FIP Perkuat Kerjasama Internasional dan Akreditasi Prodi

 

Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) terus berbenah dan melakukan percepatan di berbagai bidang. FIP yang saat ini sedang berbenah dalam pembangunan fisiknya juga tak luput dari pembenahan dalam bidang penguatan kerjasama nasional maupun internasional, peningkatan status akreditasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik dosen, mahasiswa maupun karyawan.

Pada bidang kerjasama internasional, FIP terus menguatkan kerjasama internasional di bidang pendidikan dan pengembangan. Tak hanya memperkuat kerjasama yang telah dilakukan sebelumnya, FIP juga terus mengembangkan kejasama baru untuk meningkatkan kualitasnya. Hal ini karena sudah saatnya FIP melakukan percepatan untuk berprestasi.

Kerjasama yang telah erat dengan Khon Kaen University Thailand dalam beberapa tahun ini akan mengalami peningkatan. Jika sebelumnya FIP telah melakukan kerjasama di bidang pertukaran mahasiswa dengan College of Local Administration (COLA) Khon Kaen University, mulai tahun 2016 lalu, FIP juga melakukan pertukaran mahasiswa dengan Faculty of Education Khon Kaen University Thailand. Kerjasama dengan Khon Kaen University juga akan berkembang dan dikuatkan lagi dalam hal penelitian bersama, pengiriman dosen untuk magang, pengiriman mahasiswa untuk transfer kredit, short course, penguatan karya mahasiswa, dan tentunya pertukaran mahasiswa.

“Harapannya dosen FIP bisa magang disana dan punya link supaya disamping mencari keilmuan juga bisa berwawasan internasional,” ujar Dekan FIP, Drs. Sujarwanto, M.Pd.

Tak hanya dalam tataran ASEAN, kerjasama internasional yang dilakukan FIP juga telah meluas. Pada bulan Mei ini, Dekan FIP, bersama dengan rektor dan jajarannya akan berkunjung ke Spanyol untuk menggelar kerjasama dengan Erasmus dalam bidang pengembangan pendidikan inklusif. Unesa tergabung dalam INDOEDUC4ALL bersama dengan 5 universitas lain dari Indonesia yakni Universitas Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN-SUKA Yogyakarta, IAIN Surakarta, dan Universitas Lambung Mangkurat.

Unesa tergabung dalam proyek kerjasama ini karena terus meningkatkan kualitasnya, tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam kepeduliannya dengan mahasiswa berkebutuhan khusus. Dekan FIP Unesa, Drs. Sujarwanto, M.Pd merupakan pendiri dan koordinator organisasi non-profit yakni Pusat Studi dan Layanan Penyandang Disabilitas (PSLPD) Unesa, sehingga pada tahun 2013 Unesa meraih “Inclusive Award” dari kementrian pendidikan.

University of Alicante (Spanyol) yang telah memiliki pengalaman dan ahli dalam bidang pengembangan pendidikan untuk penyandang disabilitas dan pendidikan inklusif menjadi project coordinator dalam kerjasama internasional ini. Selain itu, University of Piraeus (Greece) dan Glasgow Caledonian University (UK) juga akan ikut andil dalam pengembangan assessment, pelatihan, pelaksanaan pendidikan inklusif, serta dalam bidang konferensi dan publikasi. Unesa dan kelima universitas lainnya akan terlibat dalam kegiatan proyek dan akan bertanggungjawab melaksanakan kegiatan dalam institusi mereka. Lebih tepatnya melakukan self-assesment untuk menilai kepuasan stakeholders, mengidentifikasi kekuatan dan kelamahan dalam bidang pengembangan pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan, serta memperluas jaringan kerjasama.

Dalam menunjang kerjasama internasional ini, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu kuncinya. Seluruh civitas akademik ikut andil dalam suksesnya kerjasama internasional. Dosen dan mahasiswa dituntut untuk melakukan pengembangan kompetensi baik di bidang penulisan karya ilmiah, maupun penguatan bahasa inggris.

“Semoga kerjasama yang baik ini bisa membawa nama FIP makin berkibar, paling tidak di ASEAN, bahkan dunia internasional” harap Drs. Sujarwanto, M.Pd.

