KEMERIAHAN PUNCAK BULAN PENDIDIKAN THE 3rd EDUFEST FIP 2017

 

Surabaya (7/05/2017) Semangat bulan pendidikan selalu membara di kalangan civitas akademika Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa. Pasalnya kegiatan ini selalu diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan di setiap tahunnya dengan konsep yang berbeda-beda namun tetap mempertahankan nilai kependidikan. Tahun ini ketua penyelenggara bulan pendidikan yaitu berasal dari jurusan Bimbingan dan Konseling. Meskipun terdapat ketua penyelenggara, namun dalam pelaksanaannya tetap membutuhkan kerja sama antar civitas akademika.

Tahun ini terdapat beberapa lomba yang mampu menggugah semangat teman-teman mahasiswa untuk berpartisipasi dalam bulan pendidikan, diantaranya: lomba volly, photovoice, menyanyi, tari tradisional, stand up comedy, permainan tradisional, lomba catur, lomba tenis meja, lomba 5R Ormawa, lomba Putera Puteri FIP, dan essay pendidikan. Lomba-lomba tersebut dilaksanakan mulai tanggal 11 April sampai 6 Mei 2017. Dan Puncak Peringatan Bulan Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa adalah kegiatan jalan sehat bersama seluruh civitas akademika yang diselenggarakan pada tanggal 7 Mei 2017.

Peringatan Bulan Pendidikan kali ini mengusung tema “Melalui Sinergi Civitas Akademika Kita Tingkatkan FIP Unesa menjadi Fakultas yang Unggul dan Berkarakter”. Maksud dan tujuan diadakan peringatan bulan pendidikan ini agar mahasiswa memiliki kesadaran bahwa sebagai calon pendidik harus memiliki karakter yang telah dicontohkan oleh Bapak Ki Hajar Dewantoro, yaitu Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Tak lupa semboyan dari FIP yaitu CIP (Cerdas Inovatif Peduli), FIP semakin TAMPAN (Transparan Aman Peduli Nyaman).

Acara jalan sehat dimulai pukul 06.00 yang dilaksanakan di Gor Gelanggang Pemuda yang bertepatan bersamaan dengan acara Fakultas Ilmu Keolahragaan yaitu Eco Campus dan me-launching kegiatan Car Free Day . Dengan ucapan Bismillahirrohmanirrohim Dr. Ketut Prasetyo, M.S selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan membuka kegiatan jalan sehat ditandai dengan pelepasan burung oleh Pimpinan Fakultas Ilmu Pendidikan yang mempunyai makna “semoga FIP kedepan semakin baik dan dapat tercapai cita-cita setinggi-tingginya”, papar salah satu pimpinan FIP.

Selanjutnya acara bulan pendidikan di lanjutkan di lapangan FIP dengan acara pemotongan tumpeng secara simbolik oleh Bapak Mustaji selaku wakil dekan I FIP Unesa yang diserahkan kepada Bapak Wakil Rektor III Unesa. Dilanjutkan dengan pelepasan balon oleh Bapak Wakil Dekan I FIP beserta tamu undangan lainnya. Selanjutnya penanaman pohon oleh Bapak Wakil Dekan I dan Wakil Rektor III Unesa dan diikuti oleh tamu undangan lainnya, makna dari penanaman pohon ini ialah, “agar Unesa khususnya FIP terus tumbuh dan berkembang”.

Serangkaian acara lainnya seperti donor darah, lomba mewarnai untuk jenjang PAUD, lomba photovoice, bazaar kewirausahaan dari masing-masing jurusan, open house di setiap jurusan turut memeriahkan kegiatan bulan pendidikan tahun 2017. Tak kalah menariknya setelah pembukaan peringatan bulan pendidikan terdapat penampilan Tari Papua oleh mahasiswa Afirmasi. Antusias civitas akademika Unesa khususnya FIP sangat memeriahkan kegiatan bulan pendidikan tahun ini.

