberikan penguatan sekaligus motivasi bagi dosen FIP UNESA untuk menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai kiat dan strategi menembus publikasi jurnal internasional terindeks Scopus yang disampaikan oleh Prof. Ferry Jie dari Edith Cowan University, Australia. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya strategi yang tepat sejak tahap penyusunan artikel hingga proses pengiriman naskah ke jurnal. Menurut Prof. Ferry, salah satu langkah awal yang perlu diperhatikan penulis adalah memilih referensi yang kuat dan relevan dengan topik penelitian. Referensi tersebut, lanjutnya, dapat diperkuat dengan menggunakan artikel yang telah dipublikasikan pada jurnal bereputasi dan terindeks Scopus.
“Strategi pertama adalah mencari referensi dari jurnal bereputasi yang kuat dan relevan dengan penelitian. Usahakan sumber referensi tersebut berasal dari artikel yang telah dipublikasikan di jurnal terindeks Scopus,” jelasnya.
Selain memperhatikan kualitas referensi, Prof. Ferry menjelaskan bahwa artikel ilmiah yang baik harus memiliki keterkaitan yang jelas antara judul, tujuan penelitian, abstrak, kata kunci, hingga pembahasan. Keselarasan setiap bagian tersebut diperlukan agar artikel mampu menyampaikan fokus dan kontribusi penelitian secara utuh kepada pembaca. Ia juga mengingatkan peserta untuk cermat dalam memilih jurnal yang sesuai dengan topik penelitian. Pemilihan jurnal yang tepat dinilai dapat meningkatkan relevansi artikel dengan cakupan jurnal sekaligus memperbesar peluang naskah untuk diproses pada tahap publikasi.
Lebih lanjut, Prof. Ferry memaparkan tahapan submission artikel ke jurnal internasional. Tahapan tersebut meliputi pengisian metadata, penyusunan abstrak dan kata kunci, pengunggahan naskah sesuai ketentuan penerbit, hingga penentuan corresponding author. Ia mengimbau peserta untuk mencermati seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh jurnal, termasuk kelengkapan dokumen, tabel, dan gambar, sebelum naskah dikirimkan.
“Penulis perlu memastikan seluruh persyaratan jurnal telah dipenuhi sebelum melakukan submission. Lakukan pengecekan akhir terhadap naskah dan dokumen pendukung agar tidak ada bagian yang terlewat,” ungkapnya.
Tidak hanya membahas proses pengiriman artikel, workshop tersebut juga memberikan pemahaman mengenai tahapan peer review. Peserta memperoleh penjelasan terkait proses penilaian oleh reviewer, kemungkinan keputusan editor, hingga strategi menyusun respons terhadap komentar reviewer secara sistematis.
Prof. Ferry menegaskan bahwa proses revisi merupakan bagian penting dalam publikasi ilmiah. Oleh karena itu, setiap masukan dari reviewer perlu ditanggapi secara profesional dengan memberikan penjelasan yang jelas serta melakukan perbaikan sesuai dengan substansi masukan yang diberikan.
Memasuki sesi diskusi, para dosen FIP UNESA memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan berbagai pertanyaan seputar strategi publikasi pada jurnal internasional. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas sejumlah tantangan yang dihadapi peneliti, sekaligus langkah strategis untuk meningkatkan kualitas artikel ilmiah agar dapat bersaing pada publikasi bereputasi internasional.
Melalui kegiatan ini, FIP UNESA terus mendorong penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan fakultas. Workshop One Lecturer One Scopus juga menjadi ruang bagi dosen untuk memperoleh wawasan praktis mengenai strategi publikasi sekaligus memperkuat kapasitas akademik dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
Kegiatan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yakni Quality Education, yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas pendidik dan peneliti. Ke depan, FIP UNESA berharap semakin banyak dosen yang mampu menghasilkan publikasi bereputasi internasional, memperluas jejaring kolaborasi akademik, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di tingkat global.
Penulis : Fadilah Ramadhani (MP)
Editor : Chantika Yuliandani (PGSD)