Selain peningkatan kerjasama internasional, fakultas tertua di Unesa ini pun terus meningkatan status akreditasi prodi yang dimilikinya. Akreditasi merupakan salah satu indikator kualitas suatu perguruan tinggi, baik itu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Akreditasi juga menjadi sebuah aset penting untuk menetapkan posisi sebuah lembaga. Melalui akreditasi, masyarakat dapat menilai mutu suatu lembaga. Hal ini karena akreditasi merupakan penentuan standar mutu dan penilaian suatu lembaga pendidikan oleh pihak di luar lembaga yang independen.

Tujuan dan manfaat akreditasi adalah untuk memberikan jaminan bahwa program studi yang terakreditasi telah memenuhu standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT. Selain itu, adanya akreditasi akan mendorong program studi untuk terus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu. Manfaat lain dari akreditasi adalah bagi lulusan yang ingin bekerja, beberapa instansi mensyaratkan akreditasi minimal.

Mutu program studi merupakan cerminan dari totalitas input, proses, dan output, serta layanan/kinerja program studi yang diukur berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Perbaikan mutu program studi secara berkelanjutan perlu peningkatan SDM serta sarana dan prasarana. FIP terus mendorong dosen-dosennya untuk melahirkan karya, baik itu buku, bahan ajar, artikel, prosiding, atau jurnal terindeks SCOPUS-THOMSON. Dalam menunjang hal tersebut, FIP terus melakukan pelatihan pembuatan karya ilmiah dan dan peningkatan kualitas dosen dalam melakukan proses pembelajaran. Selain itu, dalam bidang kemahasiswaan juga terus dipacu untuk melahirkan prestasi. Berbagai pelatihan mahasiswa, baik di tingkat fakultas maupun program studi/juruan terus digelar untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing mahasiswa.

Selain peningkatan SDM, peningkatan sarana fisik juga diperlukan. Hal ini perlu agar seluruh civitas akademik merasa nyaman berada di kampus, sehingga produktivitas dosen dan mahasiswa akan meningkat. Penataan sarana fisik seperti ruang kelas yang nyaman, ruang laboratorium, ruang tata usaha, perpustakaan, aksesibilitas, penataan taman, penghijauan dan lainnya diperlukan karena semua hal tersebut akan bermuara pada akreditasi.

“Dari delapan prodi yang ada di FIP, empat prodi telah terakreditasi A dan tiga prodi terakreditasi B, dan masih ada satu prodi yang masih dalam proses,” ujar Dekan FIP, Drs. Sujarwanto, M.Pd.

Delapan prodi yang ada di FIP, empat diantaranya, yakni Pendidikan Luar Biasa, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Luar Sekolah, dan Bimbingan Konseling telah terakreditasi A. Sedangkan Psikologi. Manajemen Pendidikan, serta Kurikulum dan Teknologi Pendidikan terakreditasi B. Dan untuk prodi PGSD saat ini masih dalam proses akreditasi, dengan harapan mampu memperoleh untuk mendapatkan akreditasi A.

“Targetnya, FIP akan menambah satu prodi yang terakreditasi A, yakni PGSD, sehingga akan berjumlah 5 prodi yang terakreditasi A,” harapnya. (lina mezalina)

 

GRAND FINAL PUTERA DAN PUTERI FIP 2017

Hari ini tanggal 6 Mei 2017 diselenggarakan Grand Final Putera dan Puteri Fakultas Ilmu Pendidikan bertempat di Gedung Auditorium O5 lantai 3. Acara ini dihadiri oleh Wakil Dekan 3, Kajur dan Sekjur selingkung FIP, Dewan Juri, Putera dan Puteri FIP tahun 2016, Finalis Putera dan Puteri 2017 serta mahasiswa suporter dari masing-masing jurusan. Terdapat 16 finalis dalam ajang pemilihan putera dan puteri FIP 2017 ini, masing-masing jurusan mengirimkan perwakilan terbaiknya. Dalam ajang Putera dan Puteri ini sebelum acara puncak Grand Final terdapat beberapa tahap seleksi, seperti tes wawancara, tes bakat, tes potensi akademik, tes wawasan kebangsaan, tes bahasa Inggris, dan serangkaian karantina yang dilakukan oleh ke 16 finalis.