Berbeda dengan tahun lalu, Guess Star tahun ini yaitu “Keroncong Larasati” sangat menarik animo peserta peringatan bulan pendidikan pada hari ini. Tak lupa setiap jurusan menampilkan kebolehannya dalam pensi untuk menghibur peserta peringatan bulan pendidikan 2017. Disela-sela acara selalu diumumkan kupon undian jalan sehat, mulai dari doorprize sampai hadiah utama, yaitu motor, mesin cuci, kulkas, sepeda gunung. Diah Budiarti mahasiswa Psikologi angkatan 2015 berkesempatan memperoleh hadiah utama yaitu motor. Perasaan senang tergambar jelas di wajahnya.

“Alhamdulillah sukses. Semoga tahun 2018 ditingkatkan lagi dan lebih baik. Penampilan dari mahasiswa adalah dari, untuk dan oleh mahasiswa itu sendiri”harapan dari Bapak Wakil Dekan III.(SHF_PIF)

 

 

FIP Perkuat Kerjasama Internasional dan Akreditasi Prodi

 

Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) terus berbenah dan melakukan percepatan di berbagai bidang. FIP yang saat ini sedang berbenah dalam pembangunan fisiknya juga tak luput dari pembenahan dalam bidang penguatan kerjasama nasional maupun internasional, peningkatan status akreditasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik dosen, mahasiswa maupun karyawan.

Pada bidang kerjasama internasional, FIP terus menguatkan kerjasama internasional di bidang pendidikan dan pengembangan. Tak hanya memperkuat kerjasama yang telah dilakukan sebelumnya, FIP juga terus mengembangkan kejasama baru untuk meningkatkan kualitasnya. Hal ini karena sudah saatnya FIP melakukan percepatan untuk berprestasi.

Kerjasama yang telah erat dengan Khon Kaen University Thailand dalam beberapa tahun ini akan mengalami peningkatan. Jika sebelumnya FIP telah melakukan kerjasama di bidang pertukaran mahasiswa dengan College of Local Administration (COLA) Khon Kaen University, mulai tahun 2016 lalu, FIP juga melakukan pertukaran mahasiswa dengan Faculty of Education Khon Kaen University Thailand. Kerjasama dengan Khon Kaen University juga akan berkembang dan dikuatkan lagi dalam hal penelitian bersama, pengiriman dosen untuk magang, pengiriman mahasiswa untuk transfer kredit, short course, penguatan karya mahasiswa, dan tentunya pertukaran mahasiswa.

“Harapannya dosen FIP bisa magang disana dan punya link supaya disamping mencari keilmuan juga bisa berwawasan internasional,” ujar Dekan FIP, Drs. Sujarwanto, M.Pd.

Tak hanya dalam tataran ASEAN, kerjasama internasional yang dilakukan FIP juga telah meluas. Pada bulan Mei ini, Dekan FIP, bersama dengan rektor dan jajarannya akan berkunjung ke Spanyol untuk menggelar kerjasama dengan Erasmus dalam bidang pengembangan pendidikan inklusif. Unesa tergabung dalam INDOEDUC4ALL bersama dengan 5 universitas lain dari Indonesia yakni Universitas Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN-SUKA Yogyakarta, IAIN Surakarta, dan Universitas Lambung Mangkurat.

Unesa tergabung dalam proyek kerjasama ini karena terus meningkatkan kualitasnya, tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam kepeduliannya dengan mahasiswa berkebutuhan khusus. Dekan FIP Unesa, Drs. Sujarwanto, M.Pd merupakan pendiri dan koordinator organisasi non-profit yakni Pusat Studi dan Layanan Penyandang Disabilitas (PSLPD) Unesa, sehingga pada tahun 2013 Unesa meraih “Inclusive Award” dari kementrian pendidikan.

University of Alicante (Spanyol) yang telah memiliki pengalaman dan ahli dalam bidang pengembangan pendidikan untuk penyandang disabilitas dan pendidikan inklusif menjadi project coordinator dalam kerjasama internasional ini. Selain itu, University of Piraeus (Greece) dan Glasgow Caledonian University (UK) juga akan ikut andil dalam pengembangan assessment, pelatihan, pelaksanaan pendidikan inklusif, serta dalam bidang konferensi dan publikasi. Unesa dan kelima universitas lainnya akan terlibat dalam kegiatan proyek dan akan bertanggungjawab melaksanakan kegiatan dalam institusi mereka. Lebih tepatnya melakukan self-assesment untuk menilai kepuasan stakeholders, mengidentifikasi kekuatan dan kelamahan dalam bidang pengembangan pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan, serta memperluas jaringan kerjasama.

