Memuat halaman...

FIP UNESA

Dyandra Armyta Ramadhan Resmi Sandang Gelar Doktor, Usung Riset tentang Komitmen Guru dan Produktivitas Guru

Kamis, 30 Juli 2026

Dyandra Armyta Ramadhan Resmi Sandang Gelar Doktor, Usung Riset tentang Komitmen Guru dan Produktivitas Guru

 

fip.unesa.ac.id SURABAYA – Program Studi S3 Manajemen Pendidikan (MP) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA) kembali menggelar Sidang Terbuka Disertasi pada Kamis, 30 Juli 2026 di Auditorium Lantai 2 Gedung O1 Kampus Lidah Wetan. Pada kesempatan tersebut, promovenda Dyandra Armyta Ramadhan, S.E., M.M.  resmi meraih gelar doktor dengan disertasinya yang berjudul “Pengaruh Ethical Leadership, Digital Knowledge Sharing, dan Teacher Commitment Terhadap Teacher Productivity di  SMP Negeri Kota Surabaya.”

Sidang terbuka dihadiri oleh jajaran tim promotor dan penguji yang dipimpin langsung oleh Dekan FIP UNESA, Prof. Dr. Mochamad Nursalim, M.Si., selaku Ketua Sidang, Prof. Dr. Dewie Tri Wijayanti Wardoyo, M.Si. selaku Promotor, Dr. Nunuk Hariyati, S.Pd., M.Pd., selaku CO-Promotor, Prof. Dr. Yatim Riyanto,  M.Pd., Dr. Syunu Trihantoyo, S.Pd., M.Pd., Dr. Muhamad Sholeh,S.Pd. M.Pd., selaku penguji internal serta Prof. Dr. Lia Yuliana, M.Pd. selaku penguji eksternal. 

Dyandra menjelaskan bahwa disertasinya dilatarbelakangi oleh posisi strategis guru dalam  menentukan mutu pendidikan yang juga harus menyeimbangkan beban kerja dengan aktivitas  lainnya yang dapat mengembangkan instansi tempatnya bekerja. Sehingga,  ia membawa   solusi  melalui model integratif yang menghubungkan teacher commitment dengan teacher productivity. Penelitian ini memiliki keunggulan dalam pengembangan dan pengujian Model  Integratif yang menjelaskan bagaimana  dua sumber daya organisasi yang berbeda dikonversi menjadi  produktivitas guru melalui sumber daya sosial dan moral melalui teacher commitment sehingga mewujudkan teacher productivity. 

“Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, dan Guru sebagai dasar penetapan kebijakan pengelolaan praktik sekolah secara umum karena etika leadership dan digital knowledge itu berlangsung di lingkungan kerja yang sama tanpa membedakan status  kepegawaian,” terangnya.

Selanjutnya, Promovenda memaparkan hubungan yang sangat erat antara Digital Knowledge sharing dengan teacher productivity. Menurutnya, pengetahuan yang diterima,diperoleh, dan dilanjutkan kepada rekan sejawat meningkatkan produktivitas tanpa membutuhkan mediasi. Penelitian ini bukan hanya sekedar bagaimana guru saling membagikan pengetahuan atau bahan ajar, namun juga meningkatkan interaksi sosial yang dapat meningkatkan rasa percaya dan empati antar  rekan sejawat  yang meningkatkan teacher commitment dan pada akhirnya akan  meningkatkan produktivitas kerjanya. 

Secara praktis, sekolah  perlu memperkuat  kepemimpinan yang adil dan terbuka dan memperkuat budaya digital knowledge sharing, serta mengelola sistem penugasan  agar lebih efektif. Keuntungan bagi pihak sekolah yang menerapkan  model tersebut  adalah mereka dapat membuka forum belajar, menyimpan materi digital bersama, serta pendampingan antar guru yang terbuka tanpa membedakan status kepegawaian. 

 

“Harapannya, melalui  penelitian ini  dapat meningkatkan teacher  productivity melalui ethical leadership, digital knowledge sharing, dan teacher commitment secara berkelanjutan. Guru yang berkomitmen, aktif berbagi pengetahuan, dan memperoleh kepemimpinan yang etis dapat menjadi agen utama peningkatan kualitas pendidikan,”pungkasnya.

Dalam sidang tersebut, Dyandra Armyta Ramadhan dinyatakan lulus dengan predikat A dan resmi menyandang gelar Doktor Manajemen Pendidikan. Ia juga tercatat sebagai doktor ke-135 Program Studi S3 MP FIP UNESA.

Penulis : Chantika Toti Yuliandani (PGSD)

Editor : Florencya Agatha Damasitha (MP)

Dokumentasi : TIM PIF

Share