fip.unesa.ac.id, SURABAYA – Program studi Bimbingan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan seminar kewirausahaan yang bertempat di Auditorium Gedung O5 Lantai 3 pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan Robi Anggara H.P., S.Pd., Azril Syamsurizal, S.Pd., M.Pd., selaku alumni mahasiswa Prodi BK dan Sofia Ambarini, M.M. sebagai narasumber yang membawakan materi bertema “Muda Berdaya, Bergerak Bersama: Menciptakan Gelombang Sociopreneur Masa Kini.” Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai dunia kewirausahaan, khususnya sociopreneurship yang mengedepankan dampak sosial sekaligus keberlanjutan usaha.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan I Bidang Pendidikan, kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Budi Purwoko, S.Pd., M.Pd yang menekankan bahwa kewirausahaan bukan hanya sekedar bisnis, melainkan sebuah mindset dan cara berpikir. Menurutnya, keberanian menjadi kunci utama dalam memulai sebuah usaha. “Berwirausaha itu butuh keberanian, kata kuncinya adalah berani bertindak.” ungkapnya. Ia juga menjelaskan bahwa seorang wirausaha harus memiliki kreativitas dan inovasi dalam membaca peluang serta terus memikirkan cara mengembangkan usahanya. Nilai-nilai seperti mengambil risiko, kreativitas, dan kemampuan melihat peluang menjadi pondasi penting dalam membangun usaha.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Azril Syamsurizal yang mengangkat tema “Lulusan Pendidikan, Peluang Besar Menjadi Pengusaha.” Ia mengatakan bahwa bidang pendidikan dan kesehatan merupakan dua sektor yang memiliki peluang besar di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki value akan selalu dihargai. “Uang itu rasional, uang peduli pada relevansi dan efisiensi. Jika kalian memiliki value maka uang akan datang,” ujarnya. Ia juga membagikan budaya kerja di perusahaannya yang berfokus pada pertumbuhan kecil namun konsisten setiap hari. Menurutnya, konsistensi jauh lebih penting dibanding memaksa hasil besar dalam waktu singkat.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan tidak akan kehilangan relevansinya. Mahasiswa Bimbingan dan Konseling memiliki 2 bidang penting sekaligus, yaitu pendidikan dan kesehatan mental. “Pendidikan bukan hanya nilai atau gelar, tetapi tentang value yang membentuk pola pikir seseorang,” pungkasnya. Ia juga menambahkan bahwa kegagalan dalam mencoba bukanlah akhir, melainkan peluang untuk belajar dan berkembang menjadi yang lebih baik.

Seminar kemudian dilanjutkan dengan Robi Anggara, yang membagikan pengalaman membangun usaha sejak muda. Ia menjelaskan bahwa modal usaha bukan hanya berasal dari uang tetapi juga waktu, keterampilan, relasi, dan personal branding. Robi mengingatkan agar tidak takut gagal. “Kalau gagal, ubah mindset menjadi bagaimana jika berhasil,” tuturnya. Ia juga menekankan pentingnya relasi dan lingkungan pertemanan yang positif karena dari relasi orang bisa menambah wawasan, serta peluang baru.
Menurutnya, memulai usaha harus dilakukan secara bertahap dan fokus pada satu bidang terlebih dahulu agar dapat berkembang dengan maksimal. Ia mendorong mahasiswa untuk mencari mentor dan terus belajar dengan konsisten. “Jangan ragu untuk memulai, karena puncak tidak pernah ada jika kamu tidak memulai tangga pertama.” pesannya. Ia menambahkan bahwa setiap usaha membutuhkan pengorbanan, proses, dan kerja keras untuk mencapai keberhasilan.
Pada sesi terakhir, Sofia Ambarini membahas mengenai konsep sociopreneur sebagai perpaduan antara bisnis dan kepedulian sosial. Ia menjelaskan bahwa usaha yang baik tidak selalu harus besar, tetapi mampu memberikan manfaat bagi banyak orang. “Usaha tidak selalu harus besar, tetapi harus bermanfaat,” ungkapnya. Menurutnya, sociopreneur bukan hanya berfokus pada keuntungan, melainkan menciptakan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.
Seminar ini menegaskan bahwa kewirausahaan itu bukan hanya tentang mencari keuntungan tetapi juga tentang keberanian memulai, kemampuan melihat peluang, dan juga konsistensi dalam menjalani proses. Namun, dalam usaha itu tidak selalu berupa uang, tetapi bisa ide, keahlian dan kreativitas. Setiap orang memiliki peluang untuk menjadi wirausaha yang sukses dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya sukses secara ekonomi, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat luas.
Penulis: Evelyn Salsabila Asmara (MP)
Editor: Lina Nur Laili (PLB)