Ramadhan Ceria bersama Urban Care Community

Surabaya, (18/5/2018). Menyambut bulan suci ramadhan, setiap orang berlomba – lomba dalam berbuat kebaikan. Dimana bulan ramadhan adalah bulan yang paling istimewa diantara bulan – bulan yang lain. Himpunnan Mahasiswa Jurusan PG PAUD kali ini berkesempatan melaksanakan sebuah kegiatan di bulan ramadhan yaitu, Ramadhan Ceria dengan tema “saling berbagi dan mengasihi di bulan suci” dilaksanakan pada Jumat, 18 Mei 2018. Ramadhan ceria kali ini dilaksanakan bersama anak – anak jalanan di jagir wonokromo (Urban Care Community). Apa si Urban Care Community?  Adalah sebuah komunitas anak jalanan di jagir wonokromo, komunitas anak jalanan ini sangat positif. Kenapa positif, karena dalam komunitas ini mereka belajar bersama dengan kakak – kakak relawan disana. Kegiatan pembelajaran dimulai dari jam 3 sore sampai jam 6 sore. Retangan usia sangat beragam, dari usia 4 tahun sampai 15 tahun.

Kegiatan tersebut disabut dengan baik dengan mereka, acara yang pertama adalah pembukaan. Acara yang selajutnya adalah game, dalam game ini dibagi menjadi 4 kelompok. Masing – masing kelompok dipandu dengan dua kakak – kakak HMJ PG PAUD. Ada dua permainan yaitu, sambung sedotan dan ular berbisik. Setelah kegiatan bermain selesai, mereka diajak membuat yel – yel yang nantinya diadukan dengan kelompok yang lain sembari menunggu waktu berbuka puasa. Setelah setiap kelompok beradu yel – yel, selajutnya mereka melaksanakan sholat berjamaah di mushola dan dilanjut dengahn berbuka puasa. Acara selajutnya adalah penutup, dengan pembagian cidera mata kepada ketua Urban Care Community atau UCC. Dan selanjutnya pemberian ampao kepada anak – anak jalanan dan selanjutnya mereka pulang. Nah itulah sepengal kegiatan Ramadhan Ceria, semoga bermanfaat dan menginpirasi./pif

Talk Show Guru Besar

Surabaya, 16/5/2018. Dalam rangkaian kegiatan the 4th EduFest 2018 Fakultas Ilmu Pendidikan menyelenggarakan Talk Show Guru Besar. Kegiatan dilaksanakan  Hari Rabu, 16 Mei 2018 di Pendopo Gedung O2 Lantai 1. Fakultas Ilmu Pendidikan Univesritas Negeri Surabaya memiliki 7 Guru Besar yang terdiri dari (Prof. Roesminingsih, Prof. Siti Masitoh, Prof. Yatim Riyanto, Prof. Murtadlo, Prof. Rusijono, Prof. Mustaji, Prof. Wahyu Sukartiningsih). Dalam kesempata ini para Guru Besar Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Surabaya memaparkan terkait Pendidikan di Indonesia. Dalam kegiatan ini di pandu oleh Neny Mariana, PhD untuk mengatur lalu lintas diskusi.

Mimbar Ilmiah 2018 Menggagas Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0

Surabaya, 15/5/2018. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya dalam rangkaiain Bulan Pendidikan Tahun 2018 Menyelenggarakan kegiatan Mimbar Ilmiah. Kegiatan diselenggarakan selama 2 hari tanggal 14-15 Mei 2018 bertempat di Auditorium Gedung O5 Lantai 3 Fakultas Ilmu Pendidikan. Tema yang di usung pada kegiatan Mimbar Ilmiha 2018 adlah “Menggagas Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0”. Kegiatan dimulai puku 08.00WIB dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Drs. Sujarwanto, M.Pd dalam sambutanya beliau menegaskan perkembangan Teknologi Informasi yang sangat pesat, kita di tuntut untuk mengikuti perkembangan tersebut.

Dalam Kegiatan tersebut masing masing Jurusan yang ada di Fakultas Ilmu Pendidikan diwakili oleh beberapa dosen memaparkan kajian-kajian ilmiah sesuai dengan bidangnya terkait dengan Menggagas Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 mulai dari tantangan kedepan yang akan dihadapi, dan solusi yang ditawarkan dalam mengdapai perkembangan tersebut.