Ke 16 finalis harus disisihkan 5 besar pasangan untuk menuju ke 3 besar. Acara sangat mendebarkan ketika ke 3 besar pasangan menantikan perolehan juara. Inilah mahasiswa yang memperoleh 3 besar pasangan Putera dan Puteri FIP 2017:

  1. Salman (BK)
  2. Dwi Puji Astutik (Psikologi)
  3. Fahmi (KTP)
  4. Halimah (PLS)
  5. Natalia (PGPAUD)
  6. Galih (PGSD)

Peroleh juara 1 Putera dan Puteri FIP yaitu Galih (PGSD) dan Dwi Puji A. (Psikologi), juara 2 Putera dan Puteri FIP yaitu Fahmi (KTP) dan Halimah (PLS), juara 3 Putera dan Puteri FIP yaitu Salman (BK) dan Natalia (PGPAUD). Tak lupa juga juara favorit putera dan puteri FIP yang diperoleh dari voting di instagram yaitu Putera Favorit diperoleh oleh Galih (PGSD) dan Natalia (PGPAUD). Animo supporter sangat antusias untuk mendukung para finalis Putera dan Puteri 2017 ini.

Bpk Heru selaku wakil dekan bidang alumni dan kemahasiswaan menanggapi acara grand final ini pada prinsipnya berjalan lancar sudah tercapai sesuai tujuan untuk membuat icon fip yaitu CIP (Cerdas Inovatif Peduli) kemudian, FIP semakin TAMPAN dan sukses kuliah antara kegiatan kurikuler, extra kulier dan ko kurikuler berjalan lancar, salah satunya lewat ajang putra putri FIP. Harapannya Semakin tampan, FIP menjadi rumah dan membawa kewibawaan bagi orang-orang yang ingin melihat fip lebih baik, mereka bertugas seperti corong dan ujung tombak untuk mempublikasi karakternya.

Tanggapan salah satu juri dalam ajang Putera dan Puteri FIP, bahwa yang paling dibutuhkan untuk menjadi PAPI FIP Unesa bukan hanya dari sisi kemampuan saja dan namun juga diperlukan behavior dan mereka juga menjadi icon untuk memperkenalkan Surabaya dan Jawa Timur. Kesan para juri untuk para finalis, sebetulnya kemampuan yang hari ini diberikan belum cukup untuk menjadi icon namun sudah lebih baik karena beliau percaya kemampuan mereka hari ini belum sepenuhnya dikeluarkan, hanya 75% dan yakin masih memilki kemampuan yang lebih dari hari ini.

“Nggak nyangka bisa  meneruskan mbak Dwi Putri Astuti lagi dan bisa membanggaakan  jurusan Psikologi 3 tahun  berturut turut” ungkap juara 1 Putera Puteri PIF 2017. Langkah pertama apa yg akan dilakukan oleh Putera Puter FIP 2017 yaitu menyiapakan acara bulan pendidikan sebaik mungkin dan ini job pertama mereka. Menurut Putera Galih sebagai juara 1 Putera sekaligus Putera Favorit, langkah awal yang dilakukan yaitu, perbaikan paguyuban dan  memperkenalan organisasi sambil membahas proker kedepannya dan juga harus disesuikan dengan kebutuhan mahasiswa.

Ibu Kartika Rinakit selaku ketua pelaksana acara Putera Puteri FIP 2017 berharap kepada para finalis untuk menjadi icon kebanggaan melalui brain, beauty dan behaviour.(SHF/TIR/PIF)

Selamat Berkontribusi, Semangat Mengabdi – Pelantikan DPM dan BEM FIP 2017

Surabaya – Bertempat di Gedung Auditorium  O1 lantai 3  Universitas Negeri Surabaya  (UNESA) pada Senin  20 Maret 2017 mulai pukul 15.00 WIB dilangsungkan pelantikan kepengurusan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) periode 2017.