Dalam menunjang kerjasama internasional ini, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu kuncinya. Seluruh civitas akademik ikut andil dalam suksesnya kerjasama internasional. Dosen dan mahasiswa dituntut untuk melakukan pengembangan kompetensi baik di bidang penulisan karya ilmiah, maupun penguatan bahasa inggris.

“Semoga kerjasama yang baik ini bisa membawa nama FIP makin berkibar, paling tidak di ASEAN, bahkan dunia internasional” harap Drs. Sujarwanto, M.Pd.

Selain peningkatan kerjasama internasional, fakultas tertua di Unesa ini pun terus meningkatan status akreditasi prodi yang dimilikinya. Akreditasi merupakan salah satu indikator kualitas suatu perguruan tinggi, baik itu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Akreditasi juga menjadi sebuah aset penting untuk menetapkan posisi sebuah lembaga. Melalui akreditasi, masyarakat dapat menilai mutu suatu lembaga. Hal ini karena akreditasi merupakan penentuan standar mutu dan penilaian suatu lembaga pendidikan oleh pihak di luar lembaga yang independen.

Tujuan dan manfaat akreditasi adalah untuk memberikan jaminan bahwa program studi yang terakreditasi telah memenuhu standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT. Selain itu, adanya akreditasi akan mendorong program studi untuk terus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu. Manfaat lain dari akreditasi adalah bagi lulusan yang ingin bekerja, beberapa instansi mensyaratkan akreditasi minimal.

Mutu program studi merupakan cerminan dari totalitas input, proses, dan output, serta layanan/kinerja program studi yang diukur berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Perbaikan mutu program studi secara berkelanjutan perlu peningkatan SDM serta sarana dan prasarana. FIP terus mendorong dosen-dosennya untuk melahirkan karya, baik itu buku, bahan ajar, artikel, prosiding, atau jurnal terindeks SCOPUS-THOMSON. Dalam menunjang hal tersebut, FIP terus melakukan pelatihan pembuatan karya ilmiah dan dan peningkatan kualitas dosen dalam melakukan proses pembelajaran. Selain itu, dalam bidang kemahasiswaan juga terus dipacu untuk melahirkan prestasi. Berbagai pelatihan mahasiswa, baik di tingkat fakultas maupun program studi/juruan terus digelar untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing mahasiswa.

Selain peningkatan SDM, peningkatan sarana fisik juga diperlukan. Hal ini perlu agar seluruh civitas akademik merasa nyaman berada di kampus, sehingga produktivitas dosen dan mahasiswa akan meningkat. Penataan sarana fisik seperti ruang kelas yang nyaman, ruang laboratorium, ruang tata usaha, perpustakaan, aksesibilitas, penataan taman, penghijauan dan lainnya diperlukan karena semua hal tersebut akan bermuara pada akreditasi.

“Dari delapan prodi yang ada di FIP, empat prodi telah terakreditasi A dan tiga prodi terakreditasi B, dan masih ada satu prodi yang masih dalam proses,” ujar Dekan FIP, Drs. Sujarwanto, M.Pd.

Delapan prodi yang ada di FIP, empat diantaranya, yakni Pendidikan Luar Biasa, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Luar Sekolah, dan Bimbingan Konseling telah terakreditasi A. Sedangkan Psikologi. Manajemen Pendidikan, serta Kurikulum dan Teknologi Pendidikan terakreditasi B. Dan untuk prodi PGSD saat ini masih dalam proses akreditasi, dengan harapan mampu memperoleh untuk mendapatkan akreditasi A.