Kegiatan Mimbar Ilmiah 2018 di tutup oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Drs. Heru Siswanto, M.Si pada kesempatanya beliau menyampaikan bahwa Fakultas Ilmu Pendidikan harus terus mengembangkan dan terus berinovasi dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini. Salah Inovasi yang telah dilakukan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan Digitaliasi Penerbitan Balaiwarta yang merupakan salah satu publikasi yang ada di Fakultas Ilmu Pendidikan. Balaiwarta sebelumnya hanya berupa majalah cetak biasa namun seiring dengan perkembangan saat ini berinovasi menjadi majalah digital. /pif

Studi Akademik : Diskusi Program Kerja Bersama HMJ PG PAUD UNIPMA

Surabaya, 14/5/2018. Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan sebuah kegiatan yakni Studi Akademik yang menjalin kerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Negeri Madiun (UNIPMA). Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 14 Mei 2018 di Auditorium 06 FIP UNESA. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu diskusi program kerja antar HMJ PG PAUD UNESA dan HMJ PG PAUD UNIPMA.
Dalam kegiatan ini, antar HMJ PG PAUD UNESA dan HMJ PG PAUD UNIPMA mendiskusikan program kerja selama 1 tahun kedepan. Karena prodi PG PAUD UNIPMA baru saja dirintis pada tahun 2012. Tidak hanya mahasiswanya saja, tetapi dosennya juga berdiskusi mengenai akreditasi PG PAUD di UNESA ini yang telah menyabet akreditasi A.

Tidak hanya itu, HMJ PG PAUD UNIPMA diajak untuk berkeliling suasana kampus PG PAUD tercinta ini. Utamanya mengunjungi lab tari, lab musik, lab komputer, workshop, microteaching, taman baca dan PLA. Selain itu, sebagai acara hiburan, HMJ PG PAUD UNESA juga unjuk bakat dalam menyanyikan lagu anak yang telah di modifikasi secara unik dan dikemas menarik.

BEM FIP – Seminar Nasional Pendidikan & Talkshow

Surabaya, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa, mengadakan Seminar Nasional dan Talkshow dengan mengambil tema “Peran Generasi Kreatif di Era Digital dalam Lingkup Dunia Pendidikan”, Minggu (26/11/2017).

Seminar Nasional dan Talkshow dihadiri oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Drs. Heru Siswanto, M.Si, kemudian Pendamping Kemahasiswaan dari Universitas Mulawarman, Drs. Marsrur Yahya beserta 30 mahasiswa dari FKIP Universitas Mulawarman yang pada saat itu sedang melaksanakan kunjungan kerja dengan BEM FIP Unesa ikut serta meramaikan Seminar Nasional dan Talkshow dan dihadiri 325 peserta Seminar Nasional dan Talkshow yang mayoritas dari FIP Unesa.

Seminar tersebut di selenggarakan di gedung O5 lantai 3 FIP Unesa dengan menghadirkan Rektor Unesa Prof. Dr. Warsono, M.S, Bupati Trenggalek Dr. Emil E. Dardak, M.Sc yang berhalangan hadir yang diwakilkan oleh Ketua KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Jawa Timur Achmad Suhawi, Penulis Novel Dwitasari, dan Ilustratir dari Crew Zetizen.

Pada seminar dan Talkshow kali ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama adalah Seminar Nasional Pendidikan dan dilanjutkan sesi yang kedua adalah talkshow. Seminar Nasional Pendidikan di pandu oleh Muhammad Nurul Ashar salah satu mahasiswa lulusan terbaik wisuda Unesa periode 89 2017. Acara seminar dimulai dengan moderator membacakan curiculum vitae dari kedua narasumber kemudian mempersilahkan narasumber untuk kedepan ketempat yang telah disediakan.

Prof Warsono, M.S mengatakan, Persaingan di Era Digital dalam Dunia Pendidikan saat ini sangat ketat sebagai mahasiswa harus dapat berpikir cerdas, kreatif dan inovatif, kita mungkin pernah mendengar suatu istilah pribahasa jawa yaitu “Alon Alon Asal Kelakon” pribahasa tersebut mungkin sudah tidak digunakan lagi di era digital saat ini,  karena apabila kita menerapkan pribahasa tersebut kita akan jauh tertinggal dengan yang lainya apalagi dengan negara-negara internasional diluar sana, papar Prof Warsono, M.S Rektor Unesa.

Ahad Suhawi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia  Jawa Timur menambahkan, Indonesia akan menhadapi bonus demografi pada tahun 2020, oleh karena itu pemuda khususnya mahasiswa harus mempersiapkan diri untuk bersaing dan tidak terlindas dengan kemajuan teknologi.