Dalam acara pelantikan fungsionaris DPM dan BEM di hadiri oleh Dekan FIP Drs. Sujarwanto, M.Pd, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Heru Siswanto, M.Si, dan Para jajaran civitas akademika FIP dan tamu undangan yang lainya.

Acara diawali dengan Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian Pembacaan Surat Keputusan yang dibacakan oleh Dekan FIP Bapak Sujarwanto, M.Pd, Pembacaan Janji  Pengurus DPM dan BEM, dilanjutkan dengan penandatangan Janji Pengurus Baru, Pelantikan dan kata-kata pelantikan serta sambutan oleh Dekan FIP dan Ketua DPM dan BEM baik periode yang lama maupun yang baru.

Dalam sambutannya Drs. Sujarwanto,M.Pd menuturkan agar para pengurus DPM dan BEM, mampu mensinergiskan kegiatan akademik maupun non akademik, jangan sampai kegiatan non akademik  menganggu kegiatan akademik sehingga tidak ada alasan karena menjadi aktivis tidak lulus tepat waktu, tegas Drs. Sujarwanto, M.Pd Dekan FIP.

“Atas nama Pimpinan FIP Universitas Negeri Surabaya perkenankan kami menyampaikan ucapan selamat kepada saudara-saudara yang pada tahun 2017 ini telah diberi amanah oleh para mahasiswa di masing-masing organisasi DPM, dan BEM untuk mengemban tampuk pimpinan selama satu tahun, mudah-mudahan saudara-saudara semua bisa mengemban amanah ini sebaik-baiknya sesuai dengan janji yang telah diikrarkan”.

“Dan tak lupa ucapan terimakasih yang setinggi – tingginya diberikan kepada pengurus yang menjabat pada periode 2016 baik DPM maupun BEM, karena telah mampu mengemban amanah yang telah diberikan dibuktikan dengan banyak torehkan prestasi yang didapatkan sehingga mampu meningkatkan kinerja kemahasiswaan FIP Unesa”.

Penyerahan kenang-kenangan menepati acara yang terakhir kemudian  ditutup dengan do’a dan pemberian selamat  dan berjabat tangan kepada para pengurus baru mengakhiri pelantikan DPM dan BEM periode 2017.(Aziz/PIF)

 

Malam Budaya Penyambutan Mahasiswa dari Khon Kaen University, Thailand

Surabaya – Senin, 20 Maret 2017 Fakultas Ilmu Pendidikan Mengadakan Malam Budaya (Cultural Night) di Auditorium O5 lantai 3 yang merupakan serangkaian kegiatan penyambutan mahasiswa dari Khon Kaen University. “Program Student Exchange ini sudah tahun ketujuh kami bekerja sama dengan Khon Kaen University” ujar Wakil Dekan 3 FIP. Beliau juga memaparkan bahwa student exchange akan mengikuti perkuliahan di Unesa selama dua minggu terhitung sejak tanggal 20 Maret 2017. Pertukaran mahasiswa dari Khon Kaen University tidak hanya mengikuti perkuliahan di FIP saja tetapi juga mengikuti perkuliahan kelas internasional di Fakultas Bahasa Seni dan Fakultas Matematika IPA karena mereka berasal dari FKIP sehingga yang mereka pelajari tidak sekedar ilmu pendidikan tetapi juga keilmuan lain seperti Matematika, Biologi dan lainnya.

Kegiatan Malam Budaya ini menampilkan budaya kearifan lokal yang ada di Indonesia dan Thailand. Kesebelas mahasiswa Kon Kaen University menampilkan tari khas dari Thailand. Penampilannya disambut antusias oleh penonton yang hadir kala itu. “Kita dapat mengetahui budaya Thailand tanpa harus mengunjungi ke Negeri Gajah Putih, ujar Irfina Cindy mahasiswa FIP Unesa.

