Tingkatkan Self Efficacy, Tim PKM FIP Unesa Latih Santri Al-Falah Public Speaking

fip.unesa.ac.id – Dalam kegiatan pendidikan yang wajib ditekankan ialah pada kepemimpinan. Kepemipinan yang baik membutuhkan suatu keterampilan salah satunya adalah kemampuan berbicara didepan umum. Kemampuan berbicara didepan umum bisa diperbaiki dengan kita terbiasa berpidato atau belajar public speaking. Pondok pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan yang banyak melahirkan santri-santri untuk berdakwah. Santri membutuhkan pelatihan dan pendampingan dalam latihan pidato. Santri perlu membekali keterampilan berdakwah dengan cara berpidato  Santri yang percaya diri akan memperoleh penguasaan diri saat tampil di muka umum. Rasa keyakinan untuk berhasil berbicara didepan umum membutuhkkan banyak latihan dan pengalaman. Sehingga santri mampu berbicara dengan tenang, jelas pesan yang disampaikan dan penuh keyakinan dalam menyampaikan pesan-pesan agama ke masyarakat. Sebaliknya, santri yang takut akan mengalami kegagalan ketika tampil memberikan pesan-pesan agama.

Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Timur mempunya Visi “Unggul dalam Kependidikan Kukuh Dalam Keilmuan”. Misi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yaitu: (1) Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang efektif, dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi (2) Menyelenggarakan penelitian dalam ilmu pendidikan, ilmu alam, ilmu sosial budaya, seni, dan/atau olahraga, dan pengembangan teknologi yang temuannya bermanfaat bagi pengembangan ilmu dan kesejahteraan masyarakat (3) Menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya dan olah raga, serta hasil penelitian melalui pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan dan pembudayaan masyarakat (4) Mewujudkan unesa sebagai pusat kependidikan, terutama pendidikan dasar dan menengah serta pusat keilmuan yang didasarkan pada nilai-nilai luhur kebudayaan nasional (5) Menyelenggarakan tatapamong perguruan tinggi yang otonom, akuntabel, dan transparan untuk penjaminan dan peningkatan mutu dan peningkatan kualitas berkelanjutan.  

Berdasarkan Visi dan Misi di atas Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)  Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mengadakan suatu program yang diberi nama Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Menurut Dr. Najlatun Naqiyah., M.Pd. selaku ketua Tim PKM UNESA “Pelatihan public speaking kepada santri pondok pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo Kediri bertujuan untuk meningkatkan self-efficacy (rasa berhasil) saat pidato. Saya dan anggota tim PKM UNESA yang terdiri dari: Dr. Mutimmatul Faidah, S.Ag., M.Ag, Sjaflatul Mardliyah, S.Sos., M.A, Dr. M. Turhanyani, Muhammad Farid Ilhamnudin S.Pd., M.Pd, dan Sumarlik, S.Pd berkerjasama dengan pengurus pondok pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo Kediri yaitu Gus Fahmi berusaha mewujudkan harapan orangtua yang menginginkan anak-anak mereka menjadi pemimpin dan ahli dakwah dimasyarakat setelah lulus dari pondok pesantren.” (Sabtu, 14/9/2019).

Kegiatan pelatihan public speaking kepada santri pondok pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo Kediri untuk meningkatkan self-efficacy (rasa berhasil) saat pidato diawali dengan acara pembukaan. Peserta pelatihan public speaking dibagi menjadi dua tempat yaitu 20 santri di pondok pesantren Al-Falah Putra dan 20 santriwati di pondok pesantren Al-Falah Putri. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian modul, ATK dan angket pre-test oleh TIM PKM UNESA kepada peserta. Peserta diwajibkan untuk mengisi angket pre-test terlebih dahulu sebelum memasuki sesi pelatihan public speaking. Pelatihan dilakukan dengan membahas modul dan memberikan contoh yang benar ketika tampil di depan umum agar mempermudah santri dalam menerima materi public speaking. Setelah sesi latihan acara selanjutnya yaitu lomba pidato yang diikuti oleh seluruh peserta pelatihan dengan tampil didepan juri dan audience secara bergilir. Acara terakhir yaitu pengisian angket post-test serta pengumuman juara 1, 2, 3, harapan 1 dan harapan 2. Tujuan diberikannya angket pre-test dan post-test kepada santri ialah untuk mengetahui tingkat self-efficacy (rasa berhasil) saat pidato sebelum dan sesudah pelatihan.  Hasil pre-test menunjukkan santri kurang mampu mengelola latihan pidato yang menarik dan berkelanjutan. Banyak santri yang merasa kurang percaya diri untuk tampil berbicara dimuka umum. Setelah melaksanakan pelatihan santri mengalamai perubahan yang lebih baik. Pidato yang ditampilkan sangat menarik dan santri terlihat percaya diri dengan materi pidato yang disampaikan. Pidato yang ditampilkan santri membahas permasalahan jaman sekarang yang dikaji dari segi agama seperti: keutamaan berbuat baik kepada kedua orang tua, peran seorang wanita, pentingnya mencari ilmu, tentara-tentara hati dan masih banyak lainnya. Sehingga pelatihan public speaking kepada santri pondok pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo Kediri efektif  untuk meningkatkan self-efficacy (rasa berhasil) saat pidato.