Seminar Nasional Pendidikan ditutup dengan sesi tanya jawab dan dilanjutkan sesi yang kedua yaitu Talkshow, pada talkshow kali ini di pandu oleh Nahdiya Paramita salah satu mahasiswa jebolan student exchange khon kaen University pada tahun 2015.

Pemaparan yang pertama dimulai dari Crew Zetizen yang memaparkan trik dan tips bagaimana cara membuat berita yang menarik untuk dibaca dan bagaimana cara mendesain sebuah berita. Dilanjutkan yang kedua oleh kynote speaker yang telah ditunggu-tunggu oleh ratusan peserta yang memadati gedung O5 FIP Unesa  yaitu Dwitasari  salah satu penulis novel “cinta tapi beda” yang sampai dijadikan film oleh Ama Hanung Bramantyo dan masih banyak lagi karya-karya dari Dwitasari.

Dwitasari banyak menyampaikan beberapa hal kepada audience salah satunya adalah “kita tidak perlu berpikir jauh untuk dijadikan sebuah tulisan/karya akan tetapi segala hal yang kecil dapat dijadikan sebuah karya, tergantung bagaimana  cara kita untuk mengoles ide atau gagasan tersebut menjadi sebuah karya”. Para peserta sangat berantusias sekali memperhatikan paparan yang disampaikan oleh Dwitasari sehingga terjadi talkshow yang interaktif yang diasajikan antara narasumber dan audience. (Aziz/PIF)

 

 

 

 

Menimbah Ilmu Mahasiswa PLS Angkatan 2016 di Yogyakarta

 

Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Angkatan 2016 pada semester ini mengadakan Kuliah Lapangan di Yogyakarta dengan tujuan Goa Pindul, Museum Ki Hajar Dewantara, PLS UNY, dan Fakultas Filsafat UGM. Yang dilaksanakan pada Hari Selasa 14 November 2017 hingga Jumat 17 November 2017,

Tujuan pertama Kuliah Lapangan ini di Pantai Indrayanti, dan Pantai Sadranan untuk melihat keindahan pantai di Yogyakarta. Tujuan kedua di Goa Pindul disini mahasiswa mengobservasi bagaimana caranya memanfaatkan destinasi tersembunyi disuatu daerah hingga dikenal oleh semua orang. Tidak hanya mengobservasi latar belakang Goa Pindul itu sendiri tapi menikmati berenang di dalam Goa Pindul yang di temani oleh guide yang berpengalaman untuk menjelaskan seluk beluk Goa Pindul Tersebut.

Sedikit informasi tentang Goa Pindul ini, tempat destinasi wisata ini dikembangkan oleh mahasiswa PLS yang peduli tentang masyarakat didesanya, sehingga memanfaatkan sumberdaya alam tersebut menjadi suatu destinasi yang menggeser wisata Yogyakarta yang sebelumnya Candi Borobudur dan Prambanan ke Goa Pindul.

Tujuan pada hari kedua Kuliah Lapangan ini Mahasiswa mengunjungi PLS Universtas Negeri Yogyakarta (UNY) disini kami sebelum memasuki auditorium di FIP UNY diajak keliling mengitari musium Pendidikan yang berada di UNY tersebut, setelah itu mahasiswa langsung diarahkan ke gedung auditorium untuk mendengar penjelasan dari dosen PLS UNY Bapak Dr. Iis Prasetyo. S.Pd dan bertukar pikiran untuk memajukan PLS yang lebih baik.

Setelah dari PLS UNY mahasiswa PLS angkata 2016 mengunjungi Museum Ki Hajar Dewantara, disini mahasiswa di sambut baik di pendopo “Majelis Luhur Taman Siswa”. Tempat ini sebagai bukti bahwa dulunya bapak pendidikan Indonesia bertempat tinggal disitu. Di museum Ki Hajar ini kami jelaskan oleh pengurus sendiir yaitu Bapak Bambang Widodo dan Bapak Sunardi. Museum ini di bangun oleh Ki Hajar Dewantara sendiri pada tahun 1938 dan diresmikan pada 2 Mei 1970.