Student exchange dari Thailand tiba di FIP sejak tangal 19 Maret malam. Mereka akan menginap di Dormitory Lt.2 PLA FIP UNESA. Karena baru dua hari berada di FIP para SE ini masih berkeliling lingkungan kampus, bertemu dengan dosen-dosen FIP serta belajar sistem perkuliahan. “Kuliner di Indonesia kaya akan rasa, saya dan teman-teman saya suka sekali makan sate dan martabak manis.” begitulah kesan pertama Pim (Thai Name) salah satu SE Thailand. Mereka senang denga keramahan teman-teman baru di FIP sehingga bisa langsung mengakrabkan diri. Walau terkadang masih sering ada salah paham pengertian karena harus berbahasa Inggris. (VND)

 

Ramaikan Fakultas, Psikologi Menjawab Fenomena Terkini Dalam Dunia Pendidikan Indonesia

SURABAYA – Dalam rangka Dies Natalis Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan mengadakan Seminar Nasional yang mengusung tema “Psikologi Menjawab Fenomena Terkini Dalam Dunia Pendidikan Indonesia” dengan mengundang pembicara yang sangat berkompeten yakni pemateri pertama Bapak Gandi Soni Wicaksono selaku Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia-Daerah (KPID), pemateri kedua Ibu Ari Pratiwi, S. Psi., M. Psi. selaku Psikolog Anak, dan pemateri ketiga M. Arif Alfiansyah yakni Finalis SUCI 4, Sabtu(18/03/2017) .

“Acara ini, kali pertama dan kemajuan bagi jurusan Psikologi mengadakan SEMNAS dengan pembicara yang sangat bagus” ujar Rosinta Winda selaku Panitia SEMNAS

Banyaknya problem yang muncul mengenai fenomena saat ini, terutama dalam dunia pendidikan di Indonesia mulai dari tayangan acara yang disiarkan di pertelevisian, penggunaan media sosial yang salah, sampai implikasi yang akan ditimbulkan dari hal-hal tersebut.

“Seminar ini lebih menyadari peran medsos, serta kita lebih tau pengawasan tayangan dan dikorelasinya pada psikologi terutama psikologi pada anak” ujar Kunaifi selaku peserta.

Menariknya dari acara ini ialah pada pembicara kedua yakni Ibu Ari Pratiwi, S. Psi., M. Psi. yang sangat mengerti mengenai kondisi psikologi anak, beliau yang memaparkan perlunya pendampingan pada anak kecil khususnya pada tayangan serta media sosial.

Tak terasa dipengujung acara ditampilkannya pemateri ketiga sekaligus penampilan Stand Up Comedy dari M. Arif Alfiansyah yang sangat menghibur dengan menyampikan bahan guyonan sesuai tema yang diangkat pada SEMNAS salah satunya tentang video viral mannequin challenge yang seketika menyebar ke berbagai Negara dengan music yang khas.(Lala/PIF)

 

 

MANAJEMEN PENDIDIKAN: TIM BORANG SOLID RAIH AKREDITASI “B”

Surabaya—Manajemen Pendidikan (MP) merupakan salah satu jurusan di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) yang telah melaksanakan kegiatan visitasi akreditasi jurusan yang di datangi oleh asesor dari BAN PT Prof. Dr. Sugiyono, M.Pd dan Prof. Dr. Rusdinal, M.Pd pada Sabtu (11/2/2017). Akreditasi MP disiapkan sejak Bulan Agustus 2016, divisitasi 10-12 Februari 2017.

Akreditasi pada dasarnya adalah untuk melihat kinerja Jurusan dalam mengelola lembaga yang didasarkan pada standard yang ditetapkan oleh BAN PT. Ke 7 standar tersebut didasarkan pada dokumen-dokumen “by document”. Kesiapan Jurusan dalam memenuhi 7 standar BAN PT itulah yang mempengaruhi akreditasi Jurusan. Untuk mempersiapkan hal tersebut diperlukan peran pimpinan dalam mengkondisikan semua komponen di Jurusan  khususnya dalam membangun ”tim borang yang solid”. Selain itu, sarana dan prasarana jurusan juga menjadi hal yang mempengaruhi akreditasi. Pemenuhan Sarpras MP menjadi salah satu hambatan yang dihadapi dalam persiapan akreditasi. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan dukungan dari beberapa pihak, khususnya dari kebijaksanaan yang diberikan pimpinan fakultas.

