fip.unesa.ac.id, SURABAYA – Program Studi Teknologi Pendidikan (TP) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan Gelar Karya “Edutopia Vol. 3” bertema Techno-Logic in Techno Color yang berlangsung dua hari berturut-turut pada Kamis-Jumat, 21-22 Mei 2026, bertempat di Gedung O5 Lantai 3. Pameran ini menampilkan hasil karya mahasiswa Teknologi Pendidikan angkatan 2024 dan 2025. Acara tersebut turut dihadiri oleh dosen serta narasumber dari TVRI pada hari kedua untuk memberikan review terhadap karya yang ditampilkan.
Edutopia juga hadir sebagai perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 yaitu Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan media pembelajaran inovatif yang kreatif dan interaktif. Selain itu, Edutopia Vol. 3 juga turut mendukung SDGs 9 mengenai inovasi dan teknologi dalam bidang pendidikan. Serangkaian agenda diawali dengan pembukaan, pelaksaan, penampilan mahasiswa, awarding, hingga penutupan.
- Pembukaan
Pada hari pertama acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Budi Purwoko, S.Pd., M.Pd. Agenda dilanjutkan dengan sesi peninjauan karya yang dipamerkan. Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan bahwa transformasi pendidikan saat ini sangat krusial. “Pembelajaran saat ini dikemas dalam konteks pembelajaran digital dan membutuhkan berbagai media,” ungkapnya.
Kegiatan gelar karya ini bertujuan untuk menampilkan hasil tugas akhir mahasiswa dalam bentuk produk maupun karya akademik yang telah dikembangkan selama proses perkuliahan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi mahasiswa melalui pengembangan karya nyata yang dapat diapresiasi secara langsung oleh publik.
“Mahasiswa tidak hanya belajar membuat karya, tetapi juga belajar mempresentasikan dan mempertanggungjawabkan hasil karyanya di hadapan publik,” ungkap Ahmad Fika Wahyu sebagai ketua pelaksana.
- Gelar Karya
Berbagai media pembelajaran ditampilkan dalam kegiatan ini, mulai dari karya fotografi, animasi 2D dan 3D, poster dan film, hingga multimedia interaktif . Tidak hanya menjadi ajang pameran, Edutopia Vol. 3 juga menjadi wadah mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan inovatif dalam menciptakan solusi pembelajaran.

Antusiasme peserta maupun pengunjung pada pelaksanaan tahun ini dinilai sangat tinggi dan bahkan melampaui ekspektasi panitia. Seluruh peserta pameran, khususnya mahasiswa angkatan 2024 dan 2025 sebagai pemilik karya, turut hadir secara langsung untuk menyaksikan berbagai hasil karya dari setiap angkatan, baik pada hari pertama maupun hari kedua pelaksanaan kegiatan.
“Antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa dan melebihi ekspektasi panitia, terutama dengan kehadiran mahasiswa yang aktif mengikuti rangkaian kegiatan selama dua hari,” ujar ketua pelaksana.
Partisipasi aktif tersebut menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dibandingkan tahun sebelumnya. Kehadiran mahasiswa secara langsung juga menciptakan suasana pameran yang lebih hidup, interaktif, dan penuh apresiasi terhadap karya-karya inovatif yang ditampilkan.
- Awardee
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa, panitia memberikan penghargaan kepada beberapa karya terbaik dalam sesi awardee yang dilaksanakan pada hari kedua kegiatan Edutopia Vol. 3. Berbagai nominasi penghargaan diberikan, seperti film terbaik dan terfavorit, fotografi terfavorit, serta berbagai kategori lainnya. Momen penghargaan ini berlangsung meriah dan disaksikan secara langsung oleh pihak TVRI sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kreativitas dan inovasi mahasiswa di bidang teknologi pendidikan.
Pada sesi tersebut, penghargaan Film Pendidikan Terbaik diraih oleh Levenema melalui film bertajuk “Waktu”, sedangkan penghargaan Film Pembelajaran Terbaik diraih oleh Gravita melalui karya berjudul “Pesawat Sederhana”. Selain itu, masih banyak nominasi lain yang turut diberikan kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi atas ide, usaha, dan kerja keras dalam menciptakan media pembelajaran yang inspiratif dan edukatif.
Dr. Utari Dewi, S.Sn., M.Pd. selaku Koordinator Program Studi S1 Teknologi Pendidikan menyampaikan bahwa film yang ditayangkan relevan dengan realitas kehidupan saat ini. “Pendidikan itu adalah suatu yang penting untuk kalian di masa sekarang dan dimasa yang akan datang,” ungkapnya.

Narasumber dari TVRI, Yanuar Teguh Prasetyo, turut memberikan kritik dan saran guna menambah wawasan bagi tim yang terlibat dalam proses produksi film. Menurutnya, karya audio visual merupakan salah satu bentuk karya yang memiliki tantangan paling besar dalam proses pembuatannya.
“Membuat karya audio visual, khususnya film, memiliki banyak tantangan. Ketika penonton selesai menyaksikan sebuah film dan mendapatkan kesan tertentu, hal itu merupakan sesuatu yang cukup sulit untuk dicapai. Namun, dari karya yang saya lihat, teman-teman sudah berhasil mengaduk emosi penonton,” ungkapnya.
Kedepannya, penyelenggara berharap kegiatan seperti Edutopia dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah untuk memfasilitasi karya-karya mahasiswa Teknologi Pendidikan. Selain menjadi tempat apresiasi hasil karya, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi branding positif bagi program studi agar semakin dikenal luas melalui berbagai inovasi yang ditampilkan mahasiswa.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi serta kesiapan menghadapi tantangan pendidikan dan perkembangan teknologi di masa mendatang,” tutup ketua pelaksana.
Penulis: Evelyn Salsabila Asmara (MP)
Editor: Chantika Toti Yuliandani (PGSD)
Dokumentasi: Tim PIF