Tujuan terakhir kuliah lapangan mahasiswa PLS angkatan 2016 yaitu ke Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada (UGM). Disini mahasiswa langsung diberikan penjelasan oleh Dekan Fakultas Filsafat UGM Bapak Dr. Arkom Kuswanjono. Beliau menyampaiakn latar belakang filsafat itu ada, dan jurusan apa saja yan berada di fakultas filsafat ini. Dan tak lupa kesempatan tanya jawab yang di tanyakan oleh mahasiswa tentang perkembangan filsafat pada jaman saat ini.

 

Pada kuliah lapangan semester ini mahasiswa PLS angatan 2016 memperoleh banyak ilmu yang menjadikan sumber wawasan dalam belajar. Tidak hanya dalam teori saja mahasiswa juga dilihatkan bagaimana cara nya mengembangkan suatu masyarakat dalam wilayah yang tidak terkenal menjadi dikenal dan menjadi destinasi wisata yang mengalahkan destinasi wisata di Yogyakarta.(rizal widyanto/PIF)

Mengabdi Sebagai Aksi Untuk Saling Berbagi

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah melaksanakan progam kerja yaitu pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Cupak Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. Pada acara pengabdian masyarakat kali ini mengambil tema “Mengabdi Sebagai Aksi Untuk Saling Berbagi”  yang termasuk  progam rutin dari HMJ PLS, kamis (03/08/2017)

Desa Cupak sendiri merupakan salah satu desa di Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang yang terdiri dari 2 dusun yaitu Dusun Cupak dan Dusun Munggut, yang berpopulasi sebanyak kurang lebih 1000 jiwa pada area desa tersebut. Letak Desa Cupak sendiri berada di Gunung Pucangan Jombang yang bertekstur tanahnya pegunungan naik turun dengan kondisi rumah tampak seperti rumah desa pada umumnya yang masih menggunakan dinding kayu, tetapi sebagian rumah sudah memakai tembok bata sebagai dindingnya. Mata pencahariaan masayarakat di Desa Cupak sendiri kebanyakan mereka adalah petani yang mengelolah lahan persawahan disekitar daerah tersebut. Untuk lahan pertanian sendiri terdapat beberapa pertanian salah satunya tanaman tebu dan padi. Tanaman tersebut membentang dari luasnya desa Cupak disana.

Pada perjalanan menuju ke Desa Cupak dari Surabaya membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 3 jam. Dengan medan yang harus dilewati sedikit susah,  dari jalannya sangat rusak ditambah dengan sturktur jalan yang naik turun itu membuat perjalanan kami agak terhambat. Sesampainya disana kami langsung bergegas mempersiapkan diri untuk acara pembukaan yang biasa disebut dengan “Rembuk Desa”.

Acara pembukaan atau acara Rembuk Desa dimulai tanggal 3 Agustus 2017 yang dihadiri oleh Bapak Kepala Desa Cupak beserta para perangkatnya dan tak lupa kami juga mengundang para pemuda Karang taruna desa Cupak Kecamatan Ngusikan . Pada  acara pembukaan kami menyampaikan beberapa progam kerja yang akan kami laksanakan selama 4 hari kedepan, diantaranya yaitu kegiatan PLS mengajar, pembentukan mini TBM (tempat belajar masyarakat), bimbingan belajar, seminar parenting, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang lainya.

Bapak Warsono selaku Kepala Desa Cupak menyampaikan dalam sambutannya yaitu “Selamat datang kepada mahasiswa PLS Unesa di desa kami, semoga selama 4 hari kedepan adek-adek mahasiswa betah tinggal disini dan semoga kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar.  Amin”, Tegas Bapak Warsono Kepala Desa Cupak.

Pada hari kedua tanggal 4 Agustus 2017 kegiatan GPM diawali dengan mengajar yang dilaksanakan di sekolah MINU sebelah balai desa Cupak, dengan tenaga pengajar sebagian dari peserta GPM. Kemudian sebagian lainnya melakukan kegiatan kerja bakti membersihkan balai desa dan perpustakaan desa.  Kegiatan ini berlangsung sampai menjelang sholat jum’at, dan pada sore hari kegiatan dilanjutkan lagi dengan bimbingan belajar bagi anak-anak dan seminar kepemudaan membahas tentang kepemimpinan.