Proses Visitasi di MP berjalan lancar. Asesor dari BAN PT hadir untuk memeriksa dokumen pendukung yang dituliskan Tim dalam Borang dan Evaluasi Diri Jurusan MP. Asesor memeriksa dokumen yang ada di Fakultas terlebih dahulu, selanjutnya memeriksa di Jurusan untuk di check ‘in line” atau tidak antara dokumen Fakultas dengan Jurusan. Asesor juga menggali informasi jurusan dari Kajur, Sekjur, seluruh dosen MP, perwakilan mahasiswa, alumni dan stakeholders.

Maksud dari akreditasi adalah untuk mengevaluasi kinerja Jurusan sebagai lembaga yang melaksanakan proses pendidikan di mana hasil evaluasi tersebut dapat dijadikan dasar untuk perbaikan dan pengembangan jurusan secara berkelanjutan. Akreditasi bukan hanya sekedar pemerolehan nilai “A” saja yang dimaknai dangkal sebagai sebuah “prestise’. Lebih dari itu adalah untuk mengetahui posisi jurusan, baik dengan dalam perspektif internal factors maupun external factors. Sehingga ditemukan key success factors yang nantinya harus diimplementasi sebagai strategi untuk perbaikan jurusan. Berdasarkan hasil evaluasi oleh asesor, MP perlu meningkatkan prestasi mahasiswa di kancah nasional dan internasional, begitu juga dengan kerjasama. Dua hal ini yang jadi ‘PR’ untuk MP.

Hasil Akreditasi merupakan cerminan kinerja lembaga. Harapan kedepan, MP dapat memperbaiki performansi lembaga sesuai dengan standard yang telah ditetapkan BAN PT. Nilai “A” yang betul-betul merepresentasikan pemenuhan standard yang ditetapkan oleh BAN PT itulah yang menjadi orientasi dan harapan warga MP. “Menurut saya, Pemerolehan Nilai  “B” dari NIlai C untuk MP adalah pencapaian prestasi, meskipun kita berharap nilai A. namun kembali lagi pada pandangan bahwa hasil akreditasi adalah untuk perbaikan kinerja. MP sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk FIP, Unesa dan lebih spesial lagi untuk mahasiswa”ungkap Ibu Dosen yang memiliki suara emas ini.

Sertifikat Akreditasi dengan nilai B diterima pada Bulan Mei 2017. Pencapaian hasil yang diperoleh Jurusan MP tidak bisa dipisahkan dari berbgai pihak yang membantu dalam proses akreditasi MP “Dukungan yang luar biasa diberikan oleh pimpinan fakultas dan jajarannya, Pimpinan Universitas, PPM, GPM” tutur Ibu Nunuk Hariyati, M. Pd  sebagai salah satu dosen yang berperan penting dalam proses akreditasi jurusan MP. (Ai/SHF/PIF)

Posted in MP

Mewujudkan Mahasiswa yang Cerdas, Kreatif, dan Berkompeten

Surabaya, organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama, bekerja bersama-sama, untuk mencapai tujuan mereka bersama. Untuk mencapai tujuan tersebut, organisasi memerlukan manajemen organisasi tertentu. Proses manajemen untuk organisasi bukanlah sebuah proses yang mudah. Proses mencapai tujuan tidak bisa asal-asalan, selain harus memastikan tujuan utama tercapai, proses tersebut juga harus mempertimbangkan dua aspek penting, yaitu keefektifitasan dan keefisienan dari proses pencapaian tersebut.

Sehubungan dengan bagaimana cara mengelola organisasi yang baik, kemudian bagaiamana cara membuat proposal kegiatan dan mengatur sebuah keuangan organisasi, Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Biasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan pelatihan LKMM-TD (Lataihan keterampilan manajemen mahasiswa tingkat dasar) dengan tema “ membangun kompetensi managemen organisasi untuk mewujudkan mahasiswa yang cerdas, kreatif, dan berkompeten”, sabtu-minggu (05-06/11/2016)

Pelatihan LKMM-TD dilaksanakan di gedung 06 lantai 4 PLB, dengan mendatangkan narasumber dari FMIPA Unesa Siti Nurul Hidayat, S.Pd, dan Septa Fitrianingrum, SS, M.Pd beserta dua pemandu yang mendampingi dari FIP Deby Agus Santoso dan Mayang Intan Triastuti.