“Targetnya, FIP akan menambah satu prodi yang terakreditasi A, yakni PGSD, sehingga akan berjumlah 5 prodi yang terakreditasi A,” harapnya. (lina mezalina)

 

GRAND FINAL PUTERA DAN PUTERI FIP 2017

Hari ini tanggal 6 Mei 2017 diselenggarakan Grand Final Putera dan Puteri Fakultas Ilmu Pendidikan bertempat di Gedung Auditorium O5 lantai 3. Acara ini dihadiri oleh Wakil Dekan 3, Kajur dan Sekjur selingkung FIP, Dewan Juri, Putera dan Puteri FIP tahun 2016, Finalis Putera dan Puteri 2017 serta mahasiswa suporter dari masing-masing jurusan. Terdapat 16 finalis dalam ajang pemilihan putera dan puteri FIP 2017 ini, masing-masing jurusan mengirimkan perwakilan terbaiknya. Dalam ajang Putera dan Puteri ini sebelum acara puncak Grand Final terdapat beberapa tahap seleksi, seperti tes wawancara, tes bakat, tes potensi akademik, tes wawasan kebangsaan, tes bahasa Inggris, dan serangkaian karantina yang dilakukan oleh ke 16 finalis.

Ke 16 finalis harus disisihkan 5 besar pasangan untuk menuju ke 3 besar. Acara sangat mendebarkan ketika ke 3 besar pasangan menantikan perolehan juara. Inilah mahasiswa yang memperoleh 3 besar pasangan Putera dan Puteri FIP 2017:

  1. Salman (BK)
  2. Dwi Puji Astutik (Psikologi)
  3. Fahmi (KTP)
  4. Halimah (PLS)
  5. Natalia (PGPAUD)
  6. Galih (PGSD)

Peroleh juara 1 Putera dan Puteri FIP yaitu Galih (PGSD) dan Dwi Puji A. (Psikologi), juara 2 Putera dan Puteri FIP yaitu Fahmi (KTP) dan Halimah (PLS), juara 3 Putera dan Puteri FIP yaitu Salman (BK) dan Natalia (PGPAUD). Tak lupa juga juara favorit putera dan puteri FIP yang diperoleh dari voting di instagram yaitu Putera Favorit diperoleh oleh Galih (PGSD) dan Natalia (PGPAUD). Animo supporter sangat antusias untuk mendukung para finalis Putera dan Puteri 2017 ini.

Bpk Heru selaku wakil dekan bidang alumni dan kemahasiswaan menanggapi acara grand final ini pada prinsipnya berjalan lancar sudah tercapai sesuai tujuan untuk membuat icon fip yaitu CIP (Cerdas Inovatif Peduli) kemudian, FIP semakin TAMPAN dan sukses kuliah antara kegiatan kurikuler, extra kulier dan ko kurikuler berjalan lancar, salah satunya lewat ajang putra putri FIP. Harapannya Semakin tampan, FIP menjadi rumah dan membawa kewibawaan bagi orang-orang yang ingin melihat fip lebih baik, mereka bertugas seperti corong dan ujung tombak untuk mempublikasi karakternya.

Tanggapan salah satu juri dalam ajang Putera dan Puteri FIP, bahwa yang paling dibutuhkan untuk menjadi PAPI FIP Unesa bukan hanya dari sisi kemampuan saja dan namun juga diperlukan behavior dan mereka juga menjadi icon untuk memperkenalkan Surabaya dan Jawa Timur. Kesan para juri untuk para finalis, sebetulnya kemampuan yang hari ini diberikan belum cukup untuk menjadi icon namun sudah lebih baik karena beliau percaya kemampuan mereka hari ini belum sepenuhnya dikeluarkan, hanya 75% dan yakin masih memilki kemampuan yang lebih dari hari ini.

“Nggak nyangka bisa  meneruskan mbak Dwi Putri Astuti lagi dan bisa membanggaakan  jurusan Psikologi 3 tahun  berturut turut” ungkap juara 1 Putera Puteri PIF 2017. Langkah pertama apa yg akan dilakukan oleh Putera Puter FIP 2017 yaitu menyiapakan acara bulan pendidikan sebaik mungkin dan ini job pertama mereka. Menurut Putera Galih sebagai juara 1 Putera sekaligus Putera Favorit, langkah awal yang dilakukan yaitu, perbaikan paguyuban dan  memperkenalan organisasi sambil membahas proker kedepannya dan juga harus disesuikan dengan kebutuhan mahasiswa.

Ibu Kartika Rinakit selaku ketua pelaksana acara Putera Puteri FIP 2017 berharap kepada para finalis untuk menjadi icon kebanggaan melalui brain, beauty dan behaviour.(SHF/TIR/PIF)