Selain kegiatan-kegiatan formal yang dilaksanakan GPM,  kami juga melaksnakan kegiatan non formal sebagai refreshing yaitu lomba agustusan yang bertujuan sebagai bentuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 72. Lomba Agustusan diikuti mulai dari anak-anak, orang dewasa, sampai orang  tua yang ikut berpartisipasi dalam meramaikan lomba agustusan tersebut. Adapun lomba yang diadakan untuk anak-anak antara lain lomba lomba makan kerupuk, sendok kelereng, masukan air dalam botol dan masih banyak lagi. Sedangkan lomba untuk orang dewasa dan orang tua adalah lomba balap karung, tarik tambang, sepak bola kates, dan pindah pulau.

Acara pengabdian masyarakat ditutup pada tanggal 6 Agustus dengan menampilkan pentas seni yang di ikuti oleh anak-anak warga desa Cupak beserta panitia GPM. Bapak Kepala Desa Cupak menyampaikan beberapa kata sebelum kami kembali ketempat perantauan, beliau memaparkan “Banyak terimakasih kepada adek-adek PLS Unesa karena kegaiatan GPM berjalan dengan lancar dan bermanfaat pada warga Desa Cupak, jangan sampai acara penutupan ini menjadikan terputusnya hubungan tali silahturahmi”, pungkas Bapak Warsono Kepdes Cupak.

Keesokan harinya kami pun berkemas untuk melakukan perjalan pulang, dan ini merupakan pengalaman berharga yang tidak akan kami lupakan, ungkap salah satu peserta GPM. (Rizal Widyanto/MAA/PIF)

 

 

Sahara Band Meriahkan kegiatan the 4th EduFest 2018 Fakultas Ilmu Pendidikan

Surabaya, 6/5/2018. Rangkaian kegiatan the 4th EduFest 2018 Fakultas Ilmu Pendidikan adalah penampilan perwakilan Jurusan di Lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan. Beberapa Jurusan menampilkan tari tradisional, accoustik, DJ, dan dan kesenian lainya. Tidak kalah dengan penampilan mahasiswa Dosen pun juga ikut serta memeriahkan the 4th EduFest 2018 Fakultas Ilmu Pendidikan dengan menyumbangkan beberapa lagu. Pada puncak acara dimerihkan oleh SAHARA Band asal Kota Malang, dalam kesempatanya lagu lagu hits  tahun 80an dilantunkan dengan enak. Sahara band merupakan band kawakan yang berkarya di belantika musik indonesia.

Antusias penonton sangat besar saat Sahara Band melantunkan lagu “Buat Apa Susah komposisi” dan “Andai Kau Datang” dari Koes Plus semua penonton ikut bernyanyi disertai dengan lambaian tangan.

Semarak the 4th EduFest 2018 Fakultas Ilmu Pendidikan

Surabaya, 6/5/2018. Fakultas Ilmu Pendidikan merupakan salah satu Fakultas tertua di Universitas Negeri Surabaya. Hari Pendidikan Nasional diperingati oleh seluruh masyarakat Indonesia setiap tanggal 2 Mei, tidak terkecuali Fakultas Ilmu Pendidikan. Dalam kesempatan kali ini Fakultas Ilmu Pendidikan menyelanggarakan beberapa kegiatan terkait hari Pendidikan Nasional dirangkai menjadi sebuah event yang besar dengan nama the 4th EduFest 2018.

Rangkaian kegiatan the 4th EduFest 2018 meliputi : Senam Masal, Jalan Sehat, Donor Darah, Seminar Pendidikan, Mimbar Ilmiah, TalkSHow Guru Besar, Penanaman Pohon (Go Green) dan lain sebagainya. Kegiatan the 4th EduFest 2018 di buka oleh Rektor Universitas Negeri Surabaya Prof. Dr. Warsono pada hari Minggu tanggal 6 Mei 2018 di Lapangan Fakultas Ilmu Pendidikan. Pembukaan rangkaian kegiatan the 4th EduFest 2018 di tandai dengan pelepasan balon ke udara sebagai simbol dimulaianya kegiatan the 4th EduFest 2018.

Dalam kegiatan pembukaan the 4th EduFest 2018 di Hadiri oleh pimpinan Universitas Negeri Surabaya, Wakil Rektor I, Direktur Pascasarjana, Ketua LPPM, dan Dekan selingkung Universitas Negeri Surabaya. Setelah Kegiatan pelepasan balon oleh Rektor dilanjutkan kegiatan selanjutnya yaitu Senam masal dan Jalan Sehat yang diikuti oleh Seluruh Civitas Akademika Universitas Negeri Surabaya. Tidak hanya itu saja peserta Jalan sehat juga iikuti oleh warga sekitar yang turut andil dalam kegiatan the 4th EduFest 2018./pif