Pelatihan LKMM-TD PLB diikuti oleh 80 peserta dari jurusan PLB sendiri berjumlah 78 peserta kemudian 2 peserta dari FISH. Untuk pembagian kelasnya dibagi menjadi 2 kelas, 1 kelas berisi 40 peserta dan didampingi oleh 1 narasumber dan pemandu LKMM-TD.

Dari panitia juga menyiapkan peserta terbaik dan kelompok terbaik untuk masing-masing kelas dengan tujuan agar panitia mengetahui mana peserta yang aktif yang benar-benar mengikuti materi yang disampaikan dan untuk kelompok terbaik dinilai dari progam proposal yang dibuat, penyusunan proposal, dan saat penyampaian presentasi proposal, papar anastasia maryana bale selaku ketua panitia LKMM-TD (Aziz/PIF).

PGSD Siap Membangun Iklim Literasi Di Sekolah

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyatakan kondisi pendidikan sudah gawat darurat. Salah satu kondisi kronis adalah rendahnya kemampuan literasi siswa. Indonesia berada di peringkat 42 dari 45 negara dalam asesmen Progress International Reading Literacy Study (PIRLS) 2011. Sementara itu, kemampuan literasi membaca siswa dalam tes Programme for International Student Assessment (PISA) 2013 menempatkan Indonesia pada posisi hampir buncit, 64 dari 65 negara peserta. Selain itu, data statistik SD tahun 2015/2016 menampilkan tingginya angka putus sekolah dan amgka mengulang di SD kelas rendah. Tersebar di Jawa Kalimantan, NTT, Sumatera, Maluku, Sulawesi, dan Papua.

Oleh karena itu, jurusan pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) FIP UNESA menggelar acara Seminar Nasional dengan tema “ Membangun Iklim Literasi di Sekolah”, yang dilaksanakan di Auditorium O5 FIP UNESA, selasa (18/10/2016).

Kegiatan seminar tersebut dihadirikurang lebih 400 peserta diantaranya yaitu mahasiswa UNESA, UMM, UMY, UNESS, dam IKIP PGRI. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 18 oktober ini mengundang dua pemateri yaitu Pratiwi Retnaningdyah, Ph.D ketua gerakan literasi UNESA dan Dr. Dewi Utama Faizah Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Satgas Gerakan Literasi Sekolah.

Agar sekolah mempu menjadi garis depan dalam pengembangan budaya literat, terdapat beberapa strategi untuk menciptakan iklim literasi yang positif di sekolah. Diantaranya 1) Lingkungan fisik ramah literasi. 2) Lingkungan sosial dan afektif. 3) Lingkungan akademik.

Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari Seminar Nasional diantaranya gerakan literasi di sekolah membangun kepedulian guru terhadap latar sosial- historis-budaya setiap individu siswa. Setiap siswanya unik dan istimewa. Guru – guru menjadi pelaku budaya yang diistilahkan sebagai PROTAGONIS BUDAYA. Keluarga dan sekolah akan bersama – sama membangun praktik – praktik literasi, sosial, budaya, dan pedagosis. Literasi bukan hanya sekedar pandai CALISTUNG sebagai kecakapan menyelesaikan tugas – tugas akademik belaka seperti yang selama ini di praktikkan di sekolah, ungkap elsinta lisnawati salah satu mahasiswa peserta seminar nasional literasi.(Meis/MAA/PIF)

Kunci sukses berwirausaha

Surabaya,Menjadi seorang wirausahawan merupakan sesuatu yang diinginkan oleh kebanyakan orang. Terlebih bagi seorang mahasiswa, berwirausaha kini telah menjadi pekerjaan yang paling diminati. Apalagi jika dilihat dari jumalah pekerjaan kantoran dan menjadi PNS semakin lama semakin sedikit peluang untuk bisa berada pada posisi tersebut. Melihat ketertarikan mahasiwa di bidang kewirausahaan, Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan mengadakan Seminar Nasional Kewirausahaan dengan tema “ Kunci Sukses Berwirausaha”, sabtu (01/10/2016)

Seminar Nasional Kewirausahaan diadakan di O5 lantai 3 Mnajemen Pendidikan Unesa Lidah wetan, dan acara tersebut telah mengundang banyak perhatian dari berbagai mahasiswa, tidak hanya dari mahasiswa Unesa tetapi juga mahasiswa dari universitas lain di Surabaya. Acara yang menghadirkan owner Stupid Chicken yaitu Kak Avin yang sukses berwirausaha di bidang makanan telah memberikan banyak inspirasi dan inovasi kepada para peserta. Kak Avin merupakan alumni mahasiswa Unesa tahun 2010 di Prodi Tata Boga.

Selain menghadirkan wirausahawan di bidang makanan, seminar nasional ini juga turut menghadirkan artis selebgram yang sedang booming di media online, yaa siapa lagi kalau bukan D’Kadoor. Pria kelahiran Malang ini telah berhasil membius para peserta semnas terutama kaum hawa yang sangat histeris menyambut kedatangan selebgram fenomenal ini. Berkat keunikan yang ia ciptakan D’Kadoor mampu menyita perhatian para penguna media sosial terutama instagram yang berdampak pada kepopuleran yang ia dapatkan sekarang ini.

Sebenarnya kita mampu untuk menjadi seorang wirausahawan hebat apabila kita berani berinovasi dan menciptkan sesuatu yang baru. Kedua wirausahawan di atas dapat kita jadikan inspirasi asalkan kita mau berusaha dan berani mengambil resiko. (J red/ys/PIF)

Posted in MP

Pendidikan yang lebih cerah melalui SM3T dan LPDP

Surabaya, Badan Eksekutif Mahasiswa Departemen Luar Negeri menggelar seminar nasional dengan tema  “The Bright With Excellent Education by LPDP Scholarship And SM3T”, Sabtu (24/09/2016)

Kegiatan ini dilaksanakan di gedung O5 lantai 3 FIP Unesa Lidah wetan, dengan menghadirkan narasumber narasumber hebat yaitu diantaranya Prof. Dr. Rusijono koordinator SM3T, Zuhda mila F,  SH. LLM  dan  Indra Komara, ST dari Awarde LPDP Scholarship di Universitas New South Wales dan saat proses acara berlangsung di pandu oleh Adi Setiawan, S.Pd alumni student ecchange thailand sebagai pembawa acara.

Peserta yang mengikuti seminar nasional ini kurang lebih 400 peserta tidak hanya diikiuti oleh Fakultas ilmu pendidikan saja akan tetapi juga diikuti oleh Fakultas fakultas lain yang ada di Unesa dan diikuti oleh Universitas lain di wilayah surabaya dan sekitarnya.

Dalam seminar nasional kali ini dari panitia mengambil 2 topik sekaligus yaitu apa itu beasiswa SM3T (sekolah mengajar terpencil, terluar, dan terdepan) dan beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Acara dimulai pukul 09.00 dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu indonesia raya dan mars unesa, sambutan sambutan oleh ketua panitia seminar nasional, ketua BEM FIP, Dekan FIP diwakilkan oleh ketua jurusan MP bapak karwanto, M.Pd karena bapak dekan berhalangan hadir dan dilanjutkan acara inti yaitu pemaparan materi oleh narasumber tentang SM3T dan LPDP.

Harapannya setelah diadakan seminar nasional ini khususnya mahasiswa FIP dan umumnya bagi peserta seminar nasional lebih paham akan apa itu progam pemerintah tentang SM3T dan LPDP, dan mengetahui persyaratan apa saja yang harus dipersiapkan mulai saat ini untuk dapat mengikuti progam SM3T dan LPDP demi memajukan pendidikan diindonesia yang lebih baik, papar ketua panitia seminar nasional.(aziz/PIF)

Posted